Senin, 10 September 2018

Yasonna Laoly : #2019PrabowoPresiden Didaftarkan dengan Cara Nakal


Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengungkap fakta lain dibalik pendaftaran #2019PrabowoPresiden oleh Ditjen AHU kementerian Hukum dan HAM. Menurutnya proses pendaftaran tersebut dilakukan dengan cara yang nakal atau tidak benar.


Yasonna Laoly menjelaskan tanda pagar 2019Prabowo Presiden yang beredar di masyarakat adalah bentuk penyiasatan nakal. Sebab jika sesuai aturan, perkumpulan tersebut akan ditolak sistem dari Kemenkum HAM.

"Saya mengatakan itu penyiasatan, sebab menurut pasal 59 ayat 1 U.U. Nomor 16 tahun 2017 tentang Penetapan Atas Perppu Nomor 2 Tahun 2017 disebut dengan tegas melarang nama instansi Pemerintah digunakan sebagai nama perkumpulan. Jadi dalam sistem AHU online di Kemenkum HAM kalau ada yang memohon nama perkumpulan pakai nama Presiden, pasti sistem online AHU Kemenkumham menolaknya. Sistem daring AHU pasti menolaknya," ujar Yasonna dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/9).

Notaris yang mendaftarkan perkumpulan tersebut, kata Yasonna, menggunakan siasat dengan cara nakal. Caranya dengan menggunakan spasi pada kata 'Presiden'.

"Notaris yang nendaftarkan perkumpulan itu agak nakal. Dia menyiasati dengan mendaftarkan PERKUMPULANTAGAR2019PRABOWOPRESI DEN atau #2019PrabowoPresi den. Untuk menyiasati sistem, dibuat spasi antara kata Presi dan den," jelas Yasonna.

"Jadi yang terdaftar adalah tagar2019PrabowoPresi spasi den (#2019PrabowoPresi den). Jadi perlu saya tegaskan Kalau ada #2019PrabowoPresiden (tanpa spasi) itu penyiasatan dan melanggar undang-undang," lanjutnya.

Yasonna Laoly memastikan surat dengan nama tagar 2019PrabowoPresiden tak terdaftar di Kemenkum HAM.

"Tentang #2019PrabowoPresiden yang beredar di masyarakat akhir-akhir ini yang dinyatakan telah terdaftar di Ditjend AHU Kemenkumham. Perlu kami tegaskan bahwa #2019PrabowoPresiden tidak benar terdaftar di Kemenkumham," ujar Yasonna. []


Sumber   : Akurat.co

Editor        : Wahyudi

Korban Tewas Gempa Hokkaido Jadi 42 Orang, PM Jepang Kunjungi Wilayah Gempa


Korban tewas akibat Gempa Bumi di Hokkaido bertambah menjadi 42 orang hingga Minggu (9/9). Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mengunjungi wilayah yang terdampak gempa bumi.Abe mengunjungi kota dan pusat komersial Sapporo, tempat gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter (SR) yang mengakibatkan rumah roboh dan jalanan menjadi retak.

Dia juga mengunjungi Atsuma, kota pedesaan kecil yang memiliki korban tewas terbesar akibat gempa. Kawasan pemukiman di kota itu hancur saat bukit longsor akibat kekuatan gempa sehingga menciptakan bekas warna coklat di wilayah itu.

Setelah bertemu para pemimpin politik dan warga di tempat pengungsian, Abe segera kembali ke Tokyo untuk menggelar rapat kabinet. Pemerintah mengeluarkan dana USD4,9 juta dari dana cadangan untuk bencana tersebut.

“Kita harus menciptakan kerangka kerja pada kawasan yang terkena dampak agar warga dapat mengambil langkah darurat dan membangun kembali,” kata Abe saat rapat kabinet, dikutip Channel News Asia.

Abe juga menjelaskan korban tewas bertambah menjadi 42 orang. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga secara terpisah menjelaskan satu orang masih hilang.

