Tampilkan postingan dengan label Joko Widodo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Joko Widodo. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2019

Bima Arya Tagih Presiden Tata Infrastruktur Sekitar Istana Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan istri | Instagram/yane_ardian

Pada periode kepemimpinannya yang kedua, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk memperbaiki Infrastruktur di sekitar Istana Bogor.

"Persoalan kemacetan, persoalan penataan pasar, dan lain-lain. Pasti akan saya komunikaskan dengan Pak Jokowi. Tamu-tamu negara kan ke sini, diperlukan akselerasi pembangunan Infrastruktur kota," ujarnya kepada awak media di Bogor pada Minggu (30/6/2019).

Menurutnya, besar kemungkinan 5 tahun ke depan Jokowi kembali tinggal di Istana yang lokasinya juga tak jauh dari kantor Bima Arya.

"Kemungkinan 5 tahun ke depan akan tetap tinggal di sini. Jadi, kami berharap Pak Jokowi memberikan perhatian Infrastruktur di Kota Bogor," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Kemudian, Bima juga berharap ada sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan pemerintah pusat untuk mengedepankan program pembangunan manusia yang menjadi fokus Jokowi pada periode kedua menjadi Presiden RI.

"Banyak hal yang bisa disinergikan antara program Kota Bogor dengan program pemerintah pusat dalam hal penguatan pembangunan manusia. Bicara tentang pengentasan masyarakat dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan," beber Bima.

Pasalnya, visi pembangunan manusia juga menjadi fokus Bima Arya pada periode kedua menjadi Wali Kota Bogor dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor tahun 2019 S.D. 2024.



Sumber: AKURAT.CO

Minggu, 12 Mei 2019

Ancaman Hukuman Mati Bagi Pemuda Yang Ancam Penggal Jokowi

Pemuda bernama Hermawan Susanto yang ditangkap polisi karena diduga mengancam memenggal kepala Presiden Jokowi. | Foto/detik.com

Pemuda berinisial HS, yang merupakan pemeran utama dalam video yang mengatakan akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo terancam hukuman Mati.

Kombes Pol Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, HS, pria yang ditangkap karena mengancam akan memenggal Presiden Joko Widodo, dikenakan pasal makar karena dianggap mengancam keamanan negara.

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP," ujar Argo melalui pesan singkat, Minggu (12/5/2019).

Bunyi dari Pasal 104 KUHP adalah sebagai berikut, "Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan presiden atau wakil presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun."

Bahkan bukan hanya itu saja, HS juga dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 Ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Argo.

Seperti diketahui, HS (25) yang beralamat di Palmerah ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Minggu (12/5/2019) pukul 08.00.

HS melontarkan ancaman itu saat demo di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, pada Jumat (10/5/2019) siang. Tindakannya yang mengancam memenggal Jokowi juga dilaporkan oleh Relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 06 Mei 2019

Pagi Buta, Baliho Kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Diturunkan

Baliho kemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Batu 14 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau | ANTARA FOTO

Petugas dari Dinas Perumahan dan Pemukiman menurunkan baliho kemenangan pasangan  Prabowo-Sandiaga Uno di Batu 14, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (5/5/2019).

Maryamah selaku komisioner Bawaslu Tanjungpinang mengatakan baliho diturunkan pada waktu subuh, setelah beberapa waktu lalu menimbulkan polemik.

"Kami minta pihak Dinas Perumahan dan Pemukiman untuk menurunkannya setelah berkoordinasi dengan tim pemenangan capres-cawapres 02. Penurunan baliho itu tadi subuh," ujarnya.

Baliho bertuliskan selamat dan sukses atas terpilihnya Prabowo-Sandiaga sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024 dipasang sejak Sabtu (4/5/2019), sore.

Kepolisian meminta Bawaslu Tanjungpinang melepaskan baliho itu. Namun permintaan itu tidak dapat dipenuhi setelah berkoordinasi dengan Bawaslu Kepri.

"Namun kami sudah kumpulkan tim dari masing-masing paslon. Kami minta tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan permasalahan," katanya.

