Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2019

Anggota Polsek Cimanggis Tewas Diterjang Tujuh Peluru Anak Buahnya

Ilustrasi - Penembakan | AKURAT.CO/Ryan

Rachmat Efendy yang merupakan Brigadir Kepala (Bripka) meninggal dunia setelah tujuh peluru tajam dari senjata api milik Brigadir Rangga Tianto bersarang di tubuhnya. Penembakan ini terjadi di ruang SPK Polsek Cimanggis. 

Menurut informasi yang diterima AKURAT.CO, penembakan itu terjadi lantaran permintaan Brigadir Rangga tidak dipenuhi open Bripka Rachmat Efendy. 

Peristiwa ini bermula ketika Bripka Rachmat mengamankan pelaku tawuran bernama Fahrul Zachrie Ke Polsek Cimanggis, Kamis (25/7/2019) sekitar pukul 20.30 Wib.

Bersama Fachrul juga diamankan dengan Barang Bukti Clurit.

Tidak lama kemudian datang orang tua pelaku yang bernama Zulkarnaen bersama Brigadir Rangga Tianto. Selanjutnya Brigadir Rangga meminta agar Fachrul dibebaskan. 

Namun Bripka Rachmat menolak dan mengatakan jika dirinya sedang menjalankan pemeriksaan. Tidak terima dengan jawaban tersebut, Brigadir Rangga ke ruang sebelah dan mengeluarkan senjata dan langsung menembakkan Senjata Api jenis HS 9 Ke arah Bripka Rahmat sebanyak 7 kali tembakan. Tembakan tersebut mengenai bagian dada, leher, paha dan perut sehingga korban meninggal di tempat. 

Hingga berita ini dibuat Tim AKURAT. CO masih berusaha mendapatkan klarifikasi dari Polda Metro Jaya. 



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 02 Juli 2019

Densus 88 Antiteror Telusuri Sumber Pendanaan Jamaah Islamiyah

Ilustrasi - Teroris | AKURAT.CO/Ryan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tim Densus 88 Antiteror tengah mendalami sumber pendanaan jaringan teroris Jamaah Islamiyah.

Menurut hasil investigasi, sumber pendanaan kelompok ini berasal dari beberapa usaha diantaranya perkebunan. Bahkan para pentolan kelompok ini digaji dengan nominal Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan.

"Mereka mengembangkan ekonomi mereka, ada beberapa usaha yang mereka bangun, antara lain perkebunan untuk membiayai (operasional) organisasi dan pejabat-pejabat kelompok JI ini," ujar Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/7/2019).

Brigjen Pol Dedi juga mengatakan bahwa kelompok ini tengah menyusun kekuatan dengan tujuan untuk mendirikan khilafah di Indonesia.

"Saat ini jaringan JI memang terlihat belum melakukan aksi terorisme di Indonesia. Tapi mereka saat ini sedang membangun kekuatan, tujuannya untuk membangun khilafah," katanya.

Hal tersebut terungkap setelah penangkapan terduga teroris bernama Para Wijayanto (54 tahun). Para merupakan pemimpin JI di Indonesia pasca JI dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan dibubarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2007.

Para ditangkap di sebuah hotel, Jalan Raya Kranggan, Jati raden, Jati sampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (29/6/2019).

Bukan hanya Para, polisi juga menangkap istri Para yaitu MY dan orang kepercayaan Para yakni Bambang Suyoso. Ketiganya ditangkap di lokasi yang sama.

Setelah itu, Densus 88 menangkap Abdurrahman di Perumahan Griya Syariah, Kebalen, Bekasi pada Minggu (30/6/2019).

Abdurrahman juga merupakan orang kepercayaan Para. Di hari yang sama di Ponorogo, Jawa Timur, Densus 88 menciduk Budi Tri alias Haedar alias Deni alias Gani yang perannya sebagai penasehat Para sekaligus penggerak kelompok JI wilayah Jawa Timur.




Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 20 Juni 2019

Satpam Ini Diburu Polisi, Karena Membawa Kabur Tas Berisi Uang Rp91 Juta

Security yang bawa kabur uang sebesar Rp91 juta | ISTIMEWA

Seorang satpam PT. Advantage berinisial AR, diburu Polsek Metro Gambir karena telah membawa kabur uang milik perusahaan sebesar 91 Juta. Aksi pelaku terekam CCTV saat tengah membawa tas berisikan uang tersebut.

