Tampilkan postingan dengan label Ma'ruf Amin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ma'ruf Amin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2019

Prabowo Makin Sulit Kejar Suara Jokowi, Dalam Situng KPU Kamis Pagi

Petugas saat mengamati layar sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) untuk perhitungan real count perolehan suara di kantor KPU, Menteng, Jakarta, Sabtu (20/4/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Perolehan suara pada pemilihan presiden 2019 hingga Rabu pukul 05.30 WIB. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tetap memimpin. 

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin meraih suara sebanyak 52.324.042 atau 56.07 persen. Keunggulan tersebut diperoleh dari data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan suara 41.001.989 atau 43.93 persen.

Meskipun demikian perolehan suara kedua pasangan calon tersebut akan terus mengalami perubahan karena belum seluruh data dihimpun dari 34 provinsi di Indonesia oleh KPU RI melalui situs resminya.

Hingga Kamis Pagi (1/5/2019) pukul 05.30 WIB, KPU RI baru menghimpun data 496.103 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 813.350 TPS atau setara dengan 60, 99 persen.

Situng KPU merupakan penghitungan resmi KPU RI menggunakan pemindaian form C1 dari setiap TPS di Tanah Air.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 20 Maret 2019

Nugroho Prasetyo Siap Jadi Perisai Hidup untuk Joko Widodo

Panglima FPR, Nugroho Prasetyo saat memberikan sambutannya dalam acara konsolidasi nasional FPR dalam rangka memenangkan Jokowi-Ma'ruf beberapa waktu lalu | ISTIMEWA

Nugroho Prasetyo yang merupakan panglima Front Pembela Rakyat (FPR),  mengaku siap menjadi perisai hidup untuk Presiden RI, Joko Widodo.

Pernyataan tersebut disampaikan Nugroho dalam acara konsolidasi nasional FPR untuk kemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Solo, Jawa Tengah, Minggu (17/3/2019) lalu.

Secara lugas dirinya mengambil posisi politik di balik Jokowi-Ma'ruf. Menurut pria kelahiran Solo ini pilpres 2019 merupakan miniatur geopolitik global.

Dimana ada pertarungan politik antara RRC dengan Amerika Serikat. Banyk isu yang berkembang Jokowi merupakan antek aseng.

"Pertanyaan saya apakah ada jaminan jika 02 yang menang bisa bangsa tidak jatuh di tangan asing, apalagi menurut intelijen saya sudah ada pertemuan di Yerusalem," jelasnya.

Panglima FPR, Nugroho Prasetyo. ISTIMEWA

Nugroho juga berjanji jika FPR akan membentengi Joko Widodo dari segala macam gangguan. Bahkan Nugroho mengatakan jika dirinya siap mendatangkan tiga juga relawan FPR ke Bundaran HI dalam waktu delapan jam.

"FPR berada di belakang TNI dan Polri, untuk itu jika ada yang macam macam, saya sendiri akan memerintahkan untuk bentrok. Saya bisa pertanggungjawabkan pernyataan saya ini," ujar Nugroho dengan berapi-api.

Sebelumnya Nugroho mengaku sudah mengendus adanya gerakan yang ingin mencurangi Jokowi-KH Ma'ruf dalam pemilihan.

Kecurangan itu, dia menduga akan berlangsung di tiga provinsi yakni Jawa Barat, Tengah dan Timur. Dia meminta semua pihak untuk berlaku jujur dalam Pilpres 2019.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 21 Februari 2019

Soal Bandara Kertajati, Prabowo Subianto Diminta Cabut Pernyataannya dan Minta Maaf

Moderator Anisha Dasuki bersama Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subinto saat menjawab pertanyaan dalam debat capres pemilu 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Pernyataan Prabowo Subianto mengenai Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, pada saat debat calon presiden lalu diminta untuk dicabut dan meminta maaf kepada masyarakat Majalengka dan Jawa Barat.

Pernyataan Prabowo dalam debat 17 Februari 2019, yang menyatakan Bandara Kertajati merupakan bentuk kesalahan dalam pembangunan infrastruktur, dan hanya sekadar menjadi monumen, adalah bentuk penghinaan terhadap aspirasi warga Jabar yang menginginkan bandara berkelas internasional.

