Tampilkan postingan dengan label Anies Baswedan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anies Baswedan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2019

Gubernur DKI Jakarta Melarang Kendaraan Berusia Lebih dari 10 Tahun Beroperasi di Jakarta

Bus trasjakarta di hale pemuda Velodrome, Jakarta, Jumat (26/7/2019). Akses penghubung tersebut resmi beroperasi antara moda transportasi Light Rail Transit (LRT) dengan Transjakarta rute Kelapa Gading-Dukuh Atas. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Kendaraan umum dan kendaraan pribadi yang berusia lebih dari 10 tahun dilarang beroperasi di Ibu Kota oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Peraturan ini diberlakukan untuk menekan polusi udara di Ibu Kota yang kian memburuk dan menjadi sorotan dunia.

Hal tersebut disampaikan Anies kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Intruksi Gubernur nomor 66 Tahun 2019 tentang tentang Pengendalian Kualitas Udara. Ingub itu diteken Anies pada Kamis (2/8/2019).

Dinas Perhubungan diperintahkan agar mengebut peremajaan angkutan umum melalui program integrasi Jaklingko. Anies meminta Kadishub DKI Syafrin Liputo untuk menyelesakan integrasi Jaklingko pada 2020 mendatang dengan target permajaan angkutan umum yang menyasar pada 10.047 armada bus kecil, sedang dan besar.

“Memastikan tidak ada angkutan umum yang berusia di atas sepuluh tahun dan tidak lulus uji emisi beroperasi di jalan serta menyelesaikan peremajaan seluruh angkutan umum melalui program Jak Lingko pada tahun 2020,” pinta Anies pada Ingub tersebut yang dikutip AKURAT.CO Jumat (2/8/2019).

Bukan hanya kendaran umum, orang nomor satu di DKI Jakarta ini juga meminta agar kendaran pribadi juga diikat dengan aturan yang sama. Artinya kendaraan pribadi yang berusia diatas 10 tahun juga dilarang mengaspal di jalanan Ibu Kota. Aturan untuk kendaraan pribadi ini mulai berlaku pada tahun 2025 mendatang.

“Memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai pada tahun 2019 dan memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 (sepuluh) tahun yang dapat beroperasi di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2025,” katanya.

Tidak hanya memerintahkan Dishub DKI, Anies juga meminta Dinas Lingkungan Hidup meminimalisir sumber polusi dari hasil kegiatan industri.

Anies meminta Kadis LH Andono Warih menyiapkan aturan yang bisa menekan polusi yang bersumber dari cerobong industri aktif yang menghasilkan polutan melebihi nilai maksimum baku mutu emisi yang berada di wilayah DKI Jakarta mulai pada tahun 2019.

“Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta agar menyiapkan penyempumaan peraturan tentang baku mutu, perizinan dan pengendalian terhadap emisi dari sumber tidak bergerak pada tahun 2019; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta agar memastikan instalasi dan publikasi hasil continious emission monitoring sistem pada bangunan pembangkit listrik dan cerobong industri aktif; dan melakukan pengukuran emisi dan inspeksi setiap 6 (enam) bulan pada selurun cerobong industri aktif, serta mempublikasikan hasilnya,” tuntasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 02 Juli 2019

Gubernur DKI Jakarta Wajibkan PNS Pemprov Kenakan Seragam Bertema Persija

Pemain Persija Jakarta Marko Simic bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai pertandingan melawan Mitra Kukar dalam babak akhir Liga 1 Indonesia 2018 di Stadion Utama Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2018). | AKURAT.CO/Sopian

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan mewajibkan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta mengenakan seragam yang bertema klub sepak bola asal Ibukota, Persija.

Anies Baswedan menjelaskan pengadaan seragam PNS bertema Persija ini sebagai bentuk dukungan pihak Pemprov DKI pada klub sepak bola ini. Seragam itu akan dikenakan saat Macan Kemayoran sedang berlaga.

"Jadi gini, kalau Persija ada pertandingan baru kita pake baju Persija. Kalau hari itu Persija tanding, kita akan mendukung dengan memakai kostum Persija," kata Anies saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (1/7/2019).

selain itu juga, seragam baru ini kata Anies bakal di kenakan saat ada rapat-rapat penting antara Pemprov DKI dengan petinggi-petinggi Persija.

"Supaya kalau rapat jangan pakai kaos oblong. Kalau sehari-hari kan pakai baju kan mereka, ada rapat pemerintah pusat jadi siapin desainnya. Harusnya belum rame," tuturnya.

Meski demikian, orang nomor satu di DKI Jakarta ini enggan membeberkan lebih jauh mengenai konsep seragam baru itu. Sebab saat ini masih dalam tahap desain.

