Tampilkan postingan dengan label Meninggal Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meninggal Dunia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2019

Agung Hercules Punya Permintaan Khusus ke Ade Rai Sebelum Meninggal

Ade Rai dan Agung Hercules | ISTIMEWA

Kabar duka kembali menghampiri dunia hiburan Tanah Air. Pasalnya, pedangdut dan pelawak Agung Hercules menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat pada Kamis (1/8/2019), sekitar pukul 16.00 WIB.

Ade Rai selaku sahabat yang mengenal dekat sosok Agung Hercules, mengatakan Agung sempat meminta sesuatu kepada dirinya, yakni meminta dibawakan sarang semut.

"Sebelum saya ke Papua sempat ngobrol, sempat titip cariin sarang semut buat dia," kata Ade Rai saat dihubungi wartawan, Kamis (1/8/2019).

Namun sayangnya Ade tidak sempat membelikan sarang semut untuk mendiang.

Tidak mendapatkan apa yang diinginkan dari mediang Agung. Ade mencoba menghubungi istri Agung Hercules, Mira untuk memberikan penjelasan.

"Cuman ya nggak kesampean yah, karena kemarin beberapa hari lalu mbak Mira udah mulai sibuk, jadi nggak membalas," ungkapnya.

Ade kemudian menduga bahwa Mira tak membalas pesanya lantaran sibuk mengurus Agung yang tengah melawan masa kritisnya pada saat itu.

"Mungkin Agungnya sudah masa kritis, karena biasanya mbak Mira selalu membalas WhatsApp dari saya," jelasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 28 Mei 2019

4 Orang Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan Maut di Kilometer 391 Tol Batang-Semarang

Kondisi dua mobil yang terlibat kecelakaan di Tol Semarang-Batang, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2019) | FOTO: TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO

Empat orang dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di kilometer 391 ruas tol Batang-Semarang di Kabupaten Kendal pada Selasa (28/5/2019).

Kombes Agus Triatmaja selaku Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah mengonfirmasi kejadian tersebut.

Menurutnya kejadian itu melibatkan dua mobil Toyota Innova bernomor polisi B 2395 NN dan Honda BRV B 2915 KFO yang melaju dari arah Jakarta ke Semarang.

Kejadian bermula ketika pengemudi Innova akan berbelok ke kiri untuk masuk ke rest area.

"Saat akan belok ternyata menyenggol bagian belakang Honda BRV yang ada di depannya," katanya.

Innova nahas itu kemudian menabrak sebuah truk dan pembatas jalan di ruas tol tersebut.

Empat penumpang Innova tersebut dilaporkan tewas. Keempat penumpang tersebut masing-masing Sukirno warga Jakarta Selatan, Budi Mulyo dan Sri Utami warga Ponorogo, Jawa Timur, serta Ismail yang masih berusia 2 tahun.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 22 Mei 2019

Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia Setelah Sempat Lewati Masa Kritis

Ustaz Arifin Ilham | INSTAGRAM.COM/alvin_411

Ustaz Arifin Ilham yang tengah mengalami kritis di Rumah Sakit di Malaysia dikabarkan meninggal dunia.

Lewt unggahan dalam Instagram putranya, Alfin, mengabarkan bahwa ayahanda tercinta telah pulang ke Rahmatullah.

"innalillahiwainnailaihirojiun. Telah wafat Abi kami tercinta Abi @kh_m_arifin_ilham," tulis Alfin pada akun alvin_411, Rabu malam (22/5/2019).

Alfin juga turut memanjatkan doa agar ayahanda diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya dalam caption yang ia tuliskan.

"Semoga Allah terima amal ibadahnya, diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surganya Allah swt, aamiin," lanjut Alfin.

Hingga saat ini, jenazah diketahui masih berada di Malaysia. Alfin pun menuliskan harapannya agar jenazah ayahanda bisa segera dibawa ke Indonesia untuk dikebumikan di Pesantren Azzikra, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

"InsyaAllah secepatnya Abi dipulangkan dari malaysia dan dimakamkan di pesantren Azzikra gunung sindur bogor," jelas Alfin.

"Sekiranya jika ada salah kata atau perbuatan dari abi, mohon dibuka permintaan maaf sebesar besarnya. Ya Allah, jika ini yang terbaik, kami ikhlas ya Allah, kami ridho ya Allah," tandas Alfin.



Sumber: AKURAT.CO

Minggu, 12 Mei 2019

Informasi Yang Viral Mengenai Petugas KPPS di Kota Bandung Diracun adalah Hoaks!

Ilustrasi Pemilu 2019 | AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

Isu yang beredar mengenai adanya petugas Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS) di Kelurahan Kebonjayanti, Kecamatan Kiaracondong, meninggal dunia karena diracun adalah hoaks. Hal tersebut dipastikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung Suharti.

“Terkait informasi yang viral di media sosial, bahwa dalam tubuh anggota KPPS Kebonjayanti, Kiaracondong, terdapat cairan kimia, itu berita yang nggak benar. Karena kami sudah klarifikasi ke pihak keluarga dan rumah sakit yang merawat,” ujar Suharti di Sekretariat KPU Jawa Barat, Minggu (12/5/2019).

Suharti mengatakan bahwa isu tersebut juga sudah dilaporkan ke kantor polisi. Orang yang menyebarkan hoaks itu berada di Klaten dan sekarang sedang dalam penanganan.

“Karena pelaku dan penyebar berita bohong tadi orang Klaten,” kata Suharti.

Kemudian Suharti juga meminta warga Kota Bandung agar jangan gampang percaya dengan isu itu. Dia mengimbau warga melakukan klarifikasi ke KPU maupun KPPS setempat kalau mendapatkan kabar yang meragukan.

