Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2019

SBY Nyoblos di KBRI Singapura Didampingi Rocky Gerung

SBY Nyoblos di KBRI Singapura, Ani Yudhoyono Nyoblos di Rumah Sakit. | FOTO/Istimewa

Susilo Bambang Yudhoyono, presiden keenam RI, mengikuti pemilu di KBRI Singapura, bersama puluhan ribu WNI yang berada di Negara Jiran, Sabtu (14/4/2019).

Karena sedang menemani istrinya yang dirawat di National University Hospital (NUH) SingapuraSBY menggunakan hak pilihnya di Singapura.

Didampingi Rocky Gerung beserta beberapa rekan lainnya, Presiden yang pernah menjabat selama dua periode itu tiba di KBRI yang berada di Chatsworth Road pada pukul 16.30 waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, SBY menyampaikan senang masih dapat menyalurkan hak suaranya meski berada di luar negeri.

"Secara pribadi tahapan pencoblosan berjalan lancar, dan saya juga senang melihat antusias saudara-saudara kita, rakyat Indonesia dengan semangat besarnya menyalurkan hak suaranya," ujarnya.

SBY menyampaikan, semangat WNI dalam mengawal pesta demokrasi Singapura ini harus terus dipertahankan, karena masa depan bangsa ada di tangan rakyatnya.

"Satu suara dapat menentukan masa depan bangsa, jangan golput," ujarnya.

SBY mengatakan, meski dalam kondisi sakit, Ani Yudhoyono juga tetap menyalurkan hak politiknya dari rumah sakit

"Ibu Ani sadar akan pentingnya hak suaranya. Oleh sebab itu, meski sakit tetap mencoblos," tuturnya.

SBY dalam kesempatan itu meminta doa untuk kesembuhan sang istri.

SBY juga berpesan, bagi WNI yang sudah terdaftar di DPT untuk dapat menyalurkan hak suaranya pada 17 april 2019.



Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 21 Februari 2019

Presiden Jokowi Bertolak ke Singapura Untuk Menjenguk Ani Yudhoyono

Ani Yudhoyono sakit dan dikelilingi oleh cucu, yakni Almira Tunggadewi Yudhoyono dan Airlangga Satriadhi Yudhoyono | Screenshot/Instagram/annisayudhoyono

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bertolak ke Singapura untuk menjenguk istri dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kristiani Herrawati Yudhoyono pada Kamis (21/2/2019) siang ini. 

"Hari ini saya bersama dengan ibu Iriana akan ke Singapura untuk menjenguk ibu Ani Yudhoyono," ujar Presiden Jokowi dalam jumpa pers di ruang VVIP Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. 

Presiden bertolak ke Singapura dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 melalui lanud pada sekitar pukul 13.30 WIB.

Presiden juga menjelaskan usai menjenguk Ibu Ani, dirinya akan segera kembali ke Tanah Air pada Kamis petang.

Istri Presiden Ke-6 RI, Ani Yudhoyono, dirawat di National University Hospital Singapura.

Dia mengalami kanker darah dan menjalani perawatan kesehatan di Singapura sejak 2 Februari 2019 lalu.

Pejabat yang turut dalam rombongan kepresidenan antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.


Sumber: AKURAT.CO


Selasa, 29 Januari 2019

Darimana Prabowo-Sandi Biayai Gaji Guru Rp20 Juta? Jika Mau Turunkan Pajak

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendeklarasikan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung dalam Pilpres 2019 di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018) malam.  | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Yustinus Prastowo yang merupakan pengamat Perpajakan mengaku tak habis pikir dengan berbagai rencana yang disampaikan oleh pasangan Calon Presiden (Capres) dan Cawapres Prabowo Subianto -Sandiaga Uno melalui BPN yang sesumbar ingin menurunkan tarif pajak. 

Jika langkah penurunan pajak diterapkan, lantas dari mana pemerintah bisa menambal kekurangan penerimaan pajak? Yustinus pun mempertanyakan sebab Prabowo Subianto mengkritik tax ratio rendah, namun langkah yang diambil justru menurunkan pajak.

"Prabowo mengkritik bahwa tax ratio kita rendah, artinya penerimaan pajak menurutnya kurang besar. Tapi kok malah mau menurunkan tarif pajak? Bukannya pembayaran pajak akan lebih kecil dan tax ratio juga semakin rendah? Lalu darimana mencari penambal kekurangan penerimaan pajak?" ujar Yustinus saat di hubungi AKURAT.CO (28/1/2019).

Sebelumnya Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa jika terpilih nantinya pasangan Prabowo-Sandi akan menurunkan tarif pajak. Sebab menurut dia dalam kondisi ekonomi sulit seperti saat ini, maka pemerintah perlu sedikit menurunkan beban pengusaha yakni dengan melakukan relaksasi pajak. Sehingga ekonomi nantinya bisa kembali tumbuh. 

"Ibaratnya celana sudah sempit nafas jadi susah, nah itu kita beri sedikit ruang gerak biar bisa nafas lagi. Pengusaha sudah tercekik dengan kondisi ekonomi, jadi perlu sedikit relaksasi turunkan sedikit pajaknya," menurut Ferdinand. 

Menanggapi pernyataan Ferdinand tersebut, Yustinus lalu mengatakan logika yang dipakai oleh paslon kubu oposisi untuk menurunkan tarif pajak sesuai dengan di Singapura merupakan logika yang tak nyambung. Sebab dengan menurunkan pajak seperti di Singapura tanpa memperluas basis pajak dan membangun sistem yang handal,  justru malah akan membuat penerimaan pajak kita bakal terjun bebas. 

"Tahukah bahwa tarif pajak efektif (dengan berbagai insentif berupa pengurang) di Singapura bahkan bisa jauh lebih rendah, sekitar 6-7 persen bahkan untuk kondisi tertentu bisa 0 persen," lanjutnya.

Kemudian Yustinus juga mengingatkan bila penghasilan negara dari pajak terjun bebas, maka lantas dari mana pihak Prabowo-Sandi mampu menunaikan janji-janji manisnya mulai dari perkara menaikkan gaji guru menyentuh Rp20 juta, belanja PNS hingga mengratiskan BPJS.

"Lantas darimana uang untuk membiayai rencana kenaikan gaji guru menjadi Rp 20 juta/bulan, membiayai PNS yang diangkat dari seluruh honorer, dan menggratiskan iuran BPJS?" tanyanya.



Sumber: AKURAT.CO