AKBP Johannes Kindangen selaku Kapolsek Metro Gambir menegaskan, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku dan tengah mengejarnya.

"Kita tunggu saja. Saat ini masih dalam pengejaran," ujarnya Rabu (19/6/2019).

Johannes menjelaskan, saat itu uang yang berada di dalam 19 tas baru tiba di perusahaan tersebut kawasan Gambir. Setelah dihitung jumlah tas oleh saksi Usman, ternyata kurang satu tas.

"Setelah dilakukan pengecekan kamera CCTV, ada kecurigaan terhadap pelaku yang mengawal saksi saat mengambil 19 tas berisi uang dari konsumen," tuturnya.

Menurutnya, pelaku menyimpan tas berisikan uang di dalam perutnya karena saat akan absensi jam pulang kerja terlihat menonjol.

"Saat melakukan absensi diperut bagian depan terlihat menonjol dan tangan sebelah kiri saudara ARIS (Diduga pelaku) selalu memegang perut sampai keluar area kantor ," pungkas dia.

Johannes menyarankan kepada pelaku untuk menyerahkan diri sebelum anggotanya melakukan tindakan tegas dan terukur.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 18 Juni 2019

Penyidik Polda Metro Jaya Cecar Kivlan Zen Dengan 23 Pertanyaan

Kivlan Zein mendatangi Mabes Polri, Senin (13/5/2019) | AKURAT.CO/Aricho Hutagalung

Selama kurang lebih 10 jam, penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Mayjen (Purn) Kivlan Zen pada Senin (17/6/2019) malam. Kivlan diperiksa sejak pukul 11.00 hingga pukul 21.15 WIB.

Muhammad Yuntri yang merupakan kuasa hukum Kivlan, mengatakan bahwa kliennya dicecar oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebanyak 23 pertanyaan. 

"Tadi itu hanya konfirmasi tentang aliran dana. Ada 23 lebih kurang pertanyaan," ujar dia Senin (17/6/2019). 

Menurut Yutri, pertanyaan yang diberikan oleh penyidik, terkait dengan aliran dana yang diterima oleh kliennya sebesar 4.000 SGD. Kepada penyidik juga Kivlan membantah kalau uang sebanyak itu untuk dibeli senjata api.

"Jadi, sudah kita bantah semua, tidak ada keterlibatan aliran dana yang mengarah kepada pembunuhan, pengadaan senjata. Tidak ada," tegas Yuntri. 

Sebelumnya diketahui, penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Kivlan Zen terkait dengan aliran dana 4.000 SGD.

Dana itu awalnya diduga untuk membeli senjata api untuk membunuh 4 tokoh nasional. Namun oleh Kivlan dibantah bahwa dana sebanyak itu untuk demo aksi Supersemar.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 10 Juni 2019

Tim Densus 88 Mengamankan Seorang Terduga Teroris di Lampung

Ilustrasi - Penggerebekan | AKURAT.CO/Ryan

Seorang terduga teroris atas nama Ali Amirul Alam ditangkap tim Densus 88 Antiteror bersama Petugas Kepolisian Lampung di Pasar Tugu, Kota Bandar Lampung.

"Iya benar ditangkap di pasar pada Minggu (6/9/2019) siang sekitar pukul 11.00 WIB, oleh polisi berseragam maupun berpakaian bebas," kata Sodik (34) yang merupakan adik ipar Ali saat dikonfirmasi awak media di rumah kontrakannya di Jalan Belia, Gang Wawan Jaya, Minggu (9/6/2019) malam.

Dari pengakuan Sodik bersama istrinya Isni, yang merupakan adik Ali Amirul Alam sama sekali tidak mengetahui penyebab tertangkapnya kakak iparnya tersebut.

"Saya tidak tahu, saya juga tidak terlalu dekat," ucapnya.

Sodik menjelaskan, peristiwa tersebut berawal saat Ali mendatangi kediaman kontrakannya yang ditempati oleh istri, empat anaknya, serta mertuanya (orangtua dari Ali).

Ali yang datang dari Pulau Jawa sendirian menggunakan sepeda motor sengaja datang ke Bandar Lampung pada saat arus mudik untuk menemui ibunya yang tinggal bersama Isni, anak perempuannya.

