Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2019

Bupati Mandailing Natal Mundur, Karena Jokowi Kalah di Wilayahnya?

Surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution | Dokumentasi

Dahlan Hasan Nasution yang merupakan bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengundurkan diri. Surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kini beredar luas. Bahkan surat itu juga telah dikonfirmasi Dahlan.

“Iyah benar (surat itu),” ujar Dahlan lewat sambungan telepon, Minggu (21/4/2019), siang. 

Dahlan tidak menjelaskan alasan mundur ketika dihubungi. “Ndak usah, sebagaimana surat itu saja sudah,” ujarnya.

Wartawan pun bertanya apakah dia mundur karena terkait hasil pemilu. Soal itu, dia tidak mau menjawab secara pasti. “Gak usah yang lain-lain,” katanya.

Dalam surat yang ditujukan kepada Jokowi, Dahlan menjelaskan perkembangan pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal sejak tiga tahun belakangan.

"Kami maklumkan kepada bapak bahwa pelaksanaan pemilu 2019 di Mandailing Natal, Sumatera Utara berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan."

"Perlu kiranya kami sampaikan kepada bapak dalam tiga tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal cukup siginifikan antara lain Pelabuhan Palimbungan, Pembangunan Rumah Sakit, lanjutan Pembangunan Jalan Lintas Pantai Barat, Rencana Pembangunan Bandara Udara Bukit Malintang, Rencana Pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan setelah terbakar pada bulan Syawal yang lalu dan lain-lain."

Surat itu bernomor: 019.6/1214/TUPIM/2019 tertanggal 18 April 2019. Dahlan meminta mengundurkan diri lantaran hasil pemilu tidak sesuai harapan.




Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 12 April 2019

4 Ruko Hangus Terbakar, 10 Orang Jadi Korban Dalam Ledakan Kuat Yang Terjadi di Medan

Situasi di lokasi pasca ledakan dan kebakaran Jalan Kruing Medan, Sumatera Utara, Kamis(11/4/2019) malam 
| AKURAT.CO/Muhlis

Ledakan kuat yang memicu terjadinya kebakaran, menghanguskan empat ruko di Jalan Kruing, Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (11/4/2019).

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Akibat kejadian itu, empat ruko terlihat luluh lantak dan hangus akibat terbakar, 10 orang menjadi korban. Delapan korban mengalami luka serius dan dua orang korban yang masih balita meninggal dunia.

Seorang saksi mata bernama, Anum, yang bekerja di salah satu ruko penjual oleh-oleh yang terdampak ledakan, mengatakan dua temannya mengalami luka serius di bagian muka.

"Tiba-tiba tadi tedengar ledakan, aku gak tahu lagi darimana asalnya. Tapi dua kawanku jadi korban, mukanya nerdarah," ujar Anum kepada wartawan, Jumat (12/4/2019) dini hari. 

Anum menceritakan, sesaat setelah terjadi ledakan, dirinya langsung keluar dan melihat ada kobaran api besar dari sumber ledakan. Kejadian begitu cepat, ia bahkan tidak dapat memastikan, tapi menurutnya sumber ledakan dari lantai 2 terus menghantam depan dan kiri kanan ruko sampai belakang.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang tiba di lokasi membenarkan jumlah korban sebanyak 10 orang akibat ledakan dan kebakaran tersebut. Bahkan dua korban meninggal masih usia balita.

"Jumlah korban ada 10, delapan diantaranya orang dewasa dan saat ini sudah mendapat pertolongan  di Rumah Sakit Royal Prima dan Advent. Sedangkan dua korban yang meninggal berumur 10 dan 2 tahun," ungkap Dadang.

Sementara untuk sumber dan penyebab ledakan, Kombes Dadang menjelaskan masih menunggu hasil dari tim Labfor Polri Cabang Medan.

Sedangkan untuk memastikan lokasi ledakan, pihak Brimob, Basarnas dan Pemadam Kebakaran sedang bekerja. Dari hasil pengecekan menggunakan alat detektor milik pihak PGN, menunjukkan dilingkungan sekitar masih ada gas.

"Penyebab ledakannya nanti kita tunggu hasil dari Tim Labfor Polri Cabang Medan," ungkap Kombes Dadang.

Kapolrestabes mengimbau masyarakat tidak mendekat di lokasi kejadian. Sebab saat ini dilokasi masih dilakukan pengecekan dan sterilisasi. Saat ini, tim masih berupaya untuk masuk ke dalam ruko melalui jalur belakang.

"Untuk asal api dari toko mana juga belum bisa diketahui karena petugas belum bisa masuk ke dalam," jelasnya.

