Tampilkan postingan dengan label Golkar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Golkar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2019

Pembawa Atribut Partai Golkar di Kampanye Prabowo Akan Diberi Sanksi

Anggota Komisi II DPR RI Ace Hasan Syadzily | AKURAT.CO/Dedi Ermansyah

Dalam kampanye capres 02 Prabowo Subianto-Sandia Uno, bendera Partai Golkar kembali muncul. Kali ini, bendera partai berlambang pohon beringin itu muncul saat kampanye Prabowo di Solo, Jawa Tengah. Padahal, partai ini mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Ace Hasan Syadzily, ketua DPP Golkar,  mengatakan pihaknya akan menelusuri pihak yang membawa atribut partainya dalam tersebut.

"Kami akan telusuri pihak-pihak yang membawa atribut Partai Golkar yang digunakan untuk kepentingan kampanye yang tidak sesuai dengan keputusan partai," kata Ace Hasan Syadzily kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi bagi siapa pun yang tidak mematuhi keputusan partai.

"Partai Golkar akan bersikap tegas dalam memberikan sanksi kepada siapapun kader yang menggunakan atribut partai," sebutnya.

Bukan hanya itu, Golkar akan melaporkan pihak yang membawa atribut Partai Golkar di kampanye Prabowo itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Jika sudah ditemukan pihak yang menggunakan atribut Partai Golkar dalam kampanye 02, kami akan laporkan ke Bawaslu dan pihak yang terkait," tegas Ace.



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 22 Maret 2019

PSI Dituding Jadi Penyebab Tergerusnya Elektabilitas Jokowi

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie usai memenuhi panggilan Kepolisian di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018). | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Andi Sinulingga, selaku ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, menyalahkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dibalik tergerusnya elektabilitas capres petahana Joko Widodo.

"Blunder PSI memberikan sumbangan pada turunnya elektabilitas Jokowi. Resistensi rakyat terhadap PSI tinggi sekali dan itu berpengaruh negarif pada Jokowi," ujar Andi Sinulingga kepada wartawan, Jumat (22/3/2019). 

Menurut Andi beberapa sikap PSI yang dinilai bertentangan dengan sikap Jokowi dan partai koalisi lainnya antara lain penolakan PSI terhadap Perda Syariah dan larangan berpoligami bagi PNS.

"Narasi PSI atas Perda Syariah berkonotasi negatif atas apa yang dinamakan syariah Islam, seolah-olah syariah Islam itu tidak baik. Hal-hal seperti itu menyakitkan bagi sebagian besar pemeluk agama Islam," ujar Andi.

Dalam survei Litbang Kompas pada Maret 2019, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 49,2% sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga yaitu 37,4%. Elektabilitas Jokowi turun dari 52,6% di Oktober 2018.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 18 September 2018

Dugaan Konspirasi SBY, Misbakhun : Semoga KPK Punya Nyali Lanjutkan Kasus Century


Anggota DPR Komisi XI DPR Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun meminta KPK
melanjutkan kasus bailout Bank Century agar kasus tersebut tuntas sampe ke dalang di balik kasus itu.

Masyarakat Indonesia tengah dibuat heboh terkait dengan artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel pada Senin (11/9) lalu.


Hasil investigasi mengungkap adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”.

Dalam artikelnya sebanyak 30 pejabat diduga terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mukhamad Misbakhun turut berkomentar terhadap pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya.

Pejuang perpajakan tersebut terpantau AKURAT.CO pada Kamis (13/9) melalui linimasa twiternya @MMisbakhun menuliskan, Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus Bailout Bank Century yg saat ini terhenti hanya pd kasus Pak Budi Mulya. Fakta yg diungkap oleh @asiasentinel makin menguatkan teori konspirasi spt dugaan awal Tim 9 Inisiator Hak Angket DPR. Gusti Ora Sare.

Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus Bailout Bank Century yg saat ini terhenti hanya pd kasus Pak Budi Mulya. Fakta yg diungkap oleh @asiasentinel makin menguatkan teori konspirasi spt dugaan awal Tim 9 Inisiator Hak Angket DPR. Gusti Ora Sare. https://t.co/wHugRTcpQe

— M.Misbakhun (@MMisbakhun) September 12, 2018

Laporan berjudul "Indonesia's SBY Government: "Vast Criminal Conspiracy" yang ditulis John Berthelsen itu menyebutkan bahwa ada keterkaitan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan kasus Bank Century yang mencuri sebanyak 12 miliar dolar AS dari para pembayar pajak, dan mencucinya melalui bank-bank internasional.