"Kalau datangnya kapan dari Pulau Jawa saya tidak tahu, tapi kalau datang ke rumah saya kemarin," pungkasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 27 Mei 2019

Hingga Putusan MK Dibacakan, TNI-Polri Masih Disiagakan di DKI Jakarta

Para anggota Brimob saat memegang bunga dari relawan Spartan di depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Hingga 28 Juni nanti, pihak kepolisian akan melakukan pengamanan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada saat pembacaan putusan permohonan gugatan terkait sengketa hasil Pilpres 2019.       

Brigjen Pol Dedi Prasetyo selaku kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri mengatakan bahwa selain mengamankan gedung MK, sejumlah personel brimob juga masih tetap mengamankan gedung KPU dan Bawaslu.       

Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, personel TNI-Polri yang dikerahkan sebanyak 58 ribu yang dikhususkan menjaga pengamanan di wilayah DKI Jakarta, seperti objek-objek vital, Istana Negara dan gedung DPR/MPR.         

"Iya penebalan (personel TNI-Polri). Sekarang masuk prioritas utama. Kemudian gedung KPU, Bawaslu, simbol negara seperti Istana Negara, sama gedung MPR/DPR," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).      

Sejumlah tempat tersebut menjadi fokus pengamanan pihak kepolisian yang dibantu TNI hingga putusan MK dibacakan oleh majelis hakim.      

"Lima titik itu jadi fokus pengamanan saat ini sampai dengan sidang di MK. Mulai tangal 11 sampai tangal 28 Juni, baik di lokasi maupun kegiatan di MK," ujarnya.            

Sejumlah personel yang disiagakan sebanyak 58 ribu yang merupakan gabungan TNI-Polri. "Masih 58 ribu di seluruh DKI Jakarta," jelasnya.       

Jenderal bintang satu ini menegaskan bahwa personel kepolisian tidak dibekali senjata api saat melakukan pengamanan di sejumlah tempat tersebut. Sebab masih beredar di media sosial bahwa polisi menggunakan senjata api saat menjaga pengamanan maupun saat menghadapi aksi unjuk rasa.      

"Sesuai yang sudah saya sampaikan berulang kali, seluruh anggota polri dan TNI yang laksanakan pengamanan langsung terhadap para pendemo tidak dilengkapi senjata api dan peluru tajam," tegasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 21 Mei 2019

Terjadi Kericuhan, Penumpang Kereta Dilarang Turun di Stasiun Tanah Abang

Suasana Stasiun Tanah Abang. ( Foto: BeritaSatu Photo/Emral Firdyansah )

Para penumpang dan calon penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line hari ini dilarang untuk tidak keluar stasiun di akses menuju Jatibaru dan Petamburan akibat adanya kericuhan. Hal tersebut disampaikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ).

Sejumlah petugas KCJ dan petugas keamanan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019), memperingatkan para penumpang kereta dengan berteriak dan menggunakan pengeras suara untuk beralih ke stasiun lain yang lebih aman.

"Akses yang dibuka hanya di utara stasiun, tetapi kami peringatan untuk tetap beralih ke stasiun lain untuk menghindari kerusuhan di luar sana," ujar petugas stasiun melalui pengeras suara.

Menurut hasil pantauan, sejumlah calon penumpang dari kedua akses yaitu Jatibaru dan Petamburan berlarian di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) masuk menuju ke stasiun sambil menutupi mata mereka karena terdampak gas air mata.

"Kerusuhan sudah semakin dekat stasiun," ujar salah seorang penumpang sambil menutup matanya yang terdampak gas air mata.

Sementara itu, dari Stasiun Tanah Abang tampak kepulan asap hitam di sejumlah titik di kawasan Cideng.



Sumber: AKURAT.CO

Kombes Pol Hengki: Massa yang Diamankan Aparat di Petamburan Bukan Warga DKI

Polisi mengamankan pendemo yang rusuh di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019). 
| ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Sejumlah massa yang berhasil diamankan dan diduga sebagai provokator di kawasan Tanah Abang bukan merupakan warga DKI Jakarta. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi.

"Sementara yang kita amankan bukan warga DKI," kata Hengki saat ditanyai awak media di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019).

Menurut Kapolres Jakbar itu, bahwa warga disekitar Petamburan sendiri sempat terlibat bentrok juga dengan massa 'gelap' tersebut, karena mereka tak terima adanya kericuhan di daerahnya.

"Tadi juga ada bentrokan antara warga dengan mereka," jelasnya.

