Tampilkan postingan dengan label Pilpres 2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilpres 2019. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2019

Prabowo-Sandi Diminta Tegas Larang Pendukungnya Unjuk Rasa

Prabowo-Sandi sikapi Penetapan Hasil Pemilu 2019. | Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani

Arsul Sani, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menghimbau kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tegas meminta pendukung mereka menghentikan unjuk rasa.

Menurut Arsul, unjuk rasa yang berlangsung pada 21-22 Mei 2019 terbukti telah mengganggu sistem keamanan dan kenyamanan masyarakat. Unjuk rasa itu juga rawan ditunggani pengacau atau perusuh. Sehingga keadaan bisa kurang terkendali

“Selama dua hari ini terjadi unjuk rasa di luar batas kewajaran meskipun itu katanya dilakukan oleh massa bayaran,” kata Arsul saat ditemui di kantor DPP PPP, Kamis (23/5/2019). 

Arsul menyebut unjuk rasa itu terbukti banyak mudharatnya. Sehingga ia meminta Prabowo dan para elit politik pendukungnya secara tegas memerintahkan untuk tidak lagi unjuk rasa.

Arsul juga menyebutkan bahwa pada dasarnya unjuk rasa tidak dilarang, namun ada aturan yang harus dipenuhi. Para pengunjuk rasa harus tertib dan mematuhi batasan waktu berunjuk rasa yang harus berakhir pada pukul 18.00.

“Kalau pun itu masih ada ekspresi unjuk rasa harus ditegaskan bahwa harus sesuai peraturan undang-undang. Begitu jam 18.000 berakhir,” imbuh Arsul.

Sehingga kondisi tetap kondusif serta proses hukum dan demokrasi bisa berjalan seiring, tidak kontradiktif.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 24 April 2019

Klaim Menang Pilpres, Ini Sumber Data Penghitungan Suara Prabowo-Sandi

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan orasinya pada acara 'Syukur Kemenangan Rakyat' di Rumah Kartanegara, Jakarta, Jumat (19/4/2019). | AKURAT.CO/Endra Prakoso

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengklaim kemenangannya masih menjadi topik hangat yang diperbincangkan publik.

Kepercayaan diri kubu Prabowo didasari atas hasil perhitungan yang dilakukan internal tim Badan Pemenangan Nasional (BPN), dimana dalam proses tersebut, mantan Danjen Kopassus itu mendapat suara sebesar 62 persen.

Ternyata perhitungan suara tersebut didapat dari divisi relawan, Ruang Sandi yang mengklaim memiliki data valid hasil pemungutan suara 17 April 2019 kemarin.

Koordinator Nasional Ruang Sandi, Dimas mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja mengawal proses pemilu 2019 ini sejak awal, dan berhasil mengumpulkan form C1 dari 20 ribu TPS se-Indonesia.

"Ya salah satunya dari kami, tapi pasti BPN punya tim internalnya lain lagi yang lebih kaya sumber dayanya, kalau kami terbatas," ujar Dimas saat ditemui di Media Center Prabowo-Sandiaga, Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Adapun form C1 yang jadi rujukan dalam perhitungan suara itu didapat Dimas dan rekan-rekannya lewat komunikasi whatsapp antar relawan Ruang Sandi. Bahkan, hingga saat ini, sudah ada 13 ribu data yang telah disortir dan terverifikasi untuk kemudian diolah untuk perhitungan.

"Kalau fotonya ngeblur, tidak jelas nomor TPS, nama kecamatan, kami tidak terima. Tidak ada tanda tangan KPPS lengkap kami juga tak terima," jelasnya.

Menurut Dimas, Ruang Sandi menyajikan data yang berimbang meski bentukan dari badan relawan Prabowo-Sandi. Ia pun mengklaim seluruh data yang didapat berasal dari sejumlah wilayah secara acak, bukan hanya berasal dari kantong suara Prabowo-Sandi.