Baliho kemenangan capres dan cawapres pertamakali dipasang di sekitar kawasan Kota Lama, dekat Pelabuhan Sri Bintan Pura. Salah satu tim pemenangan  Joko Widodo-Ma'ruf Amin memasangnya, namun tidak lama segera dilepaskan.

Di dalam rapat pleno rekapitulasi dan penghitungan suara pemilu yang diselenggarakan KPU Tanjungpinang tadi malam, saksi dari calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 meminta Bawaslu Tanjungpinang bersikap tegas terhadap pemasangan baliho kemenangan Prabowo-Sandi karena KPU RI belum menetapkannya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 22 April 2019

Bupati Mandailing Natal Mundur, Karena Jokowi Kalah di Wilayahnya?

Surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution | Dokumentasi

Dahlan Hasan Nasution yang merupakan bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengundurkan diri. Surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kini beredar luas. Bahkan surat itu juga telah dikonfirmasi Dahlan.

“Iyah benar (surat itu),” ujar Dahlan lewat sambungan telepon, Minggu (21/4/2019), siang. 

Dahlan tidak menjelaskan alasan mundur ketika dihubungi. “Ndak usah, sebagaimana surat itu saja sudah,” ujarnya.

Wartawan pun bertanya apakah dia mundur karena terkait hasil pemilu. Soal itu, dia tidak mau menjawab secara pasti. “Gak usah yang lain-lain,” katanya.

Dalam surat yang ditujukan kepada Jokowi, Dahlan menjelaskan perkembangan pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal sejak tiga tahun belakangan.

"Kami maklumkan kepada bapak bahwa pelaksanaan pemilu 2019 di Mandailing Natal, Sumatera Utara berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan."

"Perlu kiranya kami sampaikan kepada bapak dalam tiga tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal cukup siginifikan antara lain Pelabuhan Palimbungan, Pembangunan Rumah Sakit, lanjutan Pembangunan Jalan Lintas Pantai Barat, Rencana Pembangunan Bandara Udara Bukit Malintang, Rencana Pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan setelah terbakar pada bulan Syawal yang lalu dan lain-lain."

Surat itu bernomor: 019.6/1214/TUPIM/2019 tertanggal 18 April 2019. Dahlan meminta mengundurkan diri lantaran hasil pemilu tidak sesuai harapan.




Sumber: AKURAT.CO

Senin, 08 April 2019

Jokowi-Ma'ruf Tebar Pesona ke Masyarakat Tangerang, Di Atas Kereta Kencana

Kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf di Kota Tangerang. | AKURAT.CO/Hendrik Situmorang

Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin, melakukan pawai karnaval bersama ribuan pendukungnya di sepanjang Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.

Dengan menumpang kereta kencana Jokowi-Ma'ruf menyapa pendukungnya. Jokowi menebar senyum dari atas kereta kencana dengan sesekali melambaikan tangan. Tampak di beberapa titik, dia menyapa beberapa warga yang kegirangan melihat calon presiden pilihannya di depan mata. 

"Saya jauh-jauh pak dari Bekasi, naik KRL pagi, cuma mau lihat pak Jokowi dari dekat. Syukurlah, bisa sekalian memberi salam," ujar salah seorang pendukung perempuan Siti.

"Jokowi.. Jokowi.. Jokowi.. Jadi presiden," tambah riuh ribuan masyarakat yang menggema memenuhi jalan.

Iriana Jokowi, istri Jokowi dan istri Maaruf Amin juga terlihat mendampingi. Begitu juga sejumlah tim pemenangan, seperti Erik Tohir, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, dan artis papan atas berada dalam satu panggung utama. 

Berbagai atraksi budaya mengiringi rombongan Jokowi dan Maaruf Amin. Seperti pawai busana bertema garuda, lalu tarian daerah seperti dari Papua, Suku Dayak Kalimantan, tarian khas Betawi, dan ditutup dengan tarian Reok Ponorogo.