Meskipun demikian, pihaknya akan mendalami sejumlah orang yang diamankan saat ini, guna mengetahui apakah ada mobilisasi massa dari pihak ketiga di luar demonstran di Gedung Bawaslu.

"Kita akan dalami lagi," pungkasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Minggu, 19 Mei 2019

Diduga Sebar Ujaran Kebencian di Medsos, Seorang Pilot Ditangkap Polisi

Ilustrasi - Sosial Media | AKURAT.CO/Ryan

Seorang pilot maskapai penerbangan swasta berinisial IR, dibekuk anggota Polres Metro Jakarta Barat karena diduga menyebarkan ujaran kebencian dan hasutan melalui media sosial. Polisi menangkap IR di Surabaya Jawa Timur pada Sabtu (18/5/2019).

"Saat ini masih kami dalami motif pelaku menyebarkan ujaran kebencian atau 'hate speech' di medsos," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Suranta Sitepu saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Kombes Pol Edy mengungkapkan bahwa penangkapan IR merupakan hasil dari patroli siber Subnit Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat yang menemukan pelaku menyebarkan pesan hasutan kepada masyarakat.

Dalam postingannya, IR menyebarkan konten ujaran kebencian, narasi yang mengandung teror, hasutan dan menakutkan.

Salah satu pesan yang disebarkan melalui akun facebook milik IR yakni menghasut masyarakat untuk melakukan perlawanan melalui aksi massa pada 22 Mei 2019 saat pengumumam resmi hasil rekapitulasi KPU RI.

Selain mengunggah konten yang mengandung hasutan dan mengandung teror, pelaku juga telah melakukan penyebaran konten hoaks seperti "Polri Siap Tembak di tempat perusuh NKRI".



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 08 Mei 2019

Kapolda Metro Jaya Perintahkan Jajarannya Pastikan Situasi Jakarta Aman dan Kondusif

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy saat memberikan arahannya kepada petugas Polda Metro Jaya | AKURAT.CO/Miftahul Munir

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono berharap situasi ibu kota tetap aman, lancar dan kondusif saat pengumuman KPU Presiden yang terpilih. Sebab katanya, selama proses penghitungan suara di tingkat kecamatan bisa berjalan kondusif.

Sampai saat ini penghitungan surat suara sudah selesai di tingkat Kecamatan. Masyarakat tinggal menunggu hasil rekapitulasi dan pengumuman komisi Pemilihan Umum tentang Presiden 2019 yang terpilih pada (22/5/2019).

"Rekan-rekan kami dari Intelijen, Binmas bergerak terus. Dan semuanya bergerak, untuk bagaimana kita meminimalisir potensi kerawanan yang ada agar tak berkembang menjadi suatu gangguan keamanan," ujarnya Rabu (8/5/2019).

Irjen Pol Gatot mengatakan, aparat Polri saling mendukung dari semua fungsi. Hal ini yang membuat situasi ibu kota aman dan kondusif. Oleh sebab itu, Gatot meminta kepada seluruh jajarannya untuk menyampaikan kepada masyarakat dan seluruh elemen bahwa situasi Jakarta saat ini aman dan damai.

"Perbedaan yang ada, pada saat kita melaksanakan kegiatan terkait Pemilu, mulai dari Kampanye, minggu tenang sampai pencoblosan, sampaikan kepada teman-teman kita, saudara, keluarga. Hilangkan sekat itu mari kita bersatu kembali. Jaga perdamaian dan keberagaman kita. Tolong sampaikan ini. Kalau perlu Polri jadi pendingin terlebih di bulan suci Ramadan ini," tegasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 29 April 2019

Tuduh Pengelola Homestay Raja Ampat Mencuri, Wisatawan Prancis Akhirnya Minta Maaf

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani saat menikmati keindahan Raja Ampat | INSTAGRAM.COM/SMINDRAWATI

Tudingan seorang wisatawan mancanegara asal Prancis yang menyebut staf Homestay Kordiris di Kabupaten Raja Ampat mencuri uang miliknya tanpa bukti, akhirnya minta maaf.

Christophe Jolibois, yang merupakan wisatawan Prancis meminta maaf kepada pemilik Homestay Kordiris di Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, hari ini, sebelum pulang kembali ke negaranya.

Permintaan maaf tersebut dilakukan secara lisan maupun tertulis di atas kertas bermaterai untuk memulihkan nama baik Homestay Kordiris yang disaksikan kepolisian dan media di Kabupaten Raja Ampat.

