Kamis, 20 September 2018

Datangi KPK, MAKI Serahkan Bukti Kasus Century


Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dan anak mantan Deputi Gubernur BI Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya, Nadia Mulya, akan mendatangi KPK guna menyerahkan dokumen bukti untuk kasus Bank Century.

"Rabu (19/9) siang, kami akan datangi kembali KPK guna menyerahkan dokumen bukti untuk kasus Century guna mempercepat penanganan perkara Century," kata Boyamin Saiman kepada Antara di Jakarta, Selasa (18/9) malam.

MAKI mempraperadilankan kembali KPK karena amar putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 24/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel menyatakan memerintahkan termohon (KPK) untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century.

"Dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dkk, (sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama Terdakwa Budi Mulya) atau melimpahkannya kepada Kepolisian dan atau Kejaksaan untuk dilanjutkan dengan Penyelidikan, Penyidikan dan Penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat," katanya.

Namun realitanya hingga saat ini KPK belum melakukan penyidikan dan menetapkan tersangkasehingga haruslah dimaknai KPK melawan perintah Putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 24/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel.


Sumber   : Akurat.co

Setya Novanto : Saya Akan Ungkap Keterlibatan SBY dalam Kasus Century di KPK


Mantan Ketum Golkar dan Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku memiliki data akurat mengenai kasus korupsi dana talangan terhadap Bank CenturySetya Novanto mengaku akan mengungkap secara detail dan sejelas-jelasnya terkait keterlibatan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus korupsi Bank Century yang telah merugikan negara triliunan rupiah. 

Hal itu Setya Novanto ungkapkan saat menjawab pertanyaan awak media terkait ada atau tidaknya kemungkinan keterlibatan SBY dalam kasus pemberian persetujuan penetapan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada PT Bank Century.


"Nanti saya akan ungkap sejelasnya di KPK nanti," kata Novanto (sapaan akrab Setya Novanto) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

Setya Novanto meyakini mempunyai data yang kuat dan akurat terkait pihak-pihak yang terlibat dalam kasus Century tersebut. Sebab pada saat itu Novanto sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, dan ketua pansus yang saat itu ditunjuk adalah anggota Fraksi Partai Golkar, Idrus Marham. 


"(Saya yakin) sangat kuat (datanya)," ujarnya.

Menurut Novanto, kasus bailout Bank Century itu terjadi pada saat Pemerintahan SBY, yang telah melibatkan banyak pihak. Maka dari itu harus ada tersangka lain dalam kasus tersebut selain terpidana Budi Mulya.

"Ya (ada) keterlibatan (pihak lain) hampir tentunya KKSK juga ada," ucapnya. 

Menurut Novanto, Keterlibatan SBY dikarenakan kebijakan tersebut diputuskan berdasarkan izin dan sepengetahuan Presiden RI ke-6 dengan memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia kala itu.

"Saat itu jaman SBY dan sekretaris Raden Pardede dan ibu menteri keuangan. Dan itu emang ada dan dipisahkan antara kebijakan yang (diputuskan) pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu, uang itu dikeluarkan. Nah itu kuncinya disitu," tegas Novanto.

Bahkan Setya Novanto pun sangat heran dan aneh, KPK tidak kunjung menetapkan tersangka baru dalam kasus Century, karena berdasarkan urutan nama-nama yang terlibat sudah ketahuan. Dan hal tersebut bisa diungkap pelaku lain yang terlibat dalam kasus Century.

"Ini kan sebenarnya urutannya sudah kelihatan. Sebenarnya bisa diungkap secepat mungkin," tukasnya.

Novanto juga mengaku siap memberikan bantuan kepada KPK apabila menemukan kesulitan dalam mengungkap pelaku lain dalam kasus Century.

"Saya yakin KPK bisa cepat dengan bantuan kami. Apalagi waktu itu saya sangat kooperatif dan berkoordinasi sampai itu selesai," tegas Novanto. 

"Ya tentunya saya punya data dan fakta akurat yang bisa saya berikan," tambah dia.

Hingga sampai saat ini KPK tak kunjung menetapkan tersangka baru dalam kasus Century setelah adanya putusan terhadap terdakwa Budi Mulyab atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century

Padahal dalam dakwaan Budi Mulya itu bersama-sama Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dkk, sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama terdakwa Budi Mulya. 

Sebelumnya Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan hasil kajian terkait kasus korupsi dalam pemberian persetujuan penetapan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada PT Bank Century.

Hasil kajian tersebut telah dibahas di tingkat pimpinan pada Mei 2018, setelah adanya putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.




Sumber    : Akurat.co

Selasa, 18 September 2018

Dugaan Konspirasi SBY, Misbakhun : Semoga KPK Punya Nyali Lanjutkan Kasus Century


Anggota DPR Komisi XI DPR Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun meminta KPK
melanjutkan kasus bailout Bank Century agar kasus tersebut tuntas sampe ke dalang di balik kasus itu.