Sumber: AKURAT.CO

Kampanyekan Jokowi-Ma'ruf, Ribuan Massa KPP Gelar Jalan Sehat Tolak Khilafah

Ketua Umum DPP Komite Pedagang Pasar, Abdul Rosyid Arsyad bersama para pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Gelanggang Remaja Balai Rakyat, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (17/3 /2019).
 | AKURAT.CO/Gerdiansyah

Ribuan massa Komite Pedagang Pasar (KPP) menggelar aksi jalan sehat untuk mendukung pemenangan Calon Presiden Joko Widodo dan Cawapres KH. Ma'ruf Amin di wilayah Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (7/4/2019).

"Selain berolahraga jalan sehat kami juga mensosialisasikan Jokowi-Maruf Amin dan menolak keberadaan Khilafah," ujar Ketua KPP Abdul Rosyid Arsyad kepada wartawan.

Abdul Rosyid mengatakan, dalam jalan sehat tersebut pihaknya mengajak sekitar seribu emak-emak yang ada di wilayah Cakung untuk berpartisipasi mengkampanyekan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Barisan emak-emak Cakung siap untuk memenangkan Jokowi-Amin," katanya.

Abdul Rosyid juga menegaskan bahwa seluruh pedagang pasar yang ada di wilayah Indonesia, siap memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin jadi presiden dan wakil presiden 2019-2024 untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

"Kami yakin keduanya mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," tegasnya.

Dirinya juga menuturkan jelang pencoblosan 17 april 2019 mendatang pihaknya akan menyiapkan ribuan relawan untuk menjaga TPS dan mengamankan suara Jokowi-Maruf Amin.

"Ribuan relawan nanti akan kami siapkan untuk berjaga di TPS dan menjaga suara Jokowi-Maruf Amin" ungkapnya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 01 April 2019

Hari Penyiaran Nasional Ditetapkan Setiap Tanggal 1 April

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya dalam sidang kabinet paripurna tentang Online Single Submission (OSS) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/5/2018). | AKURAT.CO/Sopian

Ir. H. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, menetapkan tanggal 1 April sebagai hari Penyiaran Nasional

Penetapan hari penyiaran nasional dikuatkan dengan ditandatanganinya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Hari Penyiaran Nasional pada 29 Maret 2019

“Menetapkan tanggal 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional,” bunyi diktum PERTAMA Keputusan Presiden itu.

Dalam Keppres tersebut ditegaskan bahwa Hari Penyiaran Nasional bukan merupakan hari libur.

“Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” bunyi diktum KETIGA Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 yang ditetapkan pada 29 Maret 2019 itu.

Pertimbangan untuk menentukan 1 April sebagai hari penyiaran nasional adalah pada 1 April 1933 di Kota Solo, Jateng, telah didirikan Lembaga Penyiaran Radio milik bangsa Indonesia yaitu Solosche Radio Vereeniging (SRV) yang diprakasai oleh KGPAA Mangkunegoro VII, serta adanya deklarasi Hari Penyiaran Nasional pada 1 April 2010 oleh pemangku kepentingan di bidang penyiaran, dan untuk mewujudkan tujuan penyiaran nasional, pemerintah memandang perlu menetapkan Hari Penyiaran Nasional.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 26 Februari 2019

Kaum Milenial Muslim: Banyak Dusta Menyerang 01, Kami Harus Bertindak

Ratusan pemuda di Jawa Barat yang tergabung dalam Milenial Muslim Bersatu, mendeklarasikan dukungan mereka untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Senin (25/2/2019). | AKURAT.CO/Avila Dwi Putra

Milenial Muslim Bersatu (MMB) yang merupakan perkumpulan ratusan pemuda di Jawa Barat, mendeklarasikan dukungan mereka untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Senin (25/2/2019). 

Koordinator MMB Jawa Barat, Ganjar Darussalam mengungkapkan, keterlibatan warga milenial itu dilandasi semakin tidak sehatnya persaingan demokrasi sekarang ini. Dia menilai, iklim politik saat ini sangat memprihatinkan dengan banyaknya fitnah dan berita bohong atau hoaks, sehingga menarik kaum milenial untuk turun tangan.