Lusi Mambrasar, pemilik Homestay Kordiris, mengatakan wisatawan Prancis tersebut menginap semalam di Homestay Kordiris pada 22 April 2019. Kemudian keesokan harinya wisatawan tersebut minta diantar ke Pulau Kri untuk menyelam dan menginap.

Wisatawan tersebut kemudian menuduh staf Homestay Kordiris mencuri uang tanpa dasar dan meminta pengelola homestay mengganti senilai Rp2,7 juta.

Bukan hanya itu, tuduhan tersebut juga dilakukan dengan komentar yang ditulis di halaman website khusus pemesanan homestay di Raja Ampat.

Dalam komentarnya, wisatawan tersebut melarang orang-orang menginap di Homestay Kordiris dikarenakan dia kehilangan uang senilai Rp2,7 juta yang diambil oleh staf homestay.

Akibat tuduhan tanpa dasar di website tersebut, wisatawan yang telah memesan kamar Homestay Kordiris membatalkan pesanan sehingga merugikan pemilik homestay.

"Kami sudah lapor polisi dan masalah ini sudah selesai. Wisatawan tersebut telah buat penyataan maaf baik lisan maupun tertulis di atas kertas bermaterai serta melaluli website Homestay Raja Ampat guna memulihkan nama baik Homestay Kordiris," ujarnya.



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 26 April 2019

Tilang Elektronik Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diberlakukan Awal Mei

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mensosialisasikan sistem ganjil genap kepada pengendara. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Sistem Tilang Elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/E-TLE) untuk penindakanan plat nomor ganjil-genap di jalan Sudirman-Thamrin akan diberlakukan pada awal Mei 2019.

"E-TLE untuk pelanggaran ganjil-genap di Sudirman-Thamrin akan mulai diberlakukan pada 1 Mei atau 5 Mei, setelah selama ini sudah sosialisasi," kata Kasi STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman, Jakarta, Kamis (25/4/2019) malam.

"Saat ini masih sosialisasi ditambah dilakukannya peningkatan jenis kamera dan pemasangan dari Harmoni hingga ke Bundaran Senayan karenanya kemungkinan Mei tersebut akan mulai dilakukan penindakan," kata Arif.

Selain berkaitan dengan sosialisasi yang masih berlangsung, juga dikarenakan Ditlantas Polda Metro Jaya saat itu diprediksi sudah siap mengenai infrastruktur tilang elektroniknya mulai dari Simpang Harmoni hingga ke Bundaran Senayan.

Ditlantas Polda Metro Jaya, pada Kamis pagi di Simpang Sarinah, Jakarta Pusat, mensosialisasikan peningkatan jenis kamera yang digunakan dalam sistem tilang elektronik (E-TLE) di sepanjang jalur Sudirman-Thamrin, mulai dari Simpang Harmoni hingga ke Bundaran Senayan.

"Intinya tadi sosialisasi di Sarinah oleh Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf dan plt Kadishub DKI Jakarta bahwa sekarang sudah ada peningkatan jenis kamera dan dipasang di sepanjang jalur Sudirman-Thamrin dari Harmoni hingga ke Senayan," kata Kasubdit bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir saat dihubungi di tempat lainnya.

Ditlantas Polda Metro Jaya saat ini sudah menambah 10 kamera pemantau (Closed Circuit Television/CCTV) di sepanjang Sudirman-Thamrin yang memperkuat dua kamera sebelumnya yang sudah ada di kawasan Simpang Sarinah dan Simpang Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Peningkatan sistem perangkat E-TLE di sepanjang Sudirman-Thamrin saat ini, meliputi tiga jenis kamera yakni kamera pengenal plat nomor (Automatic Number Plate Recognition/ANPR), kamera check point dan speed radar.

Kamera ANPR, merupakan kamera yang secara otomatis dapat mendeteksi jenis pelanggaran marka dan rambu lalu lintas serta mendeteksi plat nomor

kendaraan untuk kemudian disinkronkan dengan database kendaraan.

Kamera check point, merupakan kamera yang secara otomatis dapat mendeteksi jenis pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk keselamatan dan penggunaan handphone serta terkoneksi dengan database kendaraan.

Speed radar, merupakan sensor yang dikoneksikan dengan kamera check point untuk mendeteksi kecepatan kendaraan yang melintas secara seketika (real time), sehingga secara otomatis akan memberikan sinyal capture bagi kendaraan yang melebihi batas kecepatan.