"Nanti kalau sudah resmi baru (diumumkan). Kostumnya masih kami siapkan desainnya," tuntasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 04 April 2019

Anies Salahkan Proyek LRT Soal Banjir di Pancoran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, meninjau lokasi banjir di kawasan Pancoran Jakarta Selatan pada Kamis (4/4/2019).

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini melakukan inspeksi pembangunan proyek di lokasi tersebut. Dimana pembanguan proyek itu banyak menutup saluran air sehingga menyebabkan banjir saat kawasan ini diguyur hujan.

"Pagi ini saya menginspeksi lokasi yang menjadi tempat pembangunan yang menutup saluran air sehingga ketika hujan deras dengan volume besar seperti kemarin lalu terjadi genangan yang cukup lama," ujar Anies di lokasi.

Anies mengakui bila proyek pembangun jalur Light Rail Transit (LRT) di kawasan ini banyak yang tak memperhatikan saluran air, tiang - tiang beton yang dibangun untuk menyangga jalur layang LRT banyak didirikan di atas saluran air.

"Kita temukan bahwa saluran - suluran air kita tertutup oleh pilar - pilar pembangunan LRT. Nah pihak kontraktor tidak menyiapkan dengan volume yang cukup, pompa untuk mengalirkan air dari tempat yang terhalang ke saluran kita. Jadi ada saluran, saluran itu terpotong potong oleh pilar," ucapnya.

Anies juga mengatakan bahwa pihak kontraktor mengklaim telah melakukan antisipasi banjir di kawasan ini dengan menyediakan pompa mobile.

Anies menjelaskan pompa itu jelas tak maksimal untuk menyedot air dalam volume yang besar. 

Tak hanya itu Anies menduga penanganan banjir di kawasan ini juga pasti terlambat dilakukan pihak kontraktor. Pompa - pompa mobile itu pasti didatangkan saat sudah terjadi banjir sehingga imbasnya kawasan ini digenangi air dalam waktu yang cukup lama 

"Harusnya mereka (kontraktor proyek LRT) menyiapkan pompa. Menurut mereka sudah dipasang pompa, pompa mobile-pompa mobile itu kita sudah tahu pasti banjir baru dikirim pompa, kalau pompanya permanen pasti dia begitu ada aliran genangan air langsung bergerak. Kalau sudah pompanya mobile maka pasti terlambat dan itu yang terjadi," tuntasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 01 April 2019

8 Momen Empati Anies Baswedan pada Warga Jakarta Yang Curi Perhatian

Empati Anies Baswedan pada warga DKI Jakarta | Instagram/Anies Baswedan

Naufal Rosyid, petugas penyapu jalan yang menjadi korban tabrak lari pengendara motor di Jl Raya Pasar Rebo, Jakarta Timur. Meskipun sempat dilarikan ke RS Pasar Minggu, namun nyawa Naufal tidak tertolong karena menderita pendarahan di otak.

Dalam akun Instagramnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menulis kabar bahwa dirinya tengah melakukan takziah ke rumah almarhum Naufal.

Hal seperti ini bukan kali pertama Anies menarik perhatian karena empatinya pada warga Jakarta. Beberapa kali, dirinya mengunjungi warga yang tengah berduka atau yang menjadi korban penganiayaan.

Berikut ini AKURAT.CO himpun momen empati Anies Baswedan dari berbagai sumber pada Senin (1/4/2019).

1. Gubernur DKI Jakarta ini tak segan untuk menghampiri seorang pasien bernama Dayat yang memanggil dirinya. Dayat yang tergulai lemah mengalami patah 2 ruas tulang leher, Anies juga mengabulkan permintaannya untuk mencium dahinya

Facebook/Anies Baswedan
2. Tak berselang lama setelah menjalani operasi di hari Jumat, di hari Minggu Anies mendapat kabar bahwa Dayat telah dipanggil yang Maha Kuasa. Tak pikir panjang dirinya langsung takziah dan ikut menyalati almarhum Dayat

Facebook/Anies Baswedan
3. Bersama dengan istri, Fery Farhati, Anies menghampiri tiga relawan jumantik (juru pemantau jentik) yang telah mengalami kekerasan saat melakukan tugasnya

Facebook/Anies Baswedan
4. Tak hanya memberikan dukungan, Anies juga terlihat ikut memeriksa akibat pukulan yang terdapat di wajah relawan jumantik

Facebook/Anies Baswedan
5. Adanya wabah DBD yang menyerang beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Jakarta turut memanggil empati Anies, bersama dengan sang istri, Anies menjenguk pasien DBD di RSUD Pasar Minggu

Facebook/Anies Baswedan
6. Anies dan Fery juga turut bercengkrama dengan pasien dan menghiburnya, salah satunya dengan mengajak wefie pasien untuk memberikan semangat

Facebook/Anies Baswedan
7. Saat melakukan takziah ke rumah almarhum Naufal yang menjadi korban tabrak lari, Anies ikut menggotong keranda Naufal bersama dengan rekan kerja Naufal dan warga setempat melalui gang-gang sempit

Facebook/Anies Baswedan
8. Anies pun ikut menyalati dan mendoakan almarhum bersama dengan warga setempat

Facebook/Anies Baswedan
Aksi empati Anies yang menunjukkan kedekatannya dengan warga Jakarta ini kerap menarik perhatian publik dan mendapat berbagai respons di media sosial.