Terlebih, diutarakan Ganjar, serangan fitnah dan hoaks itu banyak yang ditujukan ke pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. 

“Kompetisi memanas, banyak dusta menyerang 01. Kami harus bertindak untuk kondisi lebih baik lagi,” ujarnya. 

Ganjar mencontohkan, baru-baru saja terjadi dengan viralnya video berisi kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Karawang. 

“Bagaimana bisa ada yang mengatakan kalau Pak Jokowi menang, tidak ada lagi adzan, tidak ada lagi yang pakai kerudung, sesama jenis bakal menikah. Itu kan fitnah," jelasnya.

Oleh karena itu, untuk melawan tindakan tidak terpuji tersebut, pihaknya akan turun tangan dalam mengampanyekan Jokowi-Ma’ruf Amin. Para pemuda akan langsung mendatangi kantung-kantung pemilih dalam rangka mengedukasi masyarakat agar tidak termakan fitnah dan hoaks. 

"Kita akan door to door. Dari mahasiswa, karang taruna, aktivis pergerakan kampus, aktivis sosial, kita gerak untuk menyamakan persepsi," tegasnya.

Selain itu, pihaknya menyasar pesantren dan masjid guna memberi pencerahan kepada para pemilih muslim di tempat tersebut. 

“Kita rencananya nanti ada pengajian-pengajian, yang mungkin masih banyak kumpulan bermanfaat. Kita pendekatan ke pengajian, pesantren, masjid, warung kopi," ungkap Ganjar.

Dengan cara ini, Ganjar optimistis mampu menarik simpati 50 persen lebih pemilih milenial di Tatar Pasundan agar mau memilih Jokowi-Ma’ruf Amin. 

“Milenial ini punya suara siginifikan, sekitar 40 persen, dan masih banyak yang belum menentukan pilihan atau swing voter, itu yang kita sasar,” tandas dia.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 11 Februari 2019

Jokowi: Jangan Ditepukin Dong, Kan Cuma 780 (Kilometer) Selama 40 Tahun

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Luhut Panjaitan dan Menteri Wiranto | AKURAT.CO/Gerdiansyah

Presiden Joko Widodo bercerita bahwa pada tahun 1978, Indonesia mampu membangun jalan tol bernama Jagorawi. Kepanjangan dari Jagorawi adalah Jakarta-Bogor-Ciawi. Proyek ini merupakan jalan tol pertama di Indonesia dan ketika dibangun, mendapatkan sorotan dari luar negeri.

"Jagorawi seperti apa, konstruksi, manajemennya seperti apa. Apa yang terjadi setelah 40 tahun, selama 40 tahun kita hanya membangun jalan tol sepanjang 780 kilometer," ujar Jokowi dalam acara silaturahmi dengan para purnawirawan TNI dan Polri di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019). 

Jokowi lalu membandingkan dengan negara yang banyak membangun jalan tol. Di antaranya, Cina yang sudah membangun 280.000 kilometer jalan tol. 

Selama memimpin Indonesia, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla juga sudah banyak membangun infrastruktur, khususnya jalan tol.

"Perjalanan ini harus dilihat per segmen apa yang keliru," ujarnya. 

Jokowi juga mengungkapkan bahwa salah satu kendala pembangunan jalan tol yaitu pembebasan lahan serta adanya main mata investor. Menurut dia banyak hal sepele, namun tidak kunjung dicarikan solusinya. 

"Saya berikan contoh, Balikpapan- Samarinda. Berhenti kenapa, ada dua pertama lewat lahan konservasi kedua lewat lahannya Kodam. Siapa yang berani lewat jalannya Kodam. Investor mungkin sudah ketemu Pangdam, tapi ga ada penyelesaian," jelasnya.

"Lalu saya telepon panglima, panglima ini ada masalah. Tolong selesaikan. Dua minggu saya minta selesaikan, nyatanya selesai langsung," tambah Jokowi.