"Kami terima data dari masyarakat datanya se-Indonesia, tidak ada sampel dari kantong suara mana pun karena datanya random, banyak data yang masuk 01 menang kita masukin juga, kita terima kita tampilkan," tegasnya.

Sebagai informasi data Ruang Sandi setiap harinya masuk hingga pukul 11 malam. Data masuk tersebut diolah dan ditampilkan versi terbarukan pukul 10 pagi setiap harinya.

Sementara itu, merujuk pada situs resmi Komisi Pemilihan Umum, pemilu2019.kpu.go.id proses perhitungan real count hingga saat ini masih sekitar 27 persen. Berdasarkan pantauan AKURAT.CO pada situs tersebut pertanggal 24 April 2019 pukul 08.35 WIB, paslon Jokowi-Ma'ruf masih unggul 55 persen suara dari rivalnya, Prabowo-Sandi di angka 44,5 persen.

Jumlah ini masih akan terus bertambah, mengingat masih banyaknya suara yang belum terhitung, dan proses perhitungan bakal berakhir dalam rentang waktu 20 April hingga 8 Mei 2019.



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 12 April 2019

UAS Pastikan Dirinya Netral di Pilpres 2019 Melalui YouTube

Ustadz Abdul Somad | ISTIMEWA

Dalam Pilpres 2019, Ustadz Abdul Somad, selalu dikaitkan dengan kecenderungan pilihan terhadap pasangan calon (Paslon) 02 dalam setiap ceramahnya,  hal itu membuat ustadz yang lebih sering disapa UAS ini mengaku geram.

UAS menegaskan, wacana itu merupakan ulah dari tim kampanye Paslon 02 yang selalu hadir di setiap ceramah UAS lalu kemudian meneriakkan untuk memilih Paslon 02.

“Sahabat-sahabat jamaah yang mempertanyakan meme dan tulisan yang menyatakan bahwa saya mendukung salah satu capres, saya nyatakan bahwa semuanya hoax. Mudah-mudahan kita diselamatkan dari penyebaran berita bohong,” tegas UAS dalam video yang diunggah di akun Youtube.

UAS membuat video berdurasi 33 detik menggunakan kamera handphone miliknya pribadi, dan kini telah viral di berbagai media sosial seperti instagram dan twitter.

Ada upaya dari partai politik koalisi 02 untuk mengarahkan UAS seakan-akan mendukung paslon 02 secara sistematis sangat terlihat dalam perhelatan pemilu 2019. Beberapa waktu lalu, Ketua PAN Zulkifli Hasan dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK, Minggu (7/4/2019) secara tiba-tiba mengatakan terima kasihnya pada UAS karena telah mengatakan bahwa PAN adalah partai yang layak dipilih.

Bukan hanya itu saja, aksi sepihak Zulkifli juga dilanjutkan dengan postingan meme akun instagram dan twitter PAN, yang menyebutkan bahwa UAS mengapresiasi PAN di DPR yang konsisten menolak legalisasi peredaran minuman keras (miras) dan perjuangan menolak legalisasi LGBT.

Anggota Forum Silaturahmi Tenaga Ahli Fraksi PKB DPR, Badrul Munir mengatakan pada Senin (1/4/2019) bahwa UAS mendapatkan informasi sepihak dan tidak utuh terkait proses pembahasan RUU Minol di DPR. UAS juga kerap kali menghentikan ceramahnya jika tiba-tiba dipotong oleh para peserta ceramah yang meneriakkan pilih paslon 02.

UAS mengingatkan bahwa mungkin dirinya berbeda pilihan dengan umat Islam yang hadir dalam ceramah tersebut, tetapi ia berharap seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan.

"Masalah beda pilihan, masalah beda partai, persatuan nomor satu," kata UAS. Dan tiba-tiba sejumlah jamaah berteriak 'Capres No.02'. Mendengar hal itu UAS langsung menghentikan ceramahnya sejenak. Keberadaan UAS yang telah menyatakan netral dalam Pemilu 2019, terus menerus dikomoditisasi oleh Paslon 02.

