Tampilkan postingan dengan label Kendaraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendaraan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2019

Blue Bird Hadirkan 30 Taksi Listrik Canggih Untuk Pertama Kalinya

Peresmian armada taksi Bluebird menggunakan mobil listrik di Kantor Pusat Bluebird , Jakarta, Senin (22/4)
 | AKURAT.CO/Vidyandini Agivonia

Salah satu perusahaan transportasi darat yang sudah sangat populer yaitu Blue Bird, telah meresmikan peluncuran armada taksi bertenaga listrik. Armada listrik tersebut akan digunakan untuk layanan taksi Blue bird dan Silver bird. 

Armada taksi listrik Bluebird menggunakan dua model, yaitu BYD e6 A/T sebangak 25 unit dan Tesla Model X 75D A/T sebanyak 5 unit.

"Selama setahun kita  telah menghadap lebih enam instansi untuk membuat rencana yang pada hari ini kita selesaikan menjadi realisasi. Kami sadar pengurangan emisi karbon masih jauh dibawah target utk itu kita berpartisipasi aktif," kata Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono saat acara peresmian di Kantor Pusat Blue Bird, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Pada bulan Mei 2019, rencananya sejumlah unit armada taksi listrik ini akan mengaspal di wilayah Jabodetabek.

Blue Bird juga merencanakan 200 unit taksi listrik hingga tahun 2020-2025.

Peluncuran Taksi Listrik Bluebird. AKURAT.CO/Vidyandini Agivonia

Blue Bird yakin dengan adanya inovasi transportasi listrik ini akan menghilangkan 434 kg emisi CO2 atau konsumsi  sebanyak 1,8 juta liter BBM.

Mobil lsitrik BYD merupakan pabrikan mobil listrik asal Cina. Sedangkan Tesla, pabrikan mobil listrik asal Inggris yang terkenal dengan pendirinya yaitu Elon Musk.

Peresmian taksi bertenaga listrik pertama di Indonesia ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah.

"Kami ucapkan selamat kepada Blue Bird yang mempelopori pengguanaan taksi listrik," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan.

Selain itu, apresiasi juga diucapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Mereka juga turut melakukan test drive taksi bertenaga listrik dengan model Tesla.

Blue Bird juga menggandeng World Wide Fund For Nature (WWF) dan Jagha Bumi dalam mengadakan program One Ride One Seed. Di mana setiap penumpang dari kendaraan taksi listrik Blue Bird dan Silver Bird akan turut kontribusi terhadap ditanamnya satu pohon di aliran sungai Ciliwung.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 12 Februari 2019

Mulai Rabu E-Tilang Diterapkan! Bawa Kendaraan di Solo Harus Lebih Hati-hati Meski Tak Ada Polisi

Ilustrasi - Hakim | AKURAT.CO/Candra Nawa

Mulai Rabu (13/2/2019), polisi lalu lintas Kota Solo menerapkan sistem electronic traffic law enforcement atau tilang dengan menggunakan media closed circuit television. Warga Solo maupun luar kota yang melintas di jalanan kota bengawan harus mematuhi peraturan lalu lintas, kendati tidak terlihat polisi berjaga-jaga. Pasalnya.

Kepala Unit Regident Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Surakarta Ajun Komisaris Polisi Suryo Wibowo mengatakan bahwa telah dilakukan sosialisasi kebijakan tersebut dan juga telah uji coba.

“Nanti akan lihat, bagaimana, apakah sesuai dengan prediksi kita atau bagaimana,” katanya.

AKP Suryo Wibowo menambahkan ada 66 CCTV yang digunakan untuk memantau arus lalu lintas. Selain itu, juga telah disiagakan petugas yang dibagi dalam dua shift untuk mengawasi monitor di ruang traffic management control.

“Sejauh ini belum ada masalah. Ketika cuaca burukpun tidak menggangu proses pengiriman data tampilan dari kamera. Petugas kami akan bergantian melakukan pemantauan. Jika terjadi pelanggaran, hasil tangkapan kamera akan kami screenshot dan ditelusuri nopol pemilik kendaraan. Setelah itu, bukti pelanggaran kami kirim kepada pelanggar tersebut,” jelas AKP Suryo.

Selain 66 titik CCTV polisi, nanti pemantauan juga akan menggunakan CCTV milik Dinas Perhubungan Kota Solo. Hanya saja karena saat ini penerapan baru akan diberlakukan di sejumlah jalan protokol dan kawasan tertib lalu lintas, maka sementara hanya menggunakan CCTV milik polisi.

Polisi juga sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan, misalnya jika kendaraan yang digunakan pelanggar ternyata milik orang lain sehingga menyulitkan pelacakan.

“Jadi surat verifikasi dan bukti foto kita kirim ke pemilik awal dari dasar data Samsat. Nanti apabila kendaraan tersebut ternyata sudah dijual, dan belum dibalik nama, pemilik awal tinggal datang dan menunjukkan bukti pembelian kendaraan tersebut. nanti kita kirim ke alamat pemilik yang sekarang. Begitu pula kalau kendaraan tersebut ternyata dipinjam,” kata Suryo.

Pada Minggu (10/2/2019), kemarin, jajaran Satlantas Polresta Solo sosialisasi di kawasan car free day, tepatnya di Markas Korps II.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 07 Februari 2019

Direskrimum Polda Sumut Lumpuhkan Pimpinan Begal di Medan

Tersangka begal dan penadah | AKURAT.CO/Muhlis

Komplotan begal yang beraksi di Jalan Sutrisno, Medan, pada Senin (28/1/2019), lalu, akhirnya berhasil dibeluk anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Aksi begal itu terekam kamera pengintai milik warga. Saat itu, komplotan berhasil merampas sebuah sepeda motor.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar (Kombes) Andi Rian mengatakan bahwa pimpinan begal yang dilumpuhkan berinisial SN.

"Selain pimpinan dari komplotan kawanan begal, SN alias S ini merupakan eksekutor dari perampokan di Jalan Sutrisno medan beberapa waktu lalu. anggota dengan terpaksa menembak kaki pelaku karena pada saat penangkapan berusaha kabur," ujar Kombes Andi Rian, Rabu (6/2/2019).

Tim Pengamanan Gangguan Khusus Kepolisian Resor Kota Besar Medan juga membekuk seorang anggota komplotan berinisial MRP (16) yang masih berstatus pelajar.

"Kita sangat sesalkan salah satu pelaku ternyata masih remaja dan berstatus pelajar," ujar Kombes Andi.

Polisi juga berhasil menangkap dua orang yang berperan sebagai penadah barang hasil begal berinisial MIS dan MRS.

"Hasil kejahatan dijual kepada penadah seharga Rp 3 juta hingga Rp 4 juta rupiah," menurutnya.

Kombes Andi Rian menambahkan sebelum beraksi di Jalan Sutrisno, komplotan yang berjumlah tujuh orang beraksi di Medan Sunggal.

"Sebelumnya komplotan ini juga beraksi di medan sunggal. Saat ini tim masih memburu lima orang pelaku yang masih buron yang sudah melarikan diri keluar kota," kata Andi.

Video aksi begal itu kini viral di media sosial. Dalam beraksi, mereka memepet korban yang naik kendaraan hingga terjatuh. Setelah terjatuh, pelaku menodongkan senjata tajam dan merampas kendaraannya.



Sumber: AKURAT.CO