Dalam acara tersebut, Jokowi juga bercanda dengan mengatakan pencapaian pembangunan jalan tol selama 40 tahun -- hanya 780 kilometer -- tidak usah diberi tepuk tangan.

"Sehingga kita 40 tahun cuma 780 (kilometer). Jangan ditepukin dong. Cuma 780 (kilometer), ditepukin," ujarnya yang disambung dengan gelak tawa.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 29 Januari 2019

Butet Pamitan Ke Presiden Jokowi Karena Akan Pensiun

Presiden Joko Widodo berfoto bersama dengan atlet bulutangkis Liliyana Natsir dan Menpora Imam Nahrawi usai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2019).
 | AKURAT.CO/Sopian

Liliyana Natsir, Atlet bulutangkis ganda campuran Indonesia, yang biasa dipasangkan dengan Tantowi Achmad memastikan gantung raket usai melakoni kejuaraan terakhirnya di ajang Indonesia Masters 2019. Atlet yang akrab disapa Butet ini berpamitan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/1).

Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menyambut kedatangan Liliyana yang diantar oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi di ruang depan Istana Merdeka pukul 09.40 WIB.

"Indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir. Bukan hanya Indonesia, tapi dunia juga akan kehilangan sosok Liliyana," kata Jokowi.

Presiden mengungkapkan bahwa "Butet" telah menorehkan prestasi di berbagai pertandingan besar, di antaranya Olimpiade, kejuaraan dunia, hingga turnamen besar lainnya. Jokowi berharap prestasi "Butet" ini bisa menular ke pemain-pemain junior dan bisa berprestasi seperti Liliyana Natsir.

"Tadi saya sampaikan, sebentar lagi (Butet) jadi PNS, jadi ASN, agar bisa memotivasi dan muter ke beberapa daerah. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dilakukan agar bisa berprestasi," harap Presiden.

Liliyana Natsir yang ada disamping Presiden Jokowi juga menyatakan terima kasihnya telah diterima di Istana dan siap memberikan motivasi kepada generasi muda agar bisa berprestasi.

"Saya siap memberi motivasi agar generasi muda lebih berprestasi dan tradisi medali emas di Olimpiade tetap terus bisa dilakukan," ujar Butet.




Sumber: AKURAT.CO

Senin, 28 Januari 2019

Subhanallah! Suster Katolik Berjalan di Antara Puluhan Ribu Muslimat NU

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU)  
| ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Peringatan Hari lahir Muslimat Nahdlatul Ulama, hari ini diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Dalam acara tersebut hadir pula Presiden Joko Widodo dan diramaikan sedikitnya 100.000 Muslimat NU yang datang dari berbagai daerah.

Dalam media sosial, selain banyak yang membicarakan pesan-pesan positif dari ucapan para tokoh yang hadir, netter juga membahas kehadiran suster-suster Katolik di antara puluhan ribu umat Islam. Salah satu foto yang viral menunjukkan suster-suster itu berjalan kaki di atas karpet merah. Kehadiran mereka dimaknai mayoritas netter sebagai pesan tentang kerukunan antar umat beragama.

M. Syarifudin Zuhri melalui akun Twitter @zuhri_17 mengangkat pesan perdamaian dari Gus Dur dalam tweet. "Yang dilarang agama itu perpecahan bukan perbedaan. - Gus Dur - Subhanallah ..." katanya.


Ayatullah Zubairi yang menggunakan akun @zubairi_ memberikan makna bahwa tidak ada irisan dan batasan yang menyekat. Semua menyatu dalam satu bingkai: Indonesia

Menurut @Itsnanda4 kehadiran tokoh lintas agama dalam peringatan hari lahir Muslimat NU mencerminkan persatuan. "Inilah budaya asli milik NKRI," katanya.

"Ramah dan untuk seluruh ummat," Nurin Hidayah menambahkan komentar.‏

Herman Alimin yang menggunakan akun @HermanAlimin mengaku senang melihat kesejukan antar sesama anak bangsa. "Persatuan yang utama walaupun berbeda kepercayaan tetap bisa bersatu," katanya. "The real Indonesia," Handoko Lie menambahkan komentar.