Stasiun televisi TVOne yang dikenal milik dari Aburizal Bakrie, pada Rabu (11/4/2019) menayangkan siaran dialog UAS dengan Capres 02 Prabowo Subianto. Dalam tayangan singkat tersebut, UAS menyatakan secara terang-terangan tidak mendukung Prabowo. Selebihnya UAS mendoakan supaya Indonesia tetap berada dalam damai. Bahkan, dalam kesempatan itu UAS berharap jangan membawa ulama ke dalam kepentingan politik Prabowo.

“Jangan undang saya ke istana dan jangan beri saya jabatan," singkatnya.

Sikap netral UAS juga beralasan kuat, karena selain sebagai ustadz, UAS juga merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 11 April 2019

Mahfud MD Titip Pesan Khusus Buat Milenial Menjelang Pemilu

Mahfud MD | Pakar Hukum

Pemilihan umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019 mendatang tinggal menghitung hari. Semua calon pemilih diharapkan segera menentukan sikap politiknya.

Mahfud MD, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), berpesan kepada masyarakat agar menggunakan hak suara sebaik mungkin. Pesan ini ia tujukan terutama kepada para kaum millennial.

Seperti yang terlihat pada cuitan akun Twitter pribadinya ini.



Cuitan ini tentunya mengundang banyak komentar, salah satunya dari akun @gilangadit7

“Tapi kan pak, tidak memilih juga hak individu. Disaat kedua paslon kurang meyakinkan karena hanya memperlihatkan pertengkaran, sindir menyindir, apa kami salah jika tidak memilih keduanya? Ibarat mau beli sepatu ke took sepatu, tapi yang didisplaykan bukan sepatu tapi baju, ya kami nggak jadi beli," tulis pemilik akun twitter @gilangadit7

Komentar lain dituliskan oleh akun @Lanakadiva

“Jangan golput, berat. Demokrasi nggak akan kuat.

Nyoblos ajaa~,” tulis pemilik akun twitter @lanakadiva.

Bagaimana? Sudah menentukan pilihanmu di 17 April nanti?




Sumber: AKURAT.CO

Senin, 08 April 2019

Jokowi-Ma'ruf Tebar Pesona ke Masyarakat Tangerang, Di Atas Kereta Kencana

Kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf di Kota Tangerang. | AKURAT.CO/Hendrik Situmorang

Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin, melakukan pawai karnaval bersama ribuan pendukungnya di sepanjang Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.

Dengan menumpang kereta kencana Jokowi-Ma'ruf menyapa pendukungnya. Jokowi menebar senyum dari atas kereta kencana dengan sesekali melambaikan tangan. Tampak di beberapa titik, dia menyapa beberapa warga yang kegirangan melihat calon presiden pilihannya di depan mata. 

"Saya jauh-jauh pak dari Bekasi, naik KRL pagi, cuma mau lihat pak Jokowi dari dekat. Syukurlah, bisa sekalian memberi salam," ujar salah seorang pendukung perempuan Siti.

"Jokowi.. Jokowi.. Jokowi.. Jadi presiden," tambah riuh ribuan masyarakat yang menggema memenuhi jalan.

Iriana Jokowi, istri Jokowi dan istri Maaruf Amin juga terlihat mendampingi. Begitu juga sejumlah tim pemenangan, seperti Erik Tohir, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, dan artis papan atas berada dalam satu panggung utama. 

Berbagai atraksi budaya mengiringi rombongan Jokowi dan Maaruf Amin. Seperti pawai busana bertema garuda, lalu tarian daerah seperti dari Papua, Suku Dayak Kalimantan, tarian khas Betawi, dan ditutup dengan tarian Reok Ponorogo.



Sumber: AKURAT.CO

Kampanyekan Jokowi-Ma'ruf, Ribuan Massa KPP Gelar Jalan Sehat Tolak Khilafah

Ketua Umum DPP Komite Pedagang Pasar, Abdul Rosyid Arsyad bersama para pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Gelanggang Remaja Balai Rakyat, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (17/3 /2019).
 | AKURAT.CO/Gerdiansyah

Ribuan massa Komite Pedagang Pasar (KPP) menggelar aksi jalan sehat untuk mendukung pemenangan Calon Presiden Joko Widodo dan Cawapres KH. Ma'ruf Amin di wilayah Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (7/4/2019).