Abe mengunjungi wilayah bencana saat operasi search and rescue (SAR) berlangsung untuk mengambil jasad yang tertimbun longsor atau puing bangunan. “Ada hujan beberapa kali di Atsuma. Pekerjaan berlanjut untuk mencari korban hilang,” papar pejabat manajemen bencana regional.

PM Jepang menjelaskan, pemerintah telah mengerahkan sekitar 40.000 personel, termasuk pasukan bela diri untuk mencari korban hilang dengan alat berat, buldozer, anjing pelacak dan helikopter.

Sebanyak tiga juta rumah tangga di Hokkaido tak mendapat aliran listrik saat gempa merusak pembangkit listrik tenaga panas bumi yang menyuplai listrik ke wilayah itu.


Kini listrik telah kembali mengalir pada hampir seluruh rumah tapi otoritas meminta warga dan bisnis menghemat listrik, terutama saat akhir pekan saat suplai listrik masih belum stabil.


Sumber   : Akurat.co

Editor       : Wahyudi

Guru Cantik Yang Selalu Keliling Dunia Saat Liburan Sekolah, Fatemh Reslan


Seorang guru sekolah dasar yang bernama Fatemh Reslan selalu berkaliling dunia saat musim liburan sekolah tiba, Ia menghabiskan waktu selama tiga bulan untuk liburan. Fatemh Reslan berasal dari Michigan, Amerika Serikat. Fatemh Reslan pernah berlibur ke Inggris, Perancis, Lebanon, Turki, Bahama, dan Meksiko.

Dia menganggap berlibur mampu membuka pikirannya tentang budaya negara lain. Dia juga bisa memberikan pemahaman pendidikan yang terbuka bagi siswanya.Padahal perempuan itu hanya punya 35 ribu poundsterling (Rp 670 juta).


Fatemh Reslan berusia 25 tahun, Ia kini masih menjadi mahasiswi doktor, Fatemh Reslan menyukai traveling sejak usia muda. Dia pun tak memiliki kendala ketika berprofesi sebagai guru yang bisa menggagalkan kesempatannya untuk keliline dunia.

"Sejak kecil, saya ingin menjadi guru. Guru saya saat saya masih SD menginspirasi saya," kata Reslan, dilansir AkuratTravel dari The Sun pada Senin, (10/9).

"Saat mengajar, saya juga bukan hanya memperbaiki hal akademik siswa, saya juga membangun kedekatan sosial dan emosional dengan mereka," ujarnya.



Saat liburan sekolah Reslan selalu menyiapkan segala sesuatunya untuk berlibur ke tempat yang dia sukai.

“Setiap akhir liburan, saya juga selalu berlibur ke tempat yang menarik,” ujarnya.

Kalau akhir pekan, dia juga selalu berlibur ke kota di AS seperti New York, California, Arizaona, Florida, Washington, dan Ohio.


Sumber  : Akurat.co

Editor      : Wahyudi

Agenda Presiden Jokowi Di Korsel, Balasan Kunjungan Moon Jae-in


Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan (Korsel), membalas kunjungan kenegaraan Moon Jae-in ke Indonesia. Setibanya di Seoul pada Minggu Jokowi langsung disambut oleh Moon Jae-in.

Jokowi dan Moon Jae-in terakhir bertemu di Jakarta pada bulan November, dimana mereka setuju untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan "kemitraan strategis khusus".

Kunjungan Presiden Jokowi dimulai dengan upacara penyambutan resmi di Istana Changdeok pada Dinasti Joseon (1392-1910), yang melibatkan presiden Korea Selatan dan pejabat peringkat lainnya dari kedua negara.

"Setelah upacara, kedua pemimpin berjalan-jalan melalui istana dalam acara persahabatan untuk membantu memperkuat hubungan pribadi mereka," menurut kantor presiden Moon, Cheong Wa Dae.