Mukhamad Misbakhun yang juga politisi Partai Golkar lanjut mencuitkan, Bagi saya perjuangan menuntaskan kasus Century oleh @KPK_RI sampai tuntas adalah ujian konsistensi. Waktu yg menjadi bukti. Terus memantau perkembangan kasus Century bersama sahabat saya para inisiator; Bang @akbarfaizal68 , Bang @Maruarar_Sirait , Bunda @Lilywahid.

Bagi saya perjuangan menuntaskan kasus Century oleh @KPK_RI sampai tuntas adalah ujian konsistensi. Waktu yg menjadi bukti. Terus memantau perkembangan kasus Century bersama sahabat saya para inisiator; Bang @akbarfaizal68 , Bang @Maruarar_Sirait , Bunda @Lilywahid.

— M.Misbakhun (@MMisbakhun) September 12, 2018

Setiap saya bicara soal kasus Century atau ada media yg membuka kembali kasus tersebut bisa dipastikan ada mantan yg post power syndrome cenat-cenut jantung nya. Lalu ada staf kakus nya bergigi keropos mengigau dg lagu usang yg dinyanyikan ulang.

— M.Misbakhun (@MMisbakhun) 12 September 2018

Pihak Partai Demokrat langsung bereaksi dan segera membantah tuduhan yang disematkan pada Ketua Umumnya ini. Melalui Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Ferdinand Hutahaean, Demokrat menyatakan bahwa semua yang dituliskan di situ tidak lebih dari sebuah halusinasi yang buruk.

"Mengarang sebuah cerita dengan kisah-kisah fiktif yang diolah seolah kebenaran," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/9).

Ferdinand mengatakan tidak ada satupun kaitan Bank Century dengan SBY, Demokrat maupun kader Demokrat.


Sumber  : Akurat.co

Editor     : Wahyudi

Misbakhun : Kasus Bailout Century Harus Diungkap Tuntas Dalangnya


Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun berharap agar KPK mengusut tuntas kasus Bailout Bank Century dan tidak hanya berhenti di kasus Budi Mulya saja.

Kasus skandal pencucian uang melalui Bank Century kembali mencuat setelah media Asia Sentinel mengungkap adanya konspirasi pencucian uang negara hingga USD 12 miliar.

Artikel yang ditulis oleh John Berthelsen itu menyebabkan Wasekjen Demokrat Andi Arief menyerang Politikus partai Gokar Mukhamad Misbakhun. Dia menuduh Misbakhun ada di balik artikel tersebut.

"Tulisan di Asia Sentinel tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi BPK dan Pansus Angket DPR 2009-2014," tegas Misbakhun.

Misbakhun mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak terkait dengan kasus Century sesuai hasil putusan pada tingkat  Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.

“Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya di batalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut,” kata Misbakhun dalam ketarangan yang diterima AKURAT.CO, Kamis (13/9).

Misbakhun menegaskan, dalam kasus penahanannya dulu oleh kepolisian bukan karena kasus Bank Century.

“Silakan lihat dokumen surat perintah penahanan saya oleh penyidik Bareskrim Polri jelas tertulis bahwa penahanan saya ‘karena melawan SBY’. Jadi tidak ada kaitannya dengan dokumen fiktif yang dituduhkan,” pungkasnya.

Bagi Misbakhun, politik adalah ladang perjuangannya. Sehingga, dia pun mendorong KPK supaya mengusut tuntas kasus Century ini dan tidak berhenti hanya di kasus Budi Mulya saja.

“Dalang kasus Century ini harus diungkap tuntas karena semua dokumen (hasil audit investigasi BPK, audit perhitungan kerugian negara, laporan Pansus Hak Angket Century DPR RI, dan putusan kasus Budi Mulya) mengarah pada dugaan keterlibatan presiden SBY yang ternyata mengetahui proses bailout yang melanggar hukum tersebut,” tegas Misbakhun.


Misbakhun mengaku konsisten mengkritik dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan SBY kala itu, mulai dari kasus bailout Bank Century, sampai ketika SBY sibuk mempromosikan AHY.

“Menurut pandangan saya kebijakan-kebijakan itu akan berimplikasi kepada rakyat Indonesia dan kepada negeri ini. Maka saya memberikan kritik, itu bagian dari dialektika demokrasi yang wajar,” tuturnya.