“Karena kondisinya sudah agak panas, kita minta warga Kota Bandung agar tidak langsung percaya begitu saja dengan berita yang tersebar di media,” kata dia.

KPU Kota Bandung hari ini masih melakukan rekapitulasi terkait anggota KPPS yang meninggal dunia maupun yang sakit. Berdasarkan data terakhir, 11 anggota KPPS dari kota ini meninggal dunia, sedangkan 98 orang sakit.

“Kita masih melakukan rekap petugas yang meninggal maupun sakit, dan akan kita ajukan ke KPU RI untuk (pemberian) santunan,” katanya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 29 April 2019

Petugas KPPS Yang Sedang Hamil Meninggal, Bayinya Selamat

Ilustrasi Pemilu 2019 | AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

Seorang petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Gampong Peulokan, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, bernama Muridah (26), meninggal dunia karena kelelahan dalam kondisi hamil delapan bulan.

Ketua Divisi Data dan Informasi Komisi Independen Pemilihan Aceh, Agusni, mengatakan sebelum meninggal Muridah sakit dan dirawat di Puskesmas Labuhan Haji Barat. 

Bukannya membaik, kondisi Muridah semakin menurun sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Pekan, Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Korban menjalani operasi di RSUD Teuku Pekan.

"Bayi dalam kandungan berhasil diselamatkan. Sementara korban meninggal dunia, korban melaksanakan tugas siang malam dalam kondisi sedang hamil 8 bulan sejak hampir sepuluh hari terakhir," kata Agusni.

"Banyak syuhada pahlawan demokrasi dijemput ajalnya yang terus berguguran, kiranya mendapat tempat indah di sisiNya," ujar Agusni.

"Hendaknya semua kita menjadi ikhtibar dan menyadari akan musibah ini lantaran terlalu lelah atas ikhtiar kami untuk menghasilkan pemilu 2019 menjadi lebih baik, transparan, kredibel, luber dan jurdil," dia menambahkan.

Meninggalnya Muridah menambah daftar petugas pemilu yang meninggal di Provinsi Aceh. Jumlah total sampai sejauh ini lima orang. Sementara, petugas yang dirawat di rumah sakit 100 orang lebih.

Secara nasional, jumlah petugas penyelenggara pemilihan umum yang bertugas di tempat pemungutan suara yang meninggal dunia hingga Sabtu kemarin tercatat mencapai 326 orang.



Sumber: AKURAT.CO

Editor   : Wahyudi

Kamis, 11 April 2019

Inna Lillahi, Maestro Keroncong Mus Mulyadi Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Musisi Mus Mulyadi tutup usia pada Kamis, 11 April 2019 | INSTAGRAM/erick_mus

Buaya Keroncong Tanah Air, Mus Mulyadi baru saja meninggal dunia pada Kamis (11/4/2019) pagi. Ia menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 09.08 WIB.

Erick Haryadi yang merupakan anak dari Mus Mulyadi, mengatakan bahwa ayahnya mengaku sempat membaik usai menyantap sarapan. Namun tak berselang lama, Mus Mulyadi menghembuskan napas terakhirnya.

"Bilangnya sudah enakan padahal tadinya. Gulanya juga sudah turun, habis makan beliau bilang makanannya enak, hehehe. Sudah habis itu hilang, ke rumahnya, ke rumah Bapa di Surga," jelas Erick saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (11/4/2019).

Erick pun menangis, teringat mendiang sang ayah sambil mengatakan bahwa ayahnya adalah sosok legendaris yang penuh semangat.

"Orang yang penuh semangat sebenarnya, seorang legend, semua orang tahu," ungkapnya sambil menangis.

Rencananya Mus Mulyadi baru akan dimakamkan dua hari. Pihaknya masih menanti kedatangan anaknya yang tinggal di luar negeri.

"Rencananya dimakamkan di Joglo, tapi kapannya belum tahu, nanti saya update lagi. Karena ini sedang menunggu kakak saya, kakak saya di Australia, menunggu kakak saya pulang. Mungkin dua hari ya (di rumah duka)," jelasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 31 Januari 2019

Wasiat? Daster Saphira Indah Ikut Dimakamkan

Proses pemakaman Saphira Indah diwarnai isak tangis sang suami dan keluarga serta kerabat, TPU Budi Darma, Kawasan Semper, Jakarta Utara, Kamis (31/1) | Akurat.co/Agus Salim

Pemakaman jenazah almarhumah Saphira Indah telah selesai. Ia dimakamkan oleh sang suami, Ai Rico Hidros Daeng, keluarga, dan kerabat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Budi Darma, Semper, Jakarta Utara, Kamis (31/1/2019).

Dalam proses pemakaman bintang film Eiffel I'm In Love tersebut diwarnai isak tangis keluarga dan sanak saudara, serta kerabat yang hadir. Terlebih ketika Rico saat mengadzankan liang lahat sang istri.

Dari pantauan yang dilakukan Akurat.co, pada proses pemakaman berlangsung, ada satu lembar baju berwarna merah kuning yang ikut dimasukkan ke dalam kuburan Saphira. Tak hanya itu, bijian-bijian juga ikut ditaburkan ke dalam kuburan tersebut.

Setelah dikonfirmasi terkait hal tersebut, Rico mengatakan bahwa baju berjenis daster itu memang sengaja dimasukkan atas permintaan dari pihak keluarga.

"Oh tadi ada daster. Itu permintaan keluarga," kata Rico Hidros usai prosesi pemakaman di Kawasan Semper, Jakarta Utara, Kamis (31/1/2019).

Meskipun demikian, tidak ada maksud apa-apa dengan memasukkan pakaian bekas almarhumah.

"Oh nggak ada apa-apa, cuma itu permintaan dari keluarga saja," jelasnya.



Sumber: AKURAT.CO