Netter dengan akun @qitmr menggambarkan suster-suster tersebut sebagai tamu terhormat di acara Muslimat NU dan mereka mendapatkan karpet merah.

Kejadian lain yang juga memberikan pesan positif dalam acara itu adalah seorang perempuan sepuh yang digendong oleh anggota Banser. 
Tokoh muda NU yang juga politikus Partai Solidaritas Indonesia Mohamad Guntur Romli mengapresiasi apa yang dilakukan petugas. "Surga berada di telapak kaum ibu, pengabdian sahabat-sahabat Banser pada ibu-ibu yang sepuh pada acara #HarlahMuslimatNU73 luar biasa," ujar @GunRomli.

Pesan Jokowi

Presiden Jokowi berpesan agar Muslimat NU di seluruh Tanah Air turut serta berkontribusi mewujudkan Islam yang moderat.

"Kita ingin Islam moderat, moderasi Islam terus digaungkan," kata Presiden. Acara hari lahir Muslimat NU diketuai oleh putri Gus Dur, Yenny Wahid.

Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Jakarta Anies Baswedan juga ikut hadir di sana.

"Sudah disampaikan oleh ibu Ketua Umum Muslimat NU, Ibu Khofifah Indar Parawansa bahwa Islam yang Aswaja yang penuh toleransi, yang penuh dengan moderasi, yang saling menghargai, saling menghormati, itulah semangat yang disampaikan oleh Muslimat NU," tambahnya.

Presiden Jokowi menyambut baik kehadiran lebih dari 100.000 anggota Muslimat NU dari berbagai penjuru nusantara ke Jakarta. "Kita merayakan Harlah Muslimat NU yang ke-73. Ini adalah organisasi yang besar yang kita lihat tadi lebih dari 100 ribu dari seluruh penjuru Tanah Air berkumpul di Gelora Bung Karno," jelasnya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan harapan agar pada hari lahir Muslimat NU, ke depan makin bertambah jaya, barokah, dan Indonesia menjadi negara makmur dan sejahtera.

Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 25 Januari 2019

Istana Merdeka Akan Digeruduk Ratusan Kepala Suku Papua Barat

Presiden Joko Widodo | AKURAT.CO/Sopian

Ratusan kepala suku Papua Barat akan menggeruduk Istana Negara di Jakarta dalam waktu dekat. Setidaknya ada 113 kepala suku yang berpengaruh di Papua Barat yang akan hadir.

Menurut informasi yang didapat, kedatangan mereka untuk bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya pemerintah membangun Papua.

Tokoh adat, kepala suku dan kepala daerah di Papua Barat, termasuk Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau yang membuat ide untuk menemui dan menyampaikan ucapan terima kasih ke Jokowi. 

Selain 113 kepala suku, ikut pula sejumah pejabat daerah, di antaranya lima bupati dan satu wali kota berserta wakilnya dari Papua Barat, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan.

Selanjutnya, tokoh agama, akademisi, Ketua DPRD dari lima kabupaten dan satu kota. Mereka berasal dari wilayah kepala burung, Sorong Raya, Provinsi Papua Barat.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Sorong Raya Rakyat Bersatu untuk Nusantara (SORAYA RATU SANTUN) Eduard Yumame dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (23/1/2019) siang menjelaskan, ke-113 kepala suku ini datang dengan inisiatif sendiri dan atas biaya pribadi masing-masing.

"Ini merupakan rombongan kepala suku terbesar dalam sejarah yang datang menemui Presiden untuk bersilaturahim. Belum ada rombongan kepala suku dari Papua yang datang dalam jumlah sebesar ini," kata Eduard.

Dasar niat baik kedatangan ke-113 kepala suku ini adalah ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas keberhasilannya membangun Tanah Papua (Papua Barat dan Papua) melalui nawacita. Program terbesar Nawacita Jokowi di Papua dan Papua Barat adalah Trans-Papua yang begitu fenomenal dan dikagumi oleh seluruh rakyat Indonesia.