Senin, 01 April 2019

Begal Sadis Ini Kembali Masuk Bui, Setelah Ancam Korbannya dengan Parang Hingga Terjungkal dari Motor

Ilustrasi - Begal | AKURAT.CO/Ryan

Seorang pria berinisial QD (18) ditangkap Kepolisian Sektor Panakukang di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, pada Sabtu (30/3/2019), pukul 00.30 WITA, lantaran kembali terlibat kasus pencurian dengan kekerasan.

Komisaris Polisi Ananda Fauzi Harahap selaku Kepala Kepolisian Sektor Panakukang mengatakan, aksi pelaku terkuak setelah korban, Riskawati Ilyas melaporkan kejadian itu ke polisi pada Jumat 22 Maret 2019.

Pada Maret 2019, Riskawati menjadi korban pembegalan yang dilakukan oleh QD bersama rekannya X di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar. Kala itu, korban diancam menggunakan parang yang membuatnya harus terjatuh dari sepeda motor.

Penjahat kambuhan ini, tertangkap setelah aparat kepolisian mendapat informasi dari informan bahwa pelaku berada di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar.

"Anggota bergerak cepat ke rumahnya dan berhasil mengamankannya serta dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti handphone milk korban," kata Ananda Fauzi Harahap, Minggu (31/3/2019).

Ananda menerangkan saat ini rekan pelaku X yang juga ikut terlibat masih menjadi incaran polisi. "Anggota melakukan pengembangan tetapi X tidak berada di rumahnya," terangnya.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Dia beraksi bersama X dengan memiliki peran masing-masing, dan berhasil mengambil tas milik korban yang berisi dua buah handphone jenis Oppo, satu unit laptop, dan uang senilai Rp3 juta.

"QD ini berperan sebagai joki motor dan X mengancam korban dengan sebilah parang," kata dia.

"Barang bukti milik korban lainnya yang belum ditemukan diduga dalam penguasaan rekan pelaku X," Ananda Fauzi Harahap menambahkan.

Selain itu, pelaku juga pernah beraksi di depan Mall M'tos, Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar yang berada wilayah hukum Kepolisian Sektor Tamalanrea pada Februari 2019 lalu. "Berhasil mengambil surat-surat penting korbannya," imbuhnya.

Ananda Fauzi Harahap menjelaskan QD merupakan residivis kasus yang sama. Dia melakukan kejahatannya dengan sadis. Dimana kata dia, pelaku tak segan-segan melukai korbannya apabila mencoba mempertahankan barang berharga miliknya.

"Telah menjalani vonis pengadilan 4 tahun penjara dikarenakan korbannya meninggal dunia di Wilkum polsek Biringkanaya pada tahun 2014," jelasnya.

"Baru menghirup udara bebas kurang lebih 3 bulan terakhir," sambungnya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 18 Maret 2019

Ramyadjie Priambodo Ditangkap Polisi Terkait Pembobolan ATM

Wakil Ketua MKD, Sufmi Dasco memberikan keterangan kepada awak media pasca lakukan pemeriksaan terhadap Setya Novanto di Gedung KPK, Jakarta, Kamis(30/11).
| AKURAT.CO/Bayu Primanda

Ramyadjie Priambodo yang merupakan keponakan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, ditangkap Polda Metro Jaya atas tuduhan membobol Anjungan Tunai Mandiri Bank Central Asia atau ATM BCA.

Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan Ramyadjie Priambodo ditangkap polisi.

“Ya memang betul sudah ditangkap,” kata Sufmi Dasco Ahmad saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Dasco menegaskan bahwa hubungan Ramyadjie Priambodo dan Prabowo sangat jauh meskipun ada hubungan keluarga dengan Prabowo. Ramyadjie tidak menyandang nama keluarga Prabowo, yaitu Djodjohadikusumo.

"Anak dari sepupu jauhnya Pak Prabowo. Sehingga namanya tidak pakai Djojohadikusumo," jelasnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mengatakan penangkapan Ramyadjie Priambodo sejak akhir Februari 2019.

"PIN-PIN-nya orang itu diduplikat, dia kemudian masukkan ke ATM warna putih, diambil dari ATM," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 08 Maret 2019

Tabloid Obor Rakyat Batal Diluncurkan

Ilustrasi Cover Tabloid Obor Rakyat Reborn | ISTIMEWA

Acara peluncuran Tabloit Obor Rakyat yang seharusnya dilaksanakan pada Jumat (8/3/2019) akhinya dibatalkan. Pimpinan Redaksi (Pimpred) Obor Rakyat Setiyardi menegaskan bahwa acara peluncuran Tabloid Obor Rakyat (Obor Rakyat Reborn!) batal diadakan.

