Senin, 04 Februari 2019

Hati-hati Saat Berlibur ke Maldives, Banyak Turis Meninggal Tenggelam

Ilustrasi wisata Maldives | INSTAGRAM/restless.arch

Sebelum Anda menghabiskan banyak waktu dan banyak uang untuk menjelajahi destinasi-destinasi cantik di luar negeri, Kami menyarankan Anda untuk terlebih dahulu menjelajahi pesona cantik negeri ini.

Tapi, itu semua terserah pertimbangan Anda. Karena jika kami menyarankan untuk berlibur, kami akan lebih banyak berbicara tentang Indonesia yang cantik ini.

Jika kamu sudah mengagendakan Maldives sebagai destinasi impianmu. Saat ini kamu sudah harus berhati-hati. Beberapa pekan belakangan ini, sudah ada 5 turis dari berbagai negara meninggal karena tenggelam.

Otoritas Pariwisata Maldives juga sudah meminta semua turis agar berhati-hati jika berlibur di negara mereka saat ini, karena arus laut sangat kencang.

Ini disebabkan oleh badai monsoon ke arah timur laut. Leomar  Lagradila dan istrinya Erika Joice dari Filipina, meninggal saat snorkeling di Maldives. Padahal, keduanya saat itu sedang berbulan madu.

Ada juga 1 turis dari Ceko dan 1 lainnya dari Korea Selatan meninggal karena tenggelam. Yang terbaru ada seorang wanita dari Rusia berusia 40 tahun meninggal saat diving.

Kementerian Pariwisata Maldives mengeluarkan berbagai instruksi untuk wisatawan. Mereka juga meminta polisi pariwisata untuk turun langsung mengawasi turis yang sedang bersentuhan langsung dengan laut.

"Selama 6 sampai 8 bulan kedepan, kami memutuskan untuk menginspeksi semua fasilitas turis di Maldives. Ini dilakukan agar semua regulasi dipastikan sudah ditaati," kata Ali Waheed, Menteri Pariwisata Maldives sebagaimana dilansir AkuratTravel dari Maldives Times.



Sumber: AKURAT.CO

Polisi Medan Masih Selidiki Kader Ormas Ikatan Pemuda Karya Yang Tewas Dikeroyok

Ilustrasi - Penjara | AKURAT.CO/Ryan

Kasus kematian anggota organisasi kepemudaan di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara, masih dalam penyelidikan Anggota Kepolisian Resor Kota Besar Medan.

"Penyidik masih memeriksa rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian dan Kami masih melakukan penyelidikan". Ujar Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Dadang Hartanto.

Dari hasil informasi yang diperoleh petugas menyebutkan korban bernama Jarisman Saragih. Dia adalah kader organisasi Ikatan Pemuda Karya Kecamatan Labuhan Deli.

Sebelum peristiewa terjadi, korban baru selesai mengikuti pelantikan pengurus anak cabang Ikatan Pemuda Karya Kecamatan Medan Timur dan PAC IPK Medan Perjuangan di Lapangan Sepak Bola Gajah Mada.

Lalu sekitar pukul 16.00 WIB, korban pulang menggunakan sepeda motor dari Jalan Krakatau menuju Jalan Cemara tujuan Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli.

Namun setibanya di Jalan Haji Anif, dia dihadang sejumlah orang tidak dikenal. Selanjutnya, korban dikeroyok dan akhirnya meninggal dunia di tempat. 


Sumber: AKURAT.CO

Jokowi Ubah Gaya Komunikasi Politiknya Ujar Ma'ruf Amin

Capres dan Cawapres nomor urut 01 dan 02 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling bersalama setelah mengikuti Debat Perdana Capres di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/1/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Kyai Ma'ruf Amin, Calon Wakil Presiden nomor urut 01, mengungkapkan jika pola komunikasi politik Joko Widodo telah berubah, dari yang tadinya kalem menjadi menyerang. Menurut Kyai Ma'ruf, pria yang akrab disapa Jokowi itu hanya mengklarifikasi setiap fitnah dan berita bohong atau hoax yang ditujukan padanya.

"Itu bukan mengkritik, tetapi mengklarifikasi. Artinya menjernihkan, mungkin istilahnya yang beda," kata Ma'ruf Amin kepada wartawan, di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini menilai, kritik atau menyerang bukanlah karakter mantan gubernur DKI Jakarta itu. Dia meyakini apa yang dilakukan Jokowi adalah upaya menangkal hoaks.

"Masak Pak Jokowi mengkritik? Itu klarifikasi, meluruskan saja," jelasnya.

Seperti yang kita ketahui, ada elit dari paslon 02 yang mengkritisi Jokowi akhir pekan lalu. Di antaranya, Ketua Departemen Politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian menduga Presiden Joko Widodo tengah panik. Menurut Pipin, kepanikan karena Jokowi sadar elektabilitasnya yang merosot.