"Pada KTT yang akan datang, kedua pemimpin diharapkan untuk membahas untuk memperkuat kemitraan strategis khusus antara kedua negara," kata Cheong Wa Dae sebelumnya.


Para pemimpin juga diharapkan untuk membahas uapaya bersama untuk mempromosikan kerjasama regional.

Presiden Korea Selatan telah berjanji untuk hampir menggandakan perdagangan negaranya dengan negara-negara ASEAN menjadi 200 miliar dollar Amerika Serikat pada 2020.


"Dengan kunjungan Widodo, Indonesia telah menjadi negara ASEAN pertama yang telah bertukar kunjungan oleh pemimpin mereka dengan Korea Selatan sejak Moon menjabat pada Mei 2017," kata Cheong Wa Dae.[]


Sumber   : Akurat.co

Editor        : Wahyudi

Potret Nashwa Zahira Peserta Audisi Indonesian Idol Junior yang Digombali Rizky Febian


Setelah sukses dengan Indonesian Idol 2018 kini RCTI kembali membuat ajang pencarian bakat dengan format ajang pencarian bakat anak-anak dengan judul Indonesian Idol Junior 2018.Hampir sama dengan Indonesian Idol ajang ini baru sampai pada tahap audisi dengan 4 juri, yakni Maia Estianty, Rossa, Rayi 'RAN', dan Rizky Febian.

Ada yang menarik perhatian publik pada waktu lalu, salah satu kontestan Indonesian Idol Junior 2018 sebelum menunjukan aksinya, peserta yang bernama Nashwa Zahira telah menuai banyak pujian, bahkan digombalin oleh para juri, Maia dan Rizky Febian. Bahkan, video saat ia audisi yang di unggah oleh Indonesian Idol Junior di Youtube ini telah menjadi tending no 1 dengan leb
ih dari 7 juta kali penayangan sejak pertama kali diunggah pada 7 September 2018.

Mari kita lihat potret Nashwa Zahira, gadis manis asal Medan yang telah Akurat.co himpun dari berbagai sumber, berikut ini :

1. Pose Candid Ala Nashwa




2. Sama-sama Cantik ya, Nashwa sama Mamahnya



3. Pake Gaun Warna Ungu Cantiknya Makin Keliatan



4. Foto Ala Anak-anak Kekinian nihh


5. Foto sama Temennya Cantik juga


Itulah 5 potret Nashwa Zahira, peserta audisi Indonesian Idol Junior 2018 yang namanya tengah viral di publik.[]


Sumber   :  Akurat.co

Editor      : Wahyudi

Peristiwa Penting 10 September, Dari Swiss Anggota PBB Hingga Hijrahnya Warga Jerman Timur


Hari ini dunia sedang mengahadapi peristiwa penting yang terjadi dari segala penjuru, tercatat banyak peristiwa penting yang melibatkan negara mulai dari terbentuknya pasukan militer hingga kemerdekaan.

5 moment penting yang terangkum dalam sejarah hari ini :

1. Swiss Menjadi Anggota PBB dan Tetap Mempertahankan Netralitasnya

Pada tahun 2002 Swiss bergabung menjadi salah satu anggota PBB dan mempertahankan netralitasnya. Swiss menganut konsep non-intervensionis yang artinya Swiss tidak akan mencampuri urusan negara lainnya. Swiss juga tidak memihak pada kubu manapun dalam konteks hubungan internasional.
Pada tahun 1515, Swiss menderita kekalahan dari Perancis di Perang Marigano. Sejak kekalahan tersebut, Swiss memutuskan untuk meninggalkan kebijakan ekspansionisnya dan menjadi netral demi keamanan negerinya.
Keinginan Swiss untuk netral sempat ditentang oleh Napoleon yang ingin menjadikan Swiss sebagai salah satu negara satelitnya, namun pasca kekalahan Napoleon di Waterloo tidak ada lagi ancaman berarti bagi Swiss. Pada Kongres Wina tahun 1815, Swiss menandatangani deklarasi "Netralitas Abadi" yang membuat Swiss menjadi negara netral hingga hari ini.

2. Pasukan Pembebasan Palestina Terbentuk

Hari ini tahun 1964, Pasukan Pembebasan Palestina (PLA) resmi terbentuk. PLA adalah pasukan yang merupakan anak dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang dibentuk untuk melawan gempuran Israel. Pasukan ini dibentuk setelah pertemuan negara-negara anggota Liga Arab tahun 1964. Meskipun dinamakan Pasukan Pembebasan Palestina, pasukan ini lebih banyak dikendalikan oleh negara-negara besar Timur Tengah pendukung Palestina dibanding Palestina itu sendiri. Negara-negara pendukung tersebut antara lain Suriah dan Mesir.

3. Hamida Djandoubi Jadi Orang Terakhir Yang Dihukum Guillotine

Hamida Djandoubi adalah seorang imigran asal Tunisia yang menjadi pelaku penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan seorang gadis berusia 22 tahun bernama Elisabeth Bousquet.Peristiwa tersebut terjadi di tahun 1977. Ironisnya sang gadis merupakan kekasih dari Hamida. Atas perbuatannya, ia dijatuhi hukuman mati dengan cara penggal kepala melalui Guillotine.
Guillotine merupakan sebuah alat hukuman mati berupa tiang dengan bilah pisau besar diatasnya. Kepala orang yang akan dieksekusi akan dikunci dibagian bawah sebelum akhirnya bilah pisau besar itu dijatuhkan dan memenggal kepala sang korban. Hamida menjadi orang terakhir di Perancis dan seluruh Eropa yang menjalani hukuman lewat Guillotine.

4. Guinea Bissau Lepas dari Portugis

Guinea Bissau adalah negara yang terletak di benua Afrika. Dahulu, negara ini merupakan bagian dari kerajaan Mali hingga akhirnya menjadi daerah kekuasaan Portugal pada masa kolonialisme. Sebenarnya, Guinea Bissau telah mendeklarasikan kemerdekaannya pada 24 September 1973, namun hal itu hanyalah deklarasi sepihak dari Guinea Bissau.
Sejak 1963, mereka juga masih dilanda perang dengan penjajahnya. Guinea Bissau benar-benar lepas dari Portugis pada 10 September 1974 setelah berperang selama 11 tahun. Peperangan tersebut dikatakan sangat besar hingga mendapat julukan "Vietnam bagi Portugal" merujuk pada jumlah korban yang berjatuhan.Kala itu Guinea Bissau mendapat bantuan dari Kuba dan Uni Soviet untuk memenangkan perang.

5. Warga Jerman Timur Hijrah

Pada 10 September 1989 tercatat sebagai waktu di mana warga Jerman Timur berbondong-bondong hijrah ke negara tetangga mereka, yakni Hungaria, Cekoslovakia, dan Polandia. Hal ini disebabkan Jerman Timur yang kala itu merupakan satelit Uni Soviet sangat memprihatinkan secara ekonomi.
Ideologi komunisme di tiga negara tersebut tidak laku dan mendapat pertentangan sehingga negara tersebut tidak dapat dikuasai Soviet. Hal itulah yang mendorong orang-orang Jerman Timur pindah, dengan maksud untuk mendapat kehidupan yang lebih layak.[]


Sumber   : Akurat.co

Editor      : Wahyudi

Jangan Anggap Remeh eSports


Olahraga Elektronik atau yang lebih di kenal dengan eSports (Electronic Sports) adalah istilah untuk kompetisi permainan video pemain jamak, umumnya antara para pemain profesional. Di berbagai negara termasuk Indonesia eSports sedang booming atau dalam artian banyak hal dan menyangkut berbagai pihak.

eSports merupakan olahraga baru, namun eSports ternyata telah mengalami peningkatan peminat dari anak muda. Juga banyaknya turnamen yang terbilang sukses dilaksanakan di beberapa kota besar. Puncaknya bahkan, eSports telah menjadi bagian cabang di Asian Games 2018 bulan Agustus lalu. Kemudian hal baru ini juga berdampak pada tumbuhnya industri baru yang menggaet beberapa perusahaan tekhnologi dan perusahaan pengembang game.