"Selain berolahraga jalan sehat kami juga mensosialisasikan Jokowi-Maruf Amin dan menolak keberadaan Khilafah," ujar Ketua KPP Abdul Rosyid Arsyad kepada wartawan.

Abdul Rosyid mengatakan, dalam jalan sehat tersebut pihaknya mengajak sekitar seribu emak-emak yang ada di wilayah Cakung untuk berpartisipasi mengkampanyekan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Barisan emak-emak Cakung siap untuk memenangkan Jokowi-Amin," katanya.

Abdul Rosyid juga menegaskan bahwa seluruh pedagang pasar yang ada di wilayah Indonesia, siap memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin jadi presiden dan wakil presiden 2019-2024 untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

"Kami yakin keduanya mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," tegasnya.

Dirinya juga menuturkan jelang pencoblosan 17 april 2019 mendatang pihaknya akan menyiapkan ribuan relawan untuk menjaga TPS dan mengamankan suara Jokowi-Maruf Amin.

"Ribuan relawan nanti akan kami siapkan untuk berjaga di TPS dan menjaga suara Jokowi-Maruf Amin" ungkapnya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 01 April 2019

Pengamanan Pemilu 2019, Pasukan Elit TNI AL Hingga Penembak Jitu Disiapkan

Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono usai menggelar apel pasukan jelang pencoblosan | AKURAT.CO/Gerdiansyah

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang akan berlangsung dua pekan lagi, satuan elit dari TNI AL yakni Komando Pasukan Katak (Kopaska) ikut berperan dalam pengamanan pemilu 2019.

Laksamana Muda TNI Yudo Margono, Panglima Koarmada I, menuturkan Komando Kopaska akan diterjunkan di beberapa titik rahasia. 

Bukan hanya itu, pengerahan penembak jauh atau sniper juga telah disiapkan. Yudho pun mengkonfirmasi jika Pasukan Katak akan dilibatkan, terlebih latihan rutin telah dijalani di Banten. 

"Itu sudah otomatis. Ini Kopaska kita kan kita sudah latihkan di Banten," ungkapnya selepas apel di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/4/2019).

Di hadapan awak media, Yudo menuturkan jika keterlibatan pasukan berjuluk 'Hantu Laut' itu turut mengamankan jalannya pemilu 2019.

Meskipun tidak merinci dimana pasukan bermasker hitam logo tengkorak itu ditempatkan, Yudho menegaskan anggotanya siap mengamankan sejumlah objek yang telah disepakati. 

"Selain anggota kita siapkan 12 KRI untuk pam pemilu. Karena perintah Pangilma TNI untuk melaksanakan pengamanan obyek vital nasional khususnya di wilayah barat. Kita siapkan enam prajurit dan Pasukan Katak dan Teluk Jakarta juga kita siapkan 6 KRI," tutur Yudho. 

Pengamanan pada wilayah konflik disebutkan Yudho akan sesuai prosedur yang berlaku. Komando tertinggi tetap dibawah Panglima TNI.

Namun untuk wilayah Jakarta semua prajurit TNI dibawah komando Pangdam Jayakarta. "Namun untuk KRI tetep di bawah pangkormada satu," jelasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 20 Maret 2019

Nugroho Prasetyo Siap Jadi Perisai Hidup untuk Joko Widodo

Panglima FPR, Nugroho Prasetyo saat memberikan sambutannya dalam acara konsolidasi nasional FPR dalam rangka memenangkan Jokowi-Ma'ruf beberapa waktu lalu | ISTIMEWA

Nugroho Prasetyo yang merupakan panglima Front Pembela Rakyat (FPR),  mengaku siap menjadi perisai hidup untuk Presiden RI, Joko Widodo.