Pipin mengatakan, ada perubahan dalam gaya komunikasi politik Presiden Jokowi. Dalam pandangan Pipin, belakangan ini Jokowi rajin menyerang Prabowo Subianto yang menjadi rival di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Itu termasuk bagian dari manangkal hoax," ungkapnya.



Sumber: AKURAT.CO

Ini Pembelaan Anji Eks Drive, Setelah Al dan Dul Dapat Komentar Nyinyir Warganet

Anji, mantan vokalis band Drive | INSTAGRAM/duniamanji

Dalam konser Dewa 19 featuring Ari Lasso dan Once Mekel Reunion Live in Malaysia, Sabtu (2/2/2019) malam, Tangis Dul Jaelani dan Al Ghazali pecah.

Dul yang dipercaya menggantikan sang ayah, Ahmad Dhani sebagai keyboardist tak sanggup membendung air matanya pada saat mengiringi Ari Lasso menyanyikan lagu berjudul 'Cinta kan Membawamu'.

Sedangkan Al Ghazali yang juga ikut menyaksikan konser itu tampak menangis tersedu kala lagu 'Hadapi dengan Senyuman' dilantunkan.

Terlebih lagi saat wajah Ahmad Dhani dimunculkan dalam layar monitor, sehingga membuat pria 21 tahun itu semakin terpukul atas vonis hukuman pidana yang dijatuhkan kepada ayahnya.

Tetapi malah banyak warganet yang berkomentar miring mengenai Al dan Dul yang menangis saat konser Dewa 19 tersebut. Beberapa warganet menyebutkan kalau aksi kedua anak Ahmad Dhani itu terlalu berlebihan dan lebay, terutama Dul yang menangis diatas panggung.

Anji Melalui akun Twitter pribadinya, pria yang kini juga seorang YouTuber itu mengatakan bahwa tak seharusnya masyarakat berkomentar pedas seperti itu hanya karena ketidaksukaan pada Ahmad Dhani.

"Nggak suka Ahmad Dhani gapapa (tidak apa-apa). Tapi bilang anaknya lebay ketika nangis di panggung Dewa 19 di KL (Kuala Lumpur), rasa gasuka orang itu yang saya rasa lebay," tulis Anji.

— ANJI x DRIVE - (@duniamanji) February 3, 2019

Cuitan Anji ini pun mendapat dukungan dari warganet lainnya yang menaruh simpatik pada Ahmad Dhani. Salah satu warganet mengatakan kalau dirinya sangat menyukai Ahmad Dhani sebagai musisi, terlepas dari segala kontroversi yang dialaminya.

"Terlepas dari apapun kontroversi atau masalah yang dialami Ahmad Dhani. Tidak bisa dipungkiri sosok Ahmad Dhani adalah seorang musisi terbaik di Indonesia," ujar warganet tersebut.

— Efza Nur Agastya (@Agastya14_) February 3, 2019

Komentar warganet tersebut pun langsung direspon Anji. Pria 39 tahun itu mengaku setuju kalau Ahmad Dhani memang merupakan musisi hebat.


"Setuju. Saya ngefans sama Mas Dhani sebagai Musisi," respon Anji.


Sumber: AKURAT.CO

Ini Bukti Bahwa Gelombang Perlawanan terhadap Hoaks Makin Masif

Seorang warga memegang poster saat melakukan aksi tandatangan anti hoax dan pemilu damai di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (3/2/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Aksi damai yang dilakukan oleh ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Kebajikan Pancasila menggelar dan mengajak seluruh masyarakat untuk melawan hoaks dan menjunjung tinggi Pancasila.

Karena, hoaks yang semakin marak menjelang Pilpres 2019 dinilai berpotensi memecah belah bangsa.

Hasil pantauan AKURAT.CO, peserta aksi menyediakan kain putih untuk ditandatangani sebagai bentuk dukungan untuk melawan hoaks.

Ada juga yang membawa poster dengan tulisan 'Cebong Kampret Binatang, Kita Manusia'.

Ketua Gerakan Kebajikan Pancasila Saifullah Ma'shum mengungkapkan, gerakan ini muncul dari keresahan anak muda, aktivis, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

"Kami resah bagaimana keteladanan di nusantara ini tidak cukup mencerahkan anak bangsa. Hal ini diperparah dengan hoaks dan fitnah yang bertebaran di media sosial," kata Saifullah saat mengkampanyekan Kebajikan Pancasila di hari bebas kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu, (3/2/2019).

Aksi yang sudah dimulai sejak 27 Januari lalu ini bertujuan untuk mk seluruh masyarakat menghidupi demokrasi yang baik, untuk melahirkan pemimpin yang baik.

"Mari kita membangun demokrasi yang santun, ramah, dan memilih pemimpin dengan cara yang benar," kata Saifullah.

Beberapa masyarakat yang ikut tanda tangan menganggap kampanye ini menarik dan sejalan dengan keresahan mereka.

"Saya muak lihat hoaks di mana-mana. Semoga kampanye ini sukses menyadarkan masyarakat," ujar Heri.