Sumber   : Akurat.co

Editor      : Wahyudi








Kamis, 13 September 2018

Tudingan Andi Arief Tanpa Bukti, Mukhamad Misbakhun


Dalam artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, termuat cuplikan hasil investigasi pencucian uang di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono (SBY). Artikel tersebut menimbulkan reaksi dari Wasekjen partai Demokrat Andi Arief yang menuding Politikus partai Golkar dibalik artikel di situs media daring tersebut.

Pernyataan Wasekjen partai Demokrat Andi Arief langsung dibantah oleh Misbakhun.

“Soal tuduhan yang disampaikan silakan tanya ke Mas Andi Arief lagi. Kan dia yang melempar isu itu. Silahkan dia yang membuktikan. Selama ini kan dia sukanya menuduh tanpa bukti. Bicara soal Jenderal Kardus, bicara soal mahar politik semua isu yang dia lemparkan lenyap begitu saja tanpa bukti,” kata Misbakhun dalam keterangan yang diterima AKURAT.CO, Kamis (13/9).

“Memangnya saya ini siapa kok sampai dianggap bisa menggerakkan media asing untuk menulis soal Century,” tegas Misbakhun.

Misbakhun menegaskan, John Berthelsen dalam rekam jejaknya tidak hanya menulis soal skandal Bank Century, karena dia fokus mencermati skandal-skandal besar di negara lain.

"Perihal tulisan di Asia Sentinel itu juga tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi BPK dan Pansus DPR 2009-2014. Semua juga sudah terpublikasi," pungkasnya.

"Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya dibatalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat menyerang politikus Golkar Mukhamad Misbakhun. Menurut dia, anggota DPR RI itu di belakang berita media asing, Asia Sentinel, mengenai skandal Bank Century dan kaitannya dengan rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lewat Twitter, Andi meminta publik menanyakan soal skandal Century kepada Misbakhun. Pasalnya, menurut dia, bekas politikus PKS itu adalah bagian dari skandal tersebut.

"Kasus century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus century Misbakhun yang paham soal century, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku," kata Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief.


Sumber      : Akurat.co

Editor          :  Wahyudi

Jumat, 10 Agustus 2018

Ketum Golkar Andalkan Misbakhun, Menangkan Khofifah-Emil di Probolinggo

Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim), Ketua umun partai golkar airlangga hartarto turun langsung dalam pemenangan pasangan calon Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Airlangga Hartarto bahkan ikut serta dalam kampanye akbar khofifah-emil di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (23/6).

Hadir pula Ketua Umur Partai Hanura Oesman Sapta yang juga ikut serta dalam kampanye akbar Khofifah-Emil di stadion Banyuangga, Kota Probolinggo itu. Dalam orasinya Airlangga menyatakan bahwa jatim akan segera memiliki gubernur baru hasil pilkada 2018.

"Saya dan Pak Oesman berada di sini untuk memenangkan Bu Khofifah," ujar Airlangga.

Menteri perindustrian di kabinet kerja itu menyampaikan, masyarakat Probolinggo harus memilih Khofifah demi kemajuan Jatim. Untuk itu, Airlangga secara khusus menugaskan Kader Golkar yang juga legislator partai Golkar dari Daerah Pemilihan Jatim II Mukhamad Misbakhun untuk menyerap aspirasi masyarakat Probolinggo.

Airlangga mengatakan "Kalau ada apa-apa, minta ke Pak Misbakhun," ditimpali tawa dan aplaus ribuan masa.

Misbakhun mengaku siap all-out untuk memenangkan Khofifah-Emil. Misbakhun akan mengerahkan relawan pendukungnya untuk menjaring suara sekaligus mengamankan suara hasil pemilihan pada 27 juni mendatang.
Pilgub Jatim merupakan Pilkada yang strategis bagi partai Golkar dalam rangka menghadapi Pemilu 2019. karena itu, totalitas Golkar untuk memenangkan Khofifah-emil tak perlu diragukan lagi.

Golkar secara total memberikan dukungan optimal dengan mengerahkan jaringan sebanyak mungkin, Memberikan gebyar yang meriah dan menyajikan atraksi di lapangan agar membuat publik selalu mengingat kebesaran Golkar," Ungkapnya.

Sumber : AKURAT.CO