Pernyataan tersebut disampaikan Nugroho dalam acara konsolidasi nasional FPR untuk kemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Solo, Jawa Tengah, Minggu (17/3/2019) lalu.

Secara lugas dirinya mengambil posisi politik di balik Jokowi-Ma'ruf. Menurut pria kelahiran Solo ini pilpres 2019 merupakan miniatur geopolitik global.

Dimana ada pertarungan politik antara RRC dengan Amerika Serikat. Banyk isu yang berkembang Jokowi merupakan antek aseng.

"Pertanyaan saya apakah ada jaminan jika 02 yang menang bisa bangsa tidak jatuh di tangan asing, apalagi menurut intelijen saya sudah ada pertemuan di Yerusalem," jelasnya.

Panglima FPR, Nugroho Prasetyo. ISTIMEWA

Nugroho juga berjanji jika FPR akan membentengi Joko Widodo dari segala macam gangguan. Bahkan Nugroho mengatakan jika dirinya siap mendatangkan tiga juga relawan FPR ke Bundaran HI dalam waktu delapan jam.

"FPR berada di belakang TNI dan Polri, untuk itu jika ada yang macam macam, saya sendiri akan memerintahkan untuk bentrok. Saya bisa pertanggungjawabkan pernyataan saya ini," ujar Nugroho dengan berapi-api.

Sebelumnya Nugroho mengaku sudah mengendus adanya gerakan yang ingin mencurangi Jokowi-KH Ma'ruf dalam pemilihan.

Kecurangan itu, dia menduga akan berlangsung di tiga provinsi yakni Jawa Barat, Tengah dan Timur. Dia meminta semua pihak untuk berlaku jujur dalam Pilpres 2019.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 26 Februari 2019

Kaum Milenial Muslim: Banyak Dusta Menyerang 01, Kami Harus Bertindak

Ratusan pemuda di Jawa Barat yang tergabung dalam Milenial Muslim Bersatu, mendeklarasikan dukungan mereka untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Senin (25/2/2019). | AKURAT.CO/Avila Dwi Putra

Milenial Muslim Bersatu (MMB) yang merupakan perkumpulan ratusan pemuda di Jawa Barat, mendeklarasikan dukungan mereka untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Senin (25/2/2019). 

Koordinator MMB Jawa Barat, Ganjar Darussalam mengungkapkan, keterlibatan warga milenial itu dilandasi semakin tidak sehatnya persaingan demokrasi sekarang ini. Dia menilai, iklim politik saat ini sangat memprihatinkan dengan banyaknya fitnah dan berita bohong atau hoaks, sehingga menarik kaum milenial untuk turun tangan.

Terlebih, diutarakan Ganjar, serangan fitnah dan hoaks itu banyak yang ditujukan ke pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. 

“Kompetisi memanas, banyak dusta menyerang 01. Kami harus bertindak untuk kondisi lebih baik lagi,” ujarnya. 

Ganjar mencontohkan, baru-baru saja terjadi dengan viralnya video berisi kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Karawang. 

“Bagaimana bisa ada yang mengatakan kalau Pak Jokowi menang, tidak ada lagi adzan, tidak ada lagi yang pakai kerudung, sesama jenis bakal menikah. Itu kan fitnah," jelasnya.

Oleh karena itu, untuk melawan tindakan tidak terpuji tersebut, pihaknya akan turun tangan dalam mengampanyekan Jokowi-Ma’ruf Amin. Para pemuda akan langsung mendatangi kantung-kantung pemilih dalam rangka mengedukasi masyarakat agar tidak termakan fitnah dan hoaks. 

"Kita akan door to door. Dari mahasiswa, karang taruna, aktivis pergerakan kampus, aktivis sosial, kita gerak untuk menyamakan persepsi," tegasnya.

Selain itu, pihaknya menyasar pesantren dan masjid guna memberi pencerahan kepada para pemilih muslim di tempat tersebut. 