"Acara peluncuran Tabloid Obor Rakyat (Obor Rakyat Reborn!), yang sedianya akan dilakukan nanti malam, Jumat 8 Maret 2019, DIBATALKAN," ujar Setiyardi, Pimpred Obor Rakyat dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (8/3/2019).

"Seluruh catering yang sudah dipesan akan diperuntukan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kepada teman-teman media, dan para undangan, yang sudah menyatakan kesediaan hadir, kami sungguh mengapresiasinya," tambahnya.

Setiyardi juga mengatakan, pihak yang telah terlanjur membayar pesanan Tabloid Obor Rakyat akan dikembalikan.

"Kami tak mengedarkan tabloid yang sudah terlanjur dicetak. Namun kami pastikan uang yang telah kami terima akan dikembalikan sepenuhnya," jelasnya.


Belakangan ini, beredar brosur Obor Rakyat Reborn yang isinya mengabarkan bahwa tabloid 'Obor Rakyat' bakal terbit kembali. Dalam brosur itu, Obor Rakyat menjanjikan wawancara eksklusif dengan Habib Rizieq Syihab.

Brosur itu beredar di internet yang berisi informasi lokasi acara Obor Rakyat Reborn di Gedung Joang 45, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat. Acara itu disebut digelar pada Jumat, 8 Maret 2019. Terdapat nama Trisi sebagai narahubung untuk acara Obor Rakyat Reborn.

Polisi Awasi

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengatakan mengawasi terbitnya Obor Rakyat Reborn ini. Sebab lima tahun yang lalu, pada saat kontestasi Pilpres 2014, Obor Rakyat memiliki masalah hukum.

"Tentunya kami melakukan pengawasan yang sama juga saat ini. Kami akan melakukan pengawasan apakah kontennya melawan hukum atau tidak," terang Iqbal.

Iqbal mengatakan konten berbau SARA, hoax dan kebohongan bermunculan di tahun politik. Polisi memiliki tanggung jawab mencegah konten-konten negatif beredar dan berdampak pada kehidupan masyarakat. 



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 19 Februari 2019

Polisi Tidak Temukan Unsur Pidana Dalam Kasus Caleg PDIP Joget di Atas Sajadah

Foto kejadian | Screencapture

Kompol H. Khoiri yang merupakan Kapolsek Cengkareng menegaskan, bahwa dalam kasus senam dan joget di atas karpet alas salat atau sajadah yang dilakukan oleh Caleg PDIP Doddy Akhmadsyah Matondang tidak ditemukan unsur pidana.

Hal tersebut ia ungkapkan setelah melakukan gelar perkara terhadap video senam yang diambil 3 tahun lalu itu. Gelar perkara dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Eddy Suranta Sitepu.

"Sampai saat ini kami tidak menemukan unsur pidana dari hasil gelar perkara," katanya kepada AKURAT.CO Selasa (19/2).

Kompol H. Khoiri mengungkapkan, sebenarnya karpet itu memang sudah dipotong potong menjadi kecil karena memang sudah tidak layak untuk digunakan. Kemudian, karena hujan akhirnya potongan karpet yang sudah rusak itu digunakan untuk melakukan kegiatan senam atau joget tersebut.

"Itu kan kejadian tiga tahun lalu karena ada karpet panjang sudah rusak, musholanya sedang direnovasi, dipotong dan digunakan untuk alas kaki, ganjal kaca dan ada saat itu memang ada kegiatan senam dipakai di atas panggung dah itu aja," ungkapnya.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan aksi Matondang yang menggunakan karpet untuk senam atau berjoget di RW 05, Cengkareng, Jakarta Barat.

Ternyata video yang beredar itu diambil pada tiga tahun lalu di mana karpet itu sudah tidak layak untuk dipakai beribadah. 



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 12 Februari 2019

Mabes Polri: Penetapan Tersangka Slamet Ma'arif Sesuai Dengan Fakta Hukum

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif (kanan) bersama Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak.  | AKURAT.CO/Sopian

Mabes Polri akhirnya memberikan klarifikasi atas tuduhan yang dilontarkan kubu Prabowo-Sandi yang menyebut penetapan tersangka dan proses hukum Ketua Umum Persaudaraan Alumni PA 212, Slamet Ma'arif begitu cepat. Sementara kasus yang menjerat pendukung Jokowi terkesan tidak diproses dan dibiarkan oleh polisi.  