Sumber: AKURAT.CO

Tarif MRT Diskon 50 Persen Selama April

Warga memadati gerbong angkutan moda transportrasi terpadu MRT di stasiun Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Hari ini Senin 1 April 2019, angkutan Massal Moda Raya Terpadu (MRT) mulai beroperasi secara komersial setelah tuntas melalui fase uji coba publik pada Maret 2019.

Untuk tarif moda angkutan ini sudah ditetapkan oleh Gubernur Anies Baswedan dan ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Harga untuk jarak terjauh Lebak Bulus mencapai Rp 14.000 sekali naik dan harga terdekat antar stasiun Rp3.000. 

Tarif ini tertuang dalam Pergub Nomor 34 Tahun 2019 tentang Tarif Angkutan Perkeretaapian Mass Rapid Transit dan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit.

Pada bulan pertama MRT akan memberikan potongan harga tiket sebesar 50 persen. Hal ini tentu untuk menarik minat warga Ibu kota untuk menggunakan transportasi kereta modern ini.

"Jadi, kalau sesuai tarif dari Lebak Bulus ke Bundaran HI itu 14.000 rupiah, selama satu bulan, hanya akan dikenakan 7.000 rupiah sekali jalan. Juga, misal dari Dukuh Atas ke Fatmawati yang seharusnya 12.000 rupiah, hanya akan 6.000 rupiah. Dari Bundaran HI ke Dukuh Atas yang seharusnya 3.000 rupiah, hanya akan 1.500 rupiah," ujar Anies melalui siaran pers yang diwartakan divisi humas Balai Kota DKI Senin (1/4/2019).

Anies menyebut kebijakan diskon 50 persen tersebut merupakan usulan dari PT MRT Jakarta. Usulan tersebut kemudian dilaporkan kepada dirinya melalui surat yang dikirim oleh Dirut PT MRT Jakarta, William P. Sabandar. 

“Tarifnya mengacu pada Pergub tersebut. Diskon diberikan oleh MRT Jakarta dengan mengirim surat,” tambahnya.

MRT Jakarta, berharap dengan adanya diskon 50 persen tersebut, dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk menggunakan MRT Jakarta. 

“Selain itu, juga untuk mengedukasi masyarakat untuk mengubah budaya transportasi dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum,” harapnya.

Pengoperasionalan secara komersial MRT Jakarta akan mulai berlaku pada pukul 05.30 WIB. Kereta pertama  berangkat pukul 05.30 WIB dari Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Blok M menuju Stasiun Bundaran HI.

Sementara itu, kereta pertama Ratangga dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus berangkat pukul 05.36 WIB. Kemudian, dilanjutkan setiap 10 menit sekali untuk kereta berikutnya.



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 22 Februari 2019

Jokowi: Jangan Dikompor-komporin, Saya Dengan Anies Tidak Ada Masalah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, 26 Februari 2018. | ANTARA/Wahyu Putro A

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terjalin dengan baik.

Bahkan Presiden Jokowi mengaku setiap hari berkomunikasi dengan gubernur-gubernur yang ada di Indonesia, tidak terkecuali dengan Gubernur Anies Baswedan. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada semua pihak untuk tidak membuat isu negatif terkait hubungannya dengan Anies Baswedan.

"Orang berpikir saya dengan pak Gubernur DKI ada masalah. Setiap hari saya ketemu pak Gubernur, saya biasa komunikasi dengan pak Gubernur, makanya jangan sampai dikompor - komporin," ujar Jokowi saat ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

"Untuk itu, silatuhrahmi antar personal mesti dijaga agar tidak ada konflik di tengah masyarakat. Modal besar kita, aset terbesar adalah kerukunan, persaudaraan, jaga ukhuwah wathoniyah, ukhuwah islamiyah kita," tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi didampingi Gubernur Anies Baswedan membagikan 3.000 sertifikat tanah kepada warga Jakarta Selatan.

Jokowi berpesan kepada warga agar tidak menggadai sertifikat tanah untuk membeli mobil. Dia juga berpesan agar sertifikat tanah yang diraih dijaga.

"Saya titip kalau sertifkat mau diakai untuk agunan tolong dikalkulasi, hitung dulu, kalau dapat Rp300 juta saya titip yang Rp150 juta, jangan buat beli mobil biar bisa muter - muter kampung," katanya.



Sumber: AKURAT.CO