“Kita rencananya nanti ada pengajian-pengajian, yang mungkin masih banyak kumpulan bermanfaat. Kita pendekatan ke pengajian, pesantren, masjid, warung kopi," ungkap Ganjar.

Dengan cara ini, Ganjar optimistis mampu menarik simpati 50 persen lebih pemilih milenial di Tatar Pasundan agar mau memilih Jokowi-Ma’ruf Amin. 

“Milenial ini punya suara siginifikan, sekitar 40 persen, dan masih banyak yang belum menentukan pilihan atau swing voter, itu yang kita sasar,” tandas dia.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 21 Februari 2019

Soal Bandara Kertajati, Prabowo Subianto Diminta Cabut Pernyataannya dan Minta Maaf

Moderator Anisha Dasuki bersama Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subinto saat menjawab pertanyaan dalam debat capres pemilu 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Pernyataan Prabowo Subianto mengenai Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, pada saat debat calon presiden lalu diminta untuk dicabut dan meminta maaf kepada masyarakat Majalengka dan Jawa Barat.

Pernyataan Prabowo dalam debat 17 Februari 2019, yang menyatakan Bandara Kertajati merupakan bentuk kesalahan dalam pembangunan infrastruktur, dan hanya sekadar menjadi monumen, adalah bentuk penghinaan terhadap aspirasi warga Jabar yang menginginkan bandara berkelas internasional.

"Capres Prabowo harus meminta maaf kepada masyarakat Majalengka khususnya, dan Jawa Barat pada umumnya, pernyataan tersebut memperlihatkan oposisi yang asal oposisi," ujar Koordinator Berdesa Jokowi 01 Jabar Indra Sudrajat, di Jalan Banda, Kota Bandung, Rabu (20/2).

Indra mengatakan, Bandara Kertajati merupakan kebanggaan warga Majalengka, terutama Jabar. Pasalnya, dengan adanya bandara tersebut, geliat pertumbuhan ekonomi meningkat.

"Bandara Kertajati yang letaknya di lingkungan desa telah menjadi spirit bagi tumbuhnya kreativitas warga, terutama untuk industri rumahan di sekitar bandara,” jelas Indra.

Indra juga mengkritisi pernyataan Prabowo yang seakan menutup mata terhadap prestasi Joko Widodo dalam mengembangkan infrastruktur nasional, seperti pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, dan juga bandara.

"Jadi pemahaman efisiensi ala Prabowo Subianto terkait kritik pembangunan ini tidak mendasar," kata Indra.

Indra mengungkapkan, bila pembangunan infrastruktur oleh Jokowi dalam rentang waktu hampir lima tahun telah sejalan dengan tuntutan masyarakat.

"Perlahan tapi pasti peran infrastruktur mampu mendorong pertumbuhan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat pedesaan yang menjadi sumber penghasil bahan-bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat," ungkap Indra.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 20 Februari 2019

Sofyan Dawood Ajak Masyarakat Aceh Dukung Joko Widodo

Sofyan Dawood | foto/beritahariini.blogspot.com

Sofyan Dawood yang merupakan mantan Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) , mengajak seluruh masyarakat Aceh mendukung pasang calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) April mendatang.

"Apapun kesukaan, apapun kerinduan, apapun hobinya, apapun yang meyakinkan rakyat Aceh terhadap Jokowi, langsung dicurahkan ke Jokowi apa yang diharapkan tentang Aceh," ujar Sofyan Dawood, Rabu (20/2/2019).

Sebenarnya, Sofyan Dawood sudah mendukung Joko Widodo sejak Pilpres 2014 dan kali ini masuk dalam Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin, dia meyakinkan masyarakat bahwa selama ini Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo selalu memberikan perhatian kepada Aceh.

Padahal dalam Pilpres 5 tahun yang lalu, suami dari Iriana itu kalah suara. Namun Aceh tetap menjadi prioritas Joko Widodo.

"Tetapi beliau sebagai seorang presiden, tidak membedakan Aceh dengan provinsi yang lain. Bahkan pasti diistimewakan untuk Aceh," jelas Sofyan Dawood.