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 01 Februari 2019

Empat Syarat Makanan Pendamping ASI Menurut Ahli

Spesialis Gizi Klinis | AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati

Semua orang tua pasti ingin memiliki anak dengan tumbuh kembang yang baik, tanpa gangguan, dan anak bisa tumbuh dewasa yang bisa dibilang sebagai sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mencapai hal itu, banyak yang perlu orang tua perhatikan dan terapkan.

Dr. Diana F Suganda, M.Kes, Sp. GK, spesialis gizi klinis, menjelaskan bahwaa salah satu yang sangat penting dan berpengaruh dalam tumbuh kembang anak agar lebih optimal adalah dengan memperhatikan makanan pendamping ASI atau biasa dikenal dengan MPASI. Dirinya juga mengatakan, ada empat syarat dalam pemberian MPASI yang penting diketahui.

"Empat syarat MPASI, pertama tepat waktu, kedua bergizi, ketiga tepat cara pemberian, dan keempat bersih. Ketika anak lewat fase ASI eksklusif, mereka butuh tambahan gizi dari variasi asupan lain, nah dimana gizi ini yang membantu segala pertumbuhan, perkembangan yang pesat diusianya ini, jadi tidak bisa sembarang kasih MPASI," ujarnya kepada AkuratHealth, saat acara preskon Teman Bumil, di Tower Tokopedia, Jakarta Selatan, Kamis, (31/1).

Untuk hal tepat waktu yang dimaksud oleh dokter diana adalah tepat waktu memberi MPASI yaitu pada usia enam bulan. WHO sudah memberi standartisasi bahwa enam bulan lah, waktu yang tepat pemberian MPASI. Kala itu bayi sudah siap untuk makanan-makanan yang lebih padat. Jika di bawah usia tersebut, risiko berbahaya sampai dengan meninggal sangat mungkin terjadi.

Kemudian, jika lebih dari usia yang ditetapkan maka bayi bisa kurang gizi, yang akan berdampak ke masalah kronis lainnya. Yang dimaksud bergizi artinya MPASI yang diberikan harus cukup energi, protein, vitamin, karbohidrat, lemak, mikronutrien sesuai usia, dan mineral yang cukup.

Yang tak kalah pentingnya adalah tepat cara pemberian dan juga bersih. Maksudnya, MPASI harus disiapkan dengan higienis, dimana memberikan MPASI memerlukan banyak peralatan dan membutuhkan tempat penyimpanan yang tepat agar meminimalisir bakteri tumbuh pada makanan yang akan dikonsumsi sang anak.

Pemberian MPASI juga harus tepat dalam arti sesuai dengan usianya, seperti seberapa banyak porsi yang dibutuhkan, kemudian tekstur makanan yang juga harus tepat tingkat kelembutan, kepadatan makanan, dan sebagainya.



Sumber: AKURAT.CO

Erick Thohir Jual Sahamnya Buat Bayar Utang, Beda dengan Sandiaga Uno

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir di Jl. Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat | AKURAT.CO/Kosim Rahman

Erick Thohir, yang merupakan pendiri Mahaka Group, beberapa waktu lalu telah resmi melepas 31,05 persen Sahamnya di klub sepak bola Italia Internazionale Milano atau Inter Milan kepada perusahaan investasi yang berbasis di Hong Kong, LionRock Capital.

Nilai transaksi pelepasan Saham tersebut diperkirakan mencapai 150 juta euro atau sekitar Rp2,4 triliun. Uang pelepasan Saham itu dari keterangannya dimanfaatkan untuk membayar dana pinjaman alias utang.

"Sebagian bayar utang dan sebagian balikin Equity. Karena pembangunan untuk infra inter kami lakukan sebagian dari bank loan di luar negeri," katanya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Banyak kabar yang berhembus jika dirinya berencana membeli kembali Saham perusahaan Visi Media Asia (VIVA) yang sebelumnya merupakan bisnis miliknya dan kini dikelola oleh Bakrie Group.

"Belum ada rencana masuk ke VIVA, hanya spekulasi saja. Saya belum ada saja. Itu hanya spekulasi pasar," jelasnya.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini memang menjual Sahamnya di Inter Milan. Keputusan tersebut dirasa tepat. Mengingat semenjak dipercaya menangani Asian Games hingga menjadi Ketua TKN ia memang tidak sempat lagi pergi ke Italia maupun Amerika.

Hingga April mendatang Erick Thohir masih akan fokus ke politik. Disinggung soal dana kampanye, sebagai Ketua TKN, dia mengakui ikut menyumbang dan menggalang dana, namun tak lantas hal itu menjadi alasan ia melepas Saham Inter Milan.

"Kan saya tidak mencalonkan, beda dengan Mas Sandi yang memang maju cawapres. Dia jual aset ya memang sebagai cawapres ya wajibnya begitu (untuk biaya kampanye). Kalau saya kan jual Saham kepentingannya beda. Murni bisnis saja dan secara investasi saya rasa tepat," ungkapnya.



Sumber: AKURAT.CO