Brigjen Pol Dedi Prasetyo selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri menjelaskan, dalam kasus Slamet Ma’arif kepolisian hanya menjalankan rekomendasi tim Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) terkait pelanggaran tindak pidana pemilu.    

"Itu Gakkumdu yang menentukan pelanggaran pemilunya. Polri menjalankan rekomendasi Gakkumdu sesuai fakta hukum yang ada," ujar Brigjen Pol Dedi kepada AKURAT.CO saat dihubungi, Senin (11/2/2019).    

Menurutnya, Polri tidak pernah membedakan dalam penanganan suatu kasus hukum terhadap kelompok tertentu, karena semua warga negara telah sama kedudukannya di mata hukum.   

"Penyidikan tetap menganut asas equality before the law, yang menegaskan semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum," tegas Brigjen Pol Dedi.    

Polisi dalam hal ini tidak tebang pilih dalam memproses hukum, baik yang menjerat pendukung Prabowo-Sandi maupun pendukung Jokowi. Penyidik dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan fakta hukum dan peraturan perundang-undangan.    

"Iya betul, sesuai dengan fakta hukum sebagai pijakan yuridis dari penyidik untuk memprosesnya," jelas Brigjen Pol Dedi.    

Ketua Presidium Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan tindak pidana pemilu yakni tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota.   
Brigjen Pol Dedi menambahkan, pelanggaran pemilu yang diduga dilakukan Slamet Ma'arif berdasarkan keputusan dari Bawaslu Surakarta, yang melakukan kajian analisisnya. Polisi yang ikut tergabung dalam Gakkumdu hanya menjalankan rekomendasi. 

"Kalau terkait pemilu sebagai ujung tombaknya adalah Bawaslu terlebih dahulu. Setelah itu rekomendasi diberikan kepada Gakkumdu," tegasnya.  

Pada Jumat (1/2/2019), Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surakarta, Poppy Kusuma, mendatangi kantor kepolisian setempat dengan membawa bukti dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo, 13 Januari 2019.  

Dalam orasinya, Slamet Ma'arif sempat menyebutkan soal ‘2019 Ganti Presiden.’ Lantas Bawaslu Surakarta menindaklanjuti orasi yang disampaikan pentolan FPI tersebut.   

Slamet Ma’arif diduga telah melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 06 Februari 2019

Polisi Tangkap Model Reva Alexa Saat Asyik Konsumsi Narkoba

Selebgram dan model video clip Reva Alexa. | AKURAT.CO/Miftahul Munir

Selebgram dan model video clip Reva Alexa, ditangkap direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Perumahan Taman Beverly Golf, Jl Danau Belinda No 12 Karawaci, Tangerang Kota, pada Rabu (6/2) dini hari saat asyik mengonsumsi narkoba.

Kombes Pol Raden Argo Yuwono selaku kabid Humas Polda Metro Jaya  membenarkan penangkapan terhadap Reva dan Iwan Kurniawan.

"Ditangkap oleh Polres Tangerang Kota, di bawah koordinasi Polda Metro Jaya, mengamakan dua pelaku narkoba yang mana salah satunya merupakan model video klip dan selebgram bernama RA", kata Argo saat dihubungi pada Rabu (6/2/2019).

Setelah dilakukan cek urine, rekan Reva bernama Iwan Kurniawan terbukti mengonsumsi narkoba  dan juga dengan barang bukti dari tangan keduanya seberat 0,28 gram.

"Laporan lengkap menyusul karena masih dalam pengembangan ya," jelasnya.

Kombes Pol Argo mengatakan, mereka diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat. Saat ditangkap, mereka kedapatan membawa narkoba jenis sabu.

Dalam penangkapan selebgram yang diduga transgender tersebut, polisi masih mengejar pelaku lainnya. Hingga kini, Reva masih dalam pemeriksa kepolisian.

Reva merupakan selebgram yang cukup terkenal. Dia juga menjadi model video klip video. Reva menjadi kontroversi setelah diisukan sebagai transgender. Bahkan netizen menyebutnya sebagai 'adik' selebgram Lucinta Luna.



Sumber: AKURAT.CO