Jalan Trans-Papua ini menjadi dasar utama untuk akselerasi ekonomi, sosial dan kebudayaan dalam kerangka pemerataan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua untuk waktu yang mungkin tidak akan lama lagi setelah seluruh jalan Trans-Papua terbangun.

"Dana Jokowi" Tidak hanya itu saja, yang membuat 113 kepala suku datang bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo.

"Masih ada kelebihan lainnya. Di antaranya adalah kucuran dana desa," tuturnya.

Dana desa ini, menurut Eduard, orang Papua Barat menyebutkan sebagai bantuan yang membebaskan masyarakat Papua Barat dari kemiskinan. Karena itu, dana desa ini orang menyebutkannya sebagai "Dana Jokowi".

Maksudnya atas kebijakannya membuat orang-orang kampung di desa-desa terbebaskan dari himpitan isolasi kemiskinan.

"Selain itu, kelebihan Presiden Joko Widodo adalah telah mengunjungi Papua sebanyak sembilan kali, melebihi dari semua presiden Indonesia lainnya," ujarnya.

Jokowi juga tidak membedakan orang Papua dengan dirinya. Jokowi begitu merasa seperti orang Papua sendiri.

"Inilah nilai kelebihan dari Presiden Joko WidodoTerima kasih Presiden Joko Widodo," tegasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 10 September 2018

Agenda Presiden Jokowi Di Korsel, Balasan Kunjungan Moon Jae-in


Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan (Korsel), membalas kunjungan kenegaraan Moon Jae-in ke Indonesia. Setibanya di Seoul pada Minggu Jokowi langsung disambut oleh Moon Jae-in.

Jokowi dan Moon Jae-in terakhir bertemu di Jakarta pada bulan November, dimana mereka setuju untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan "kemitraan strategis khusus".

Kunjungan Presiden Jokowi dimulai dengan upacara penyambutan resmi di Istana Changdeok pada Dinasti Joseon (1392-1910), yang melibatkan presiden Korea Selatan dan pejabat peringkat lainnya dari kedua negara.

"Setelah upacara, kedua pemimpin berjalan-jalan melalui istana dalam acara persahabatan untuk membantu memperkuat hubungan pribadi mereka," menurut kantor presiden Moon, Cheong Wa Dae.

"Pada KTT yang akan datang, kedua pemimpin diharapkan untuk membahas untuk memperkuat kemitraan strategis khusus antara kedua negara," kata Cheong Wa Dae sebelumnya.


Para pemimpin juga diharapkan untuk membahas uapaya bersama untuk mempromosikan kerjasama regional.

Presiden Korea Selatan telah berjanji untuk hampir menggandakan perdagangan negaranya dengan negara-negara ASEAN menjadi 200 miliar dollar Amerika Serikat pada 2020.


"Dengan kunjungan Widodo, Indonesia telah menjadi negara ASEAN pertama yang telah bertukar kunjungan oleh pemimpin mereka dengan Korea Selatan sejak Moon menjabat pada Mei 2017," kata Cheong Wa Dae.[]


Sumber   : Akurat.co

Editor        : Wahyudi

Senin, 13 Agustus 2018

Jokowi : Kado Terindah Jelang HUT RI ke 73 Indonesia, Timnas U-16 Juara

AKURAT.CO,  Jelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 73, Indonesia mendapat kado terindah melalui ajang Piala AFF U-16 2018, Tim Nasional U-16 berhasil menjadi juara setelah mampu mengalahkan Timnas Thailand U-16 lewat drama adu penalti pada laga final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/8). Prestasi ini pun tak luput dari perhatian Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.


Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat atas keberhasilan timnas U-16 menjadi juara kepada bagus kaffi dan kawan-kawan melalui akun media sosial pribadinya. Prestasi ini dianggapnya sebagai kado terindah jelang perayaan hari kemerdekaan indonesia yang ke-73 pada tanggal 17 agustus nanti.