Berikut nama-nama korban akibat ledakan dan kebakaran tersebut:

1. Rahma Efendi, (43), pemilik Sate Kerang Rahmad, Alamat toko Sate Kerang Rahmad Jalan Kruing nomor 3D. Mengalami Luka Bakar pada seluruh bagian Tubuh Korban dan saat ini masih dalam penangan Pihak Rumah Sakit Royal Prima.

2. Nurmala Dewi Istri Dari Rahmad Efendi (37) Alamat Toko Sate Kerang Rahmad Jl.Kruing Nomor 3D. Kondisi luka bakar pada bagian tubuh korban dan saat ini masih dalam penangan medis pihak Rumah Sakit Royal Prima.

3. Tria (24 ), Perempuan, Mengalami Luka di bagian kepala. 

4. Jafier, laki-laki (10 ) ( Meninggal Dunia) 

5 Eren, Laki-laki, (2)  Meninggal Dunia.

6. Forina wati Jl kruing nomor 3C kondisi  rawat jalan.

7. Frasiska Natalia, Jalan kruing nomor 3C dalam kondisi rawat jalan.

8. Natalia Jl kruing nomor 3C kondisi rawat jalan.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 07 Februari 2019

Direskrimum Polda Sumut Lumpuhkan Pimpinan Begal di Medan

Tersangka begal dan penadah | AKURAT.CO/Muhlis

Komplotan begal yang beraksi di Jalan Sutrisno, Medan, pada Senin (28/1/2019), lalu, akhirnya berhasil dibeluk anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Aksi begal itu terekam kamera pengintai milik warga. Saat itu, komplotan berhasil merampas sebuah sepeda motor.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar (Kombes) Andi Rian mengatakan bahwa pimpinan begal yang dilumpuhkan berinisial SN.

"Selain pimpinan dari komplotan kawanan begal, SN alias S ini merupakan eksekutor dari perampokan di Jalan Sutrisno medan beberapa waktu lalu. anggota dengan terpaksa menembak kaki pelaku karena pada saat penangkapan berusaha kabur," ujar Kombes Andi Rian, Rabu (6/2/2019).

Tim Pengamanan Gangguan Khusus Kepolisian Resor Kota Besar Medan juga membekuk seorang anggota komplotan berinisial MRP (16) yang masih berstatus pelajar.

"Kita sangat sesalkan salah satu pelaku ternyata masih remaja dan berstatus pelajar," ujar Kombes Andi.

Polisi juga berhasil menangkap dua orang yang berperan sebagai penadah barang hasil begal berinisial MIS dan MRS.

"Hasil kejahatan dijual kepada penadah seharga Rp 3 juta hingga Rp 4 juta rupiah," menurutnya.

Kombes Andi Rian menambahkan sebelum beraksi di Jalan Sutrisno, komplotan yang berjumlah tujuh orang beraksi di Medan Sunggal.

"Sebelumnya komplotan ini juga beraksi di medan sunggal. Saat ini tim masih memburu lima orang pelaku yang masih buron yang sudah melarikan diri keluar kota," kata Andi.

Video aksi begal itu kini viral di media sosial. Dalam beraksi, mereka memepet korban yang naik kendaraan hingga terjatuh. Setelah terjatuh, pelaku menodongkan senjata tajam dan merampas kendaraannya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 04 Februari 2019

Polisi Medan Masih Selidiki Kader Ormas Ikatan Pemuda Karya Yang Tewas Dikeroyok

Ilustrasi - Penjara | AKURAT.CO/Ryan

Kasus kematian anggota organisasi kepemudaan di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara, masih dalam penyelidikan Anggota Kepolisian Resor Kota Besar Medan.

"Penyidik masih memeriksa rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian dan Kami masih melakukan penyelidikan". Ujar Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Dadang Hartanto.

Dari hasil informasi yang diperoleh petugas menyebutkan korban bernama Jarisman Saragih. Dia adalah kader organisasi Ikatan Pemuda Karya Kecamatan Labuhan Deli.

Sebelum peristiewa terjadi, korban baru selesai mengikuti pelantikan pengurus anak cabang Ikatan Pemuda Karya Kecamatan Medan Timur dan PAC IPK Medan Perjuangan di Lapangan Sepak Bola Gajah Mada.

Lalu sekitar pukul 16.00 WIB, korban pulang menggunakan sepeda motor dari Jalan Krakatau menuju Jalan Cemara tujuan Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli.

Namun setibanya di Jalan Haji Anif, dia dihadang sejumlah orang tidak dikenal. Selanjutnya, korban dikeroyok dan akhirnya meninggal dunia di tempat. 


Sumber: AKURAT.CO