Tampilkan postingan dengan label Jokowi-Ma'ruf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi-Ma'ruf. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2019

Pemilu 2019, Jokowi-Ma'ruf Jadi 'Juara' di Kota Madiun

Capres Jokowi dan Cawapres Ma'ruf Amin bersama seluruh ketua umum dan sekjen parpol koalisi memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di Resto Plataran Menteng Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin unggul di tingkat Kota Madiun, Jawa Timur yang dilakukan oleh KPU setempat.

"Hasil penghitungan suara pilpres pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dalam perolehan suara atas pasangan Prabowo-Sandiaga Uno," ujar Komisioner KPU Kota Madiun Rokhani Hidayat di Madiun, Kamis (2/5/2019).

Menurut data, Jokowi-Ma'ruf berhasil meraih sebanyak 84.998 suara dari suara sah. Sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno hanya mendapat 34.069 suara.

Rokhani menjelaskan, jumlah warga Kota Madiun yang memiliki hak pilih mencapai 152.924 orang. Dari jumlah tersebut yang menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu Serentak 2019 April lalu mencapai 121.438 orang atau sekitar 80-an persen. Dari jumlah tersebut suara sah mencapai 119.067, sedangkan suara tidak sah mencapai 2.371 suara.

Tercatat pada formulir DB-1 untuk pilpres saja, tingkat partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya mencapai 79,43 persen dari 152.895 jumlah pemilih. DPR RI 78,84 persen, DPD RI 79,16 persen, DPRD Jatim 78,85 persen, dan DPRD Kota Madiun 78,95 persen.

Rokhani mengatakan adapun perbedaan persentase jumlah partisipasi masyarakat itu disebabkan karena dalam pelaksanaan pemilu 2019 terdapat tiga kategori pemilih. Antara lain, pemilih yang tercatat di DPT, DPTb, dan DPK.

"Untuk pemilih yang tercatat di DPT dan DPK, otomatis mereka mendapatkan lima surat suara. Sedangkan, pemilih yang terdaftar dalam DPTb maksimal mereka hanya mendapat empat surat suara," terangnya.

Selain itu, KPU Kota Madiun juga mencatat partisipasi dalam Pemilu 2019 untuk pemilih dalam kategori disabilitas juga cukup tinggi. Dari 247 jumlah pemilih disabilitas yang tercatat dalam DPT, DPTb dan DPK, terdapat ada 215 orang yang menggunakan hak pilihnya untuk memilih presiden.



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 26 April 2019

Selisih 6,6 Juta Suara, Jokowi Makin Jauh Tinggalkan Prabowo

Real Count KPU | Istimewa

Berdasarkan Sistem Informasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU), pada Jumat pagi ini, perolehan suara pasangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai selisih 6.675.742 suara atau 12,12% dari perolehan suara Prabowo Subianto. 

Dari total suara yang sudah diinput ke dalam sistem, catatan suara untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf adalah 30.858.387 atau 56,06% sedangkan untuk pasangan Prabowo-Sandi adalah 24.182.645 atau 43,94%.

Jokowi-Ma’ruf unggul di 21 provinsi dan luar negeri, sementara Prabowo-Sandi unggul di 13 provinsi.

Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah tercatat adalah sebanyak 292.964 TPS atau 36,02 persen dari dari total 813.350 TPS di dalam dan luar negeri.

Situng bisa diakses secara bebas melalui laman pemilu2019.kpu.go.id. Penghitungan suara di laman ini terus dimutakhirkan secara berkala.

Data yang dimasukkan ke Situng adalah data formulir C1 atau hasil penghitungan tiap TPS yang dipindai dan diunggah ke sistem.

Penghitungan suara pada Situng yang seringkali disebut dengan “real count KPU” itu merupakan bentuk transparansi bagi masyarakat untuk turut memantau proses pascapemilu.

Data pada Situng tidak akan menjadi hasil resmi perolehan suara akhir. Penetapan rekapitulasi suara akhir tetap dilakukan berdasarkan penghitungan manual berjenjang dari kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, kemudian nasional.

Penghitungan manual di tingkat nasional sesuai jadwal semestinya telah dilakukan Kamis (25/4), namun KPU menyatakan belum bisa memulai karena masih menunggu rekapitulasi dari provinsi.



Selasa, 23 April 2019

Jokowi Selisih 3 Juta Suara dengan Prabowo Pada Hasil Real Count KPU Selasa Siang

Relawan memasukkan data (entri data) form C1 hasil perhitungan surat suara pemilu 2019 provinsi DKI Jakarta di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Minggu (22/4/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Berdasarkan data penghitungan suara "real count" KPU RI pada Selasa 23 April 2019, pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin unggul sementara dari Prabowo-Sandi.

KPU RI melalui situs Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) hingga pukul 12.14 WIB, mencatat Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh suara sebanyak 16.843.344 atau setara dengan 55,11 persen dari suara yang masuk.

Sementara untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno baru memperoleh 13.719.288 suara atau setara dengan 44,89 persen. Keduanya selisih sekitar 3 juta suara.

Untuk data perolehan suara kedua pasangan calon tersebut akan terus mengalami perubahan karena belum seluruh data dihimpun dari 34 provinsi di Indonesia oleh KPU RI melalui situs KPU RI.

Perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengalami kenaikan sekitar satu juta suara, jika dibandingkan dengan data satu hari sebelumnya melalui situs yang sama.

Hingga Pukul 12.14 WIB, KPU RI baru mencatat 161.481 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 813.350 TPS atau setara dengan 19,44 persen.

Situng KPU merupakan penghitungan resmi KPU RI menggunakan pemindaian form C1 dari setiap TPS di Tanah Air. Namun KPU tetap akan menggunakan perhitungan manual berjenjang untuk memutuskan penetapan hasil Pemilu 2019.

Pada penyelenggaran Pilpres 2014 KPU RI menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak dengan perolehan 70.997.85 suara atau 53,15 persen.

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memperoleh suara sebanyak 62.576.444 atau setara dengan 46,85 persen.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 11 April 2019

Mahfud MD Titip Pesan Khusus Buat Milenial Menjelang Pemilu

Mahfud MD | Pakar Hukum

Pemilihan umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019 mendatang tinggal menghitung hari. Semua calon pemilih diharapkan segera menentukan sikap politiknya.

Mahfud MDMantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), berpesan kepada masyarakat agar menggunakan hak suara sebaik mungkin. Pesan ini ia tujukan terutama kepada para kaum millennial.

Seperti yang terlihat pada cuitan akun Twitter pribadinya ini.



Cuitan ini tentunya mengundang banyak komentar, salah satunya dari akun @gilangadit7

“Tapi kan pak, tidak memilih juga hak individu. Disaat kedua paslon kurang meyakinkan karena hanya memperlihatkan pertengkaran, sindir menyindir, apa kami salah jika tidak memilih keduanya? Ibarat mau beli sepatu ke took sepatu, tapi yang didisplaykan bukan sepatu tapi baju, ya kami nggak jadi beli," tulis pemilik akun twitter @gilangadit7

Komentar lain dituliskan oleh akun @Lanakadiva

“Jangan golput, berat. Demokrasi nggak akan kuat.

Nyoblos ajaa~,” tulis pemilik akun twitter @lanakadiva.

Bagaimana? Sudah menentukan pilihanmu di 17 April nanti?




Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 10 April 2019

Pembawa Atribut Partai Golkar di Kampanye Prabowo Akan Diberi Sanksi

Anggota Komisi II DPR RI Ace Hasan Syadzily | AKURAT.CO/Dedi Ermansyah

Dalam kampanye capres 02 Prabowo Subianto-Sandia Uno, bendera Partai Golkar kembali muncul. Kali ini, bendera partai berlambang pohon beringin itu muncul saat kampanye Prabowo di Solo, Jawa Tengah. Padahal, partai ini mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Ace Hasan Syadzily, ketua DPP Golkar,  mengatakan pihaknya akan menelusuri pihak yang membawa atribut partainya dalam tersebut.

"Kami akan telusuri pihak-pihak yang membawa atribut Partai Golkar yang digunakan untuk kepentingan kampanye yang tidak sesuai dengan keputusan partai," kata Ace Hasan Syadzily kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi bagi siapa pun yang tidak mematuhi keputusan partai.

"Partai Golkar akan bersikap tegas dalam memberikan sanksi kepada siapapun kader yang menggunakan atribut partai," sebutnya.

Bukan hanya itu, Golkar akan melaporkan pihak yang membawa atribut Partai Golkar di kampanye Prabowo itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Jika sudah ditemukan pihak yang menggunakan atribut Partai Golkar dalam kampanye 02, kami akan laporkan ke Bawaslu dan pihak yang terkait," tegas Ace.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 28 Maret 2019

Hasil Survei CSIS: Jokowi-Ma'ruf 51,4 Persen, Prabowo-Sandi 33,3 Persen

Tim survei CSIS, Philips J Vermonte, Arya Fernandes, Noory Okthariza di acara paparan survei Nasional yang bertajuk 'Menjelang 17 April 2019: Pertarungan antara Elektabilitas dan Mobilisasi Pemilih' di hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (28/3/2019). | AKURAT.CO/Khalishah Salsabila

Hasil survei yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS), pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf unggul.

CSIS mencatat tingkat elektabilitas paslon capres 01 sebesar 51,4 persen. Sedangkan tingkat elektabilitas paslon capres nomor urut 02, Prabowo-Sandi hanya 33,3 persen .

"Masih ada sekitar 14,1 persen dari responden kita yang tidak jawab. Dan 1,2 persen yang belum menentukan pilihannya," ujar pengamat politik CSIS, Arya Fernandes di acara paparan survei Nasional yang bertema ' Menjelang 17 April 2109: Pertarungan antara Elektabilitas dan Mobilisasi Pemilih', di bilangan Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

Arya mengungkapkan dengan hasil survei tersebut, jumlah pemilih yang belum memantapkan pilihannya masih dalam angka yang terbilang besar.

"Jadi yang tidak jawab dan rahasia ini masih sangat besar," ungkapnya

Survei tersebut dilaksanakan pada periode 15-22 Maret 2019 dengan metode multistage random sampling dan dilakukan dalam wawancara tatap muka dengan jumlah sample 1960 yang tersebar secara proposional di 34 Provinsi Indonesia.

"Menggunakan sample sevesar 1960 responden, margin of error survei ini sebesar +/- 2,21 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," tutupnya.



Sumber: AKURAT.CO