"Capres Prabowo harus meminta maaf kepada masyarakat Majalengka khususnya, dan Jawa Barat pada umumnya, pernyataan tersebut memperlihatkan oposisi yang asal oposisi," ujar Koordinator Berdesa Jokowi 01 Jabar Indra Sudrajat, di Jalan Banda, Kota Bandung, Rabu (20/2).

Indra mengatakan, Bandara Kertajati merupakan kebanggaan warga Majalengka, terutama Jabar. Pasalnya, dengan adanya bandara tersebut, geliat pertumbuhan ekonomi meningkat.

"Bandara Kertajati yang letaknya di lingkungan desa telah menjadi spirit bagi tumbuhnya kreativitas warga, terutama untuk industri rumahan di sekitar bandara,” jelas Indra.

Indra juga mengkritisi pernyataan Prabowo yang seakan menutup mata terhadap prestasi Joko Widodo dalam mengembangkan infrastruktur nasional, seperti pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, dan juga bandara.

"Jadi pemahaman efisiensi ala Prabowo Subianto terkait kritik pembangunan ini tidak mendasar," kata Indra.

Indra mengungkapkan, bila pembangunan infrastruktur oleh Jokowi dalam rentang waktu hampir lima tahun telah sejalan dengan tuntutan masyarakat.

"Perlahan tapi pasti peran infrastruktur mampu mendorong pertumbuhan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat pedesaan yang menjadi sumber penghasil bahan-bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat," ungkap Indra.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 20 Februari 2019

Sofyan Dawood Ajak Masyarakat Aceh Dukung Joko Widodo

Sofyan Dawood | foto/beritahariini.blogspot.com

Sofyan Dawood yang merupakan mantan Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) , mengajak seluruh masyarakat Aceh mendukung pasang calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) April mendatang.

"Apapun kesukaan, apapun kerinduan, apapun hobinya, apapun yang meyakinkan rakyat Aceh terhadap Jokowi, langsung dicurahkan ke Jokowi apa yang diharapkan tentang Aceh," ujar Sofyan Dawood, Rabu (20/2/2019).

Sebenarnya, Sofyan Dawood sudah mendukung Joko Widodo sejak Pilpres 2014 dan kali ini masuk dalam Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin, dia meyakinkan masyarakat bahwa selama ini Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo selalu memberikan perhatian kepada Aceh.

Padahal dalam Pilpres 5 tahun yang lalu, suami dari Iriana itu kalah suara. Namun Aceh tetap menjadi prioritas Joko Widodo.

"Tetapi beliau sebagai seorang presiden, tidak membedakan Aceh dengan provinsi yang lain. Bahkan pasti diistimewakan untuk Aceh," jelas Sofyan Dawood.

"Tetap kita harus sadar, Jokowi lebih banyak berbuat untuk Aceh dibandingkan presiden-presiden sebelumnya. Berapa puluh proyek yang ada di Aceh," jelasnya lagi.

Sofyan Dawood mengungkapkan bahwa, Jokowi merupakan presiden yang melanjutkan perdamaian Aceh sampai pada hari ini dan tidak ada dibubarkan. Selain itu, satu pun butir-butir kesepakatan MoU belum dirusak.

"Bahkan apapun proses perdamaian Aceh tetap dilanjutkan," ungkapnya.

Selain itu masyarakat diminta untuk tidak membicarakan hal-hal aneh untuk menjatuhkan calon lain selain membahas program keberhasilan dan kemenangan pasangan Jokowi-MarufMantan juru bicara GAM itu juga berharap masyarakat jangan mau diadu domba dengan pihak-pihak lain. 

"Siapapun yang berpidato, tidak boleh membicarakan nomor 2. Tidak boleh menjelek-jelekan orang. Kita harus memperjuangkan nomor 1, membicarakan nomor 1, menjualkan barang sendiri, tidak bisa menceritakan barang orang yang busuk. Itu yang paling penting," tegas Sofyan Dawood.



Sumber: AKURAT.CO