"Selamat kepada pemain dan pelatih. Gelar ini menjadi kado terindah bagi Indonesia menjelang Hari Kemerdekaan," kicau @jokowi di twitter dengan menyertakan foto selebrasi para pemain Timnas U-16.




Presiden Republik Indonesia yang juga mantan gubernur DKI Jakarta itu nampaknya ikut menyaksikan jalannya pertandingan paga laga final tersebut. Ia menjelaskan laga puncak ini berlangsung menegangkan.


"Garuda Muda tak terbendung di lapangan hijau. Malam ini Tim Sepak Bola Nasional Indonesia menjuarai Piala AFF U-16 2018 dengan mengalahkan Timnas U-16 Thailand dalam laga mendebarkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo," jelasnya.

Laga tersebut memang harus di akhiri dengan drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir. Beruntung pada drama adu penalti, Tim asuhan Fakhri Husaini berhasil unggul dengan skor 4-3.


Sumber : AKURAT.CO

Editor     : Wahyudi




















Jumat, 10 Agustus 2018

Johan Budi Nyaleg Lewat PDI-P, Misbakhun Memuji Keberaniannya


AKURAT.CO, Mukhamad Misbakhun Politisi Partai Golongan Karya, memberikan apresiasi atas keberanian staff Presiden Joko Widodo bidang komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo menjadi bakal Calon Anggota Legislatif, Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maju melalui Partai PDI Perjuangan.

"Saya memuji keberanian Mas @JohanBudiSP yang jelas dan berani mengambil posisi sebagai politisi dan berkhidmat pada partai @PDI_Perjuangan sebagai calon legislatif  di pemilu 2019," kata Mukhamad Misbakhun melalui akun twitter @MMisbakhun.

Mukhamad Misbakhun berharap perjalanan politik Johan Budi SP menuju Parlemen dapat berjalan dengan lancar.
Semoga sukses sebagai Caleg dan terpilih menjadi anggota DPR RI pada periode 2019-2024," kata Dia.

"Memang benar, saya maju menjadi calon anggota legislatif dari partai PDI-P. Saya memutuskan untuk beralih dalam ladang pengabdian yang berbeda yaitu melalui jalur politik," kata Johan Budi melalui pesan singkat.

Mantan juru bicara KPK, Deputi Pencegahan KPK, Hingga Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Johan Budi SP, maju sebagai calon anggota legislatif di daerah pemilihan VII Jawa Timur, yaitu kabupaten Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek.


"Keputusan ini saya ambil setelah melakukan evaluasi terhadap tugas dan pekerjaan saya saat ini dan perenungan dalam enam bulan terakhir serta sudah berdiskusi dengan keluarga," kata Johan.

"Dalam perenungan tersebut, beberapa waktu yang lalu saya ditawari menjadi calon anggota legislatif  oleh PDI-Perjuangan. Tawaran ini akhirnya saya terima dengan penuh pertimbangan, saya akan lebih bisa berkiprah dan berbuat lebih banyak buat negara jika menjadi anggota DPR," kata Johan Budi.

Johan Budi memilih partai PDI-P sebagai partai pendukungnya karena menurutnya partai ini lebih banyak menyentuh dan banyak berbicara tentang rakyat kecil.

"Selain itu konsep partai PDI-P tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila serta Paham Nasionalis Religius yang di usung PDI-P sesuai dengan prinsip saya dalam bernegara," kata Johan Budi.

Pencalonan Johan Budi sebagai calon anggota legislatif menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, sudah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo.

"Pak johan budi sudah meminta izin dari Bapak Presiden dan Bapak Presiden sudah memberikan izin karena baik Pak Johan Budi dan PDI-P maju dari Dapil VII Jatim. kenapa kemudian Presiden memberikan izin karena kebutuhan baik partai dan oleh Pak Johan Budi sendiri," menurut Pramono Anung.

"Johan Budi nama yang cukup Representatif, namanya cukup baik di Publik. Saat yang lalu juga ada usulan internal Johan Budi untuk menjadi Cagub-Cawagub Jatim.Suara-suara itu di tangkap Struktural Partai," tambah pramono anung.


AKURAT.CO