Masyarakat Indonesia tengah dibuat heboh terkait dengan artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel pada Senin (11/9) lalu.


Hasil investigasi mengungkap adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”.

Dalam artikelnya sebanyak 30 pejabat diduga terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mukhamad Misbakhun turut berkomentar terhadap pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya.

Pejuang perpajakan tersebut terpantau AKURAT.CO pada Kamis (13/9) melalui linimasa twiternya @MMisbakhun menuliskan, Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus Bailout Bank Century yg saat ini terhenti hanya pd kasus Pak Budi Mulya. Fakta yg diungkap oleh @asiasentinel makin menguatkan teori konspirasi spt dugaan awal Tim 9 Inisiator Hak Angket DPR. Gusti Ora Sare.

Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus Bailout Bank Century yg saat ini terhenti hanya pd kasus Pak Budi Mulya. Fakta yg diungkap oleh @asiasentinel makin menguatkan teori konspirasi spt dugaan awal Tim 9 Inisiator Hak Angket DPR. Gusti Ora Sare. https://t.co/wHugRTcpQe

— M.Misbakhun (@MMisbakhun) September 12, 2018

Laporan berjudul "Indonesia's SBY Government: "Vast Criminal Conspiracy" yang ditulis John Berthelsen itu menyebutkan bahwa ada keterkaitan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan kasus Bank Century yang mencuri sebanyak 12 miliar dolar AS dari para pembayar pajak, dan mencucinya melalui bank-bank internasional.

Mukhamad Misbakhun yang juga politisi Partai Golkar lanjut mencuitkan, Bagi saya perjuangan menuntaskan kasus Century oleh @KPK_RI sampai tuntas adalah ujian konsistensi. Waktu yg menjadi bukti. Terus memantau perkembangan kasus Century bersama sahabat saya para inisiator; Bang @akbarfaizal68 , Bang @Maruarar_Sirait , Bunda @Lilywahid.

Bagi saya perjuangan menuntaskan kasus Century oleh @KPK_RI sampai tuntas adalah ujian konsistensi. Waktu yg menjadi bukti. Terus memantau perkembangan kasus Century bersama sahabat saya para inisiator; Bang @akbarfaizal68 , Bang @Maruarar_Sirait , Bunda @Lilywahid.

— M.Misbakhun (@MMisbakhun) September 12, 2018

Setiap saya bicara soal kasus Century atau ada media yg membuka kembali kasus tersebut bisa dipastikan ada mantan yg post power syndrome cenat-cenut jantung nya. Lalu ada staf kakus nya bergigi keropos mengigau dg lagu usang yg dinyanyikan ulang.

— M.Misbakhun (@MMisbakhun) 12 September 2018

Pihak Partai Demokrat langsung bereaksi dan segera membantah tuduhan yang disematkan pada Ketua Umumnya ini. Melalui Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Ferdinand Hutahaean, Demokrat menyatakan bahwa semua yang dituliskan di situ tidak lebih dari sebuah halusinasi yang buruk.

"Mengarang sebuah cerita dengan kisah-kisah fiktif yang diolah seolah kebenaran," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/9).

Ferdinand mengatakan tidak ada satupun kaitan Bank Century dengan SBY, Demokrat maupun kader Demokrat.


Sumber  : Akurat.co

Editor     : Wahyudi

Misbakhun : Kasus Bailout Century Harus Diungkap Tuntas Dalangnya


Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun berharap agar KPK mengusut tuntas kasus Bailout Bank Century dan tidak hanya berhenti di kasus Budi Mulya saja.

Kasus skandal pencucian uang melalui Bank Century kembali mencuat setelah media Asia Sentinel mengungkap adanya konspirasi pencucian uang negara hingga USD 12 miliar.

Artikel yang ditulis oleh John Berthelsen itu menyebabkan Wasekjen Demokrat Andi Arief menyerang Politikus partai Gokar Mukhamad Misbakhun. Dia menuduh Misbakhun ada di balik artikel tersebut.

"Tulisan di Asia Sentinel tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi BPK dan Pansus Angket DPR 2009-2014," tegas Misbakhun.

Misbakhun mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak terkait dengan kasus Century sesuai hasil putusan pada tingkat  Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.

“Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya di batalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut,” kata Misbakhun dalam ketarangan yang diterima AKURAT.CO, Kamis (13/9).

Misbakhun menegaskan, dalam kasus penahanannya dulu oleh kepolisian bukan karena kasus Bank Century.

“Silakan lihat dokumen surat perintah penahanan saya oleh penyidik Bareskrim Polri jelas tertulis bahwa penahanan saya ‘karena melawan SBY’. Jadi tidak ada kaitannya dengan dokumen fiktif yang dituduhkan,” pungkasnya.

Bagi Misbakhun, politik adalah ladang perjuangannya. Sehingga, dia pun mendorong KPK supaya mengusut tuntas kasus Century ini dan tidak berhenti hanya di kasus Budi Mulya saja.