Olahraga baru ini bukan beradu kuat fisik atau kecepatan dalam mencapai garis finish melainkan bermain game. Sebenarnya sejak zaman game jadul seperti tetris atau game lainnya yang masih mengusung visual 8 bit telah menjadi bagian cikal bakal eSports. Setelah bermain game dengan mencapai skor tertentu, biasanya pada akhir permainan terdapat papan skor 5 atau 10 tertinggi. Tantangan tersebut menjadi pijakan pertama terciptanya dunia eSports.

Seiring berkembangnya tekhnologi perangkat gaming, bermain game telah beralih menjadi olahraga baru berteknologi canggih. Hal ini ditunjukkan dengan tersediannya berbagai perangkat khusus gaming, mulai dari kursi, mouse, headphone, keyboard, layar desktop, laptop, hingga PC. Dengan mensegmentasikan para gamers, perangkat-perangkat tersebut juga dibanderol dengan harga yang terbilang mahal.

Atlet eSports

Saya telah bertemu banyak pemain, lebih tepatnya atlet eSports yang ada di Jakarta. Para atlet eSports tersebut tergabung dalam beberapa klub, layaknya klub sepakbola. Klub eSports yang cukup populer, terutama saat turnamen di antaranya Rex Regum Qeon (RRQ), Evos Esports, Boom ID, Aerowolf dan masi banyak lagi. Mereka semua dipayungi oleh sebuah lembaga federasi eSports resmi yaitu Indonesia eSoprts Association (IeSPA).

Dalam satu klub, biasanya terdapat beberapa tim sesuai dengan game yang ramai di pertandingkan. Seperti Dota2, CS:Go, AOV, dan Mobile Legends. Dari setiap tim terdapat lima hingga enam pemain. Mereka berkumpul di suatu basecamp  yang digunakan untuk latihan menjelang turnamen.
Basecamp tersebut umumnya sebuah rumah yang lengkap dengan fasilitas game, tidur, makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Mereka juga membangun chemistry antar pemain sehingga menumbuhkan kerja sama dan kekompakan yang lebih.

Nilai Positif dari eSoprts

Rata-rata jam latihan para atlet eSports profesional adalah enam hingga delapan jam. Mereka juga dituntut layaknya atlet olahraga pada umumnya seperti mengatur strategi pola pikir nilai kedisiplinan, sportivitas dan kerja sama. Membangun mental juga sangat penting bagi atlet eSports saat menghadapi lawan di arena turnamen.

"Tak hanya menatap layar dengan pasif, tapi eSports juga membutuhkan kecepatan berpikir, tingkat intelijensi yang tinggi, bahkan adrenalin yang terpacu karena harus memikirkan segala cara untuk bisa memenangkan sebuah pertandingan dalam game," kata ketua IeSPA Eddy Lim, saat ditemui dalam sebuah acara di Jakarta Utara, Selasa (24/7).

Dengan durasi waktu latihan yang cukup lama, masih banyak orang awam yang menilai eSports sama dengan kecanduan game. Padahal kedua hal tersebut sangat berbeda jika dilihat dari ciri-cirinya.
Pakar psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, memaparkan perbedaan eSports dan internet gaming disorder alias kecanduan bermain game.

Pertama, Ia menyebutkan di dunia eSports itu mengutamakan nilai kedisiplinan dalam bermai game, terutama jam latihan menjelang pertandingan. Kalau pecandu atau kecanduan game, seseorang atau anak hanya bermain game tergantung mood.

Kedua, eSports ada target yang jelas dan terukur. Sedangkan pecandu game hanya main untuk membunuh kebosanan. Lama-kelamaan, menjadi kebiasaan main game yang over. Terakhir, eSports akan menjadikan seseorang lebih produktif dalam menghasilkan uang. Memang, pada satu sisi ada game yang harus mengeluarkan uang untuk membeli senjata atau supporting item lainnya. Namun, tujuan dan targetnya jelas. Keperluannya pun bisa dipertanggung jawabkan. Sementara pecandu game membeli item tertentu dalam sebuah permainan hanya untuk memuaskan keinginan.

Keterlibatan eSports di Asian Games 2018

Di Jakarta telah banyak turnamen eSports yang digelar secara besar-besaran. Ada yang mengkhususkan satu game saja, namun ada juga yang menampurkan beberapa game pada satu turnamen.

Contohnya turnamen antar klub eSports di Indonesia adalah Mobile Legeds Profesional League (MPL) yang diadakan sendiri oleh pihak pengembang game, Moonton. Kompetisi eSports yang paling disorot baru-baru ini adalah Asian Games 2018. Untuk pertama kalinya, eSports menjadi salah satu cabor walaupun berstatus demonstrasi. Artinya, perolehan medali atlet eSports tidak digabungkan dengan total perolehan medali cabor resmi.


Ketua Asian Electronic sports Federation (AESF) Kenneth Fok menuturkan ia melakukan negosiasi dengan National Olympic Committee (NOC, Olympic Council of Asia (OCA) dan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) dalam kurun waktu empat tahun  untuk menjadi cabor pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

"Selama empat tahun kami berusaha dengan membuat workshop, juga demonstration sebagai usaha untuk meyakinkan OCA mengenai eSports ini. Sampai pada akhirnya NOC membantu kami," ujar Kenneth Fok sebagai President of Asian Electronic Sports Federation saat konferensi pers di Media Center Asian Games 2018 Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (29/8).

Hingga pada akhirnya ketiga lembaga tersebut mengabulkan permintaan AESF. Kompetisi tersebut mempertandingkan enam video game pada 26 Agustus - 1 September 2018 di Britama Arena Square, Jakarta. Game-nya adalah AOV (mobile), League of Legends (PC), Clash Royale (mobile), Hearthstone (PC), Starcraft II (PC) dan PES 2018 (konsol). Indonesia sendiri telah sukses meraih medali emas lewat game Clash Royale oleh Ridel Yesaya Sumarandak (BenZel) dan medali perak lewat game Hearthstone oleh Hendry Handisurya (Jothree).
Suksesnya eSports menjadi cabor percobaan pada Asian Games 2018 menjadi bukti keberadaan dan eksistensi di Indonesia.

"Melihat penuhnya arena pertandingan eSports gim AoV kemarin di Asian Games, serta antusiasme penonton yang hadir langsung dan juga lewat streaming membuktikan kalau masyarakat luas sudah mulai terbuka menerima eSports sebagai salah satu jenis olahraga favorit," tambah Eddy.

Kontingen atlet eSports Indonesia pun kini telah diberikan piagam penghargaan dan bonus bagi peraih medali dari Komisi X DPR RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada kamis (6/9) lalu. Bonus yang diberikan oleh pemerintah itu adalah Rp 20 juta untuk masing-masing peraih medali dan pelatihnya. Hal ini menunjukan bahwa pemerintah akhirnya telah 'melek'. Saya menilai dengan momen tersebut eSports layak menjadi olahraga masa depan .

Akan tiba waktunya, eSports Indonesia akan mencapai kejayaannya dengan prestasi dari para atletnya. Semua tinggal menunggu waktu.


Sumber   :  Akurat.co

Editor       :  Wahyudi