"Tetap kita harus sadar, Jokowi lebih banyak berbuat untuk Aceh dibandingkan presiden-presiden sebelumnya. Berapa puluh proyek yang ada di Aceh," jelasnya lagi.

Sofyan Dawood mengungkapkan bahwa, Jokowi merupakan presiden yang melanjutkan perdamaian Aceh sampai pada hari ini dan tidak ada dibubarkan. Selain itu, satu pun butir-butir kesepakatan MoU belum dirusak.

"Bahkan apapun proses perdamaian Aceh tetap dilanjutkan," ungkapnya.

Selain itu masyarakat diminta untuk tidak membicarakan hal-hal aneh untuk menjatuhkan calon lain selain membahas program keberhasilan dan kemenangan pasangan Jokowi-Maruf. Mantan juru bicara GAM itu juga berharap masyarakat jangan mau diadu domba dengan pihak-pihak lain. 

"Siapapun yang berpidato, tidak boleh membicarakan nomor 2. Tidak boleh menjelek-jelekan orang. Kita harus memperjuangkan nomor 1, membicarakan nomor 1, menjualkan barang sendiri, tidak bisa menceritakan barang orang yang busuk. Itu yang paling penting," tegas Sofyan Dawood.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 13 Februari 2019

Pamflet Undangan Sholat Jum'at Bersama Prabowo Beredar, Takmir Masjid: Jangan Politisasi Tempat Ibadah!

Pamflet dan narasi undangan untuk ikut shalat Jum’at bersama Prabowo yang telah viral di media sosial. | ISTIMEWA

KH Hanief Ismail, yang merupakan Ketua Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman,  mengaku keberatan dengan rencana kegiatan sholat Jum’at calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto di Masjid Agung Semarang pada Jum’at (15/2/2019) besok. 

KH Hanief menyebut kegiatan sholat Jum’at bersama Prabowo itu termasuk perbuatan mempolitisasi ibadah dan juga memakai masjid untuk kepentingan politik. 

“Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana Jum‘atan Prabowo tersebut. Tolong sampaikan ke Bawaslu agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum," ujar KH Hanief melalui keterangan pers yang diterima AKURAT.CO, Kamis (14/2/2019) siang. 

Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang itu juga mengatakan, bahwa pihaknya tidak pernah mendapat surat dari tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, maupun dari partai pengusungnya, mengenai kegiatan tersebut.

"Kami tidak pernah memperoleh surat. Jadi kami tidak terlibat dengan rencana adanya sholat Jum’at capres tersebut,” jelasnya.

Selain itu, rencana salat Jum’at oleh Prabowo dan pendukungnya di Masjid Kauman, tidak melibatkan Nadlir atau Takmir Masjid.

Meskipun demikian, KH Hanief menegaskan bahwa tidak ada larangan untuk siapapun sholat di masjid, bahkan malah mempersilahkan. Namun ia tidak setuju apabila peristiwa sholat itu dipolitisasi menjadi ajang kampanye.

Apalagi dengan mengerahkan massa dan menyebar pamlfet ke masyarakat agar ikut Jum’atan bersama capres Prabowo Subianto, yang menurutnya berpotensi melanggar aturan kampanye dan sangat menodai kesucian masjid sebagai tempat ibadah.

“Kami mempersilakan siapa saja boleh sholat di Masjid Kauman. Setiap muslim boleh sholat Jumn’at di sini. Termasuk musafir. Tapi kalau untuk pencitraan kampanye, itu berpotensi melanggar aturan dan menodai kesucian masjid sebagai tempat ibadah,” tegasnya. 

Informasi rencana Prabowo untuk sholat Jum’at di Masjid Agung Kauman ramai diperbincangkan. Pihak masjid, menyebut telah menemukan pamflet ajakan sholat Jum'at tersebar, termasuk di kampus-kampus dan masjid-masjid setempat. 

Pamflet dan narasi undangan untuk ikut sholat Jum’at bersama Prabowo itu juga telah viral di media sosial.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 04 Februari 2019

Ini Bukti Bahwa Gelombang Perlawanan terhadap Hoaks Makin Masif

Seorang warga memegang poster saat melakukan aksi tandatangan anti hoax dan pemilu damai di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (3/2/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Aksi damai yang dilakukan oleh ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Kebajikan Pancasila menggelar dan mengajak seluruh masyarakat untuk melawan hoaks dan menjunjung tinggi Pancasila.

Karena, hoaks yang semakin marak menjelang Pilpres 2019 dinilai berpotensi memecah belah bangsa.

Hasil pantauan AKURAT.CO, peserta aksi menyediakan kain putih untuk ditandatangani sebagai bentuk dukungan untuk melawan hoaks.

Ada juga yang membawa poster dengan tulisan 'Cebong Kampret Binatang, Kita Manusia'.

Ketua Gerakan Kebajikan Pancasila Saifullah Ma'shum mengungkapkan, gerakan ini muncul dari keresahan anak muda, aktivis, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

"Kami resah bagaimana keteladanan di nusantara ini tidak cukup mencerahkan anak bangsa. Hal ini diperparah dengan hoaks dan fitnah yang bertebaran di media sosial," kata Saifullah saat mengkampanyekan Kebajikan Pancasila di hari bebas kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu, (3/2/2019).

Aksi yang sudah dimulai sejak 27 Januari lalu ini bertujuan untuk mk seluruh masyarakat menghidupi demokrasi yang baik, untuk melahirkan pemimpin yang baik.

"Mari kita membangun demokrasi yang santun, ramah, dan memilih pemimpin dengan cara yang benar," kata Saifullah.

Beberapa masyarakat yang ikut tanda tangan menganggap kampanye ini menarik dan sejalan dengan keresahan mereka.

"Saya muak lihat hoaks di mana-mana. Semoga kampanye ini sukses menyadarkan masyarakat," ujar Heri.



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 25 Januari 2019

Karni Ilyas Masuk Kandidat Moderator Debat Capres, Sudjiwo Tedjo: Saya Tidak Setuju

Sudjiwo Tedjo | TWITTER/@sudjiwotedjo

Budayawan Sudjiwo Tedjo mengaku tidak setuju jika Karni Ilyas menjadi moderator debat kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2019.

"Dengan segala hormat, saya tidak setuju uda Karni Ilyas dijadikan moderator Debat Capres oleh @KPU_ID," kata dia melalui Twitter, Kamis (24/1/2019).

Seperti diketahui Karni Ilyas masuk dalam kandidat moderator Debat Pilpres 2019 putaran kedua, begitu juga dengan nama Najwa Shihab.

"Bagi saya, sohib sekaligus senior saya ini terkesan punya inklinasi politik terhadap salah satu Capres, sama halnya Nana (Najwa Shihab). Demikian twit ini saya tulis mungkin dengan agak berkaca-kaca," jelasnya.

Pada saat sebelumnya, Karni Ilyas sudah lebih dulu menolak dan tidak ingin menjadi moderator debat capres-cawapres Pilpres 2019. Karni Ilyas  lebih menyarankan bila debat capres-cawapres dibawakan oleh moderator yang lebih muda darinya. Dia juga menyarankan agar moderator pintar dan cekatan.

"Jangan. Jangan saya yang menjadi moderator Debat Capres dan Cawapres 2019. Hajatan yang sebesar itu sebaiknya dibawakan oleh moderator yang lebih muda, pintar, dan cekatan," tulis Karni Ilyas lewat akun Twitternya dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (29/12/2018).

Karni Ilyas juga memohon agar KPU tidak menunjuknya menjadi moderator debat Pilpres 2019. Dia pun mengucapkan maaf kepada semua pihak yang menyarankannya menjadi moderator debat kandidat Pilpres 2019.

"Saya sungguh berharap KPU tidak menunjuk saya. Saya mohon maaf untuk yang minta saya jadi moderator," jelasnya.



Sumber: AKURAT.CO