“Dalang kasus Century ini harus diungkap tuntas karena semua dokumen (hasil audit investigasi BPK, audit perhitungan kerugian negara, laporan Pansus Hak Angket Century DPR RI, dan putusan kasus Budi Mulya) mengarah pada dugaan keterlibatan presiden SBY yang ternyata mengetahui proses bailout yang melanggar hukum tersebut,” tegas Misbakhun.


Misbakhun mengaku konsisten mengkritik dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan SBY kala itu, mulai dari kasus bailout Bank Century, sampai ketika SBY sibuk mempromosikan AHY.

“Menurut pandangan saya kebijakan-kebijakan itu akan berimplikasi kepada rakyat Indonesia dan kepada negeri ini. Maka saya memberikan kritik, itu bagian dari dialektika demokrasi yang wajar,” tuturnya.


Sumber   : Akurat.co

Editor      : Wahyudi








Hoaks Undangan Berkop Surat Ratna Sarumpaet Crisis Centre Sasar Misbakhun


Mukhamad Misakhun merasa jadi sasaran hoaks undangan jumpa pers berkop surat Ratna Sarumpaet Crisis Centre (RSCC) di ruang kerja anggota DPR Fraksi Golkar mengenai Ruben PS Marey yang di duga menjadi korban pemblokiran rekening akibta kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi lewat Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Saya tidak pernah berhubungan dengan RSCC dalam bentuk apapun, bahkan saya tidak tahu ada lembaga itu (RSCC, red)," ujar Misbakhun melalui pesan singkat kepada wartawan, Minggu (16/9).

Misbakhun yang giat mendukung Presiden Jokowi itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat kesepakatan dengan RSCC untuk memfasilitasi undangan jumpa pers di ruang kerjanya besok, (17/9).



Mengenai kasus pembekuan rekening yang disebutkan milik Ruben PS Marey dan kawan-kawan, Misbakhun mengaku sama sekali tidak mengetahuinya.

"Saya tidak pernah tahu, Mendengarnya pun tidak karena sebagai anggota DPR juga tidak pernah menerima pengaduan mengenai masalah itu," tegasnya.

Mukhamad Misbakhun meminta kepada semua wartawan yang menerima undangan tersebut agar mengabaikannya karena isi undangannya benar-benar hoaks.



Sumber   : Akurat.co

Editor      : Wahyudi 



Kamis, 13 September 2018

Tudingan Andi Arief Tanpa Bukti, Mukhamad Misbakhun


Dalam artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, termuat cuplikan hasil investigasi pencucian uang di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono (SBY). Artikel tersebut menimbulkan reaksi dari Wasekjen partai Demokrat Andi Arief yang menuding Politikus partai Golkar dibalik artikel di situs media daring tersebut.

Pernyataan Wasekjen partai Demokrat Andi Arief langsung dibantah oleh Misbakhun.

“Soal tuduhan yang disampaikan silakan tanya ke Mas Andi Arief lagi. Kan dia yang melempar isu itu. Silahkan dia yang membuktikan. Selama ini kan dia sukanya menuduh tanpa bukti. Bicara soal Jenderal Kardus, bicara soal mahar politik semua isu yang dia lemparkan lenyap begitu saja tanpa bukti,” kata Misbakhun dalam keterangan yang diterima AKURAT.CO, Kamis (13/9).

“Memangnya saya ini siapa kok sampai dianggap bisa menggerakkan media asing untuk menulis soal Century,” tegas Misbakhun.

Misbakhun menegaskan, John Berthelsen dalam rekam jejaknya tidak hanya menulis soal skandal Bank Century, karena dia fokus mencermati skandal-skandal besar di negara lain.

"Perihal tulisan di Asia Sentinel itu juga tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi BPK dan Pansus DPR 2009-2014. Semua juga sudah terpublikasi," pungkasnya.

"Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya dibatalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat menyerang politikus Golkar Mukhamad Misbakhun. Menurut dia, anggota DPR RI itu di belakang berita media asing, Asia Sentinel, mengenai skandal Bank Century dan kaitannya dengan rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lewat Twitter, Andi meminta publik menanyakan soal skandal Century kepada Misbakhun. Pasalnya, menurut dia, bekas politikus PKS itu adalah bagian dari skandal tersebut.

"Kasus century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus century Misbakhun yang paham soal century, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku," kata Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief.


Sumber      : Akurat.co

Editor          :  Wahyudi

Senin, 10 September 2018

Perjalanan Hidup dan Dinasti Bisnis Jack Ma, Layaknya Film Hollywood


Jack Ma lahir pada 10 September 1964 di Provinsi Hangzhou. Ia lahir daru keluarga miskin yang menjadi korban dari revolusi kultural di China. Tak ada yang menyangka, bocah kecil yang lahir dari keluarga miskin itu kini menjadi orang terkaya kedua di China.

Tak ada pula yang menyangka remaja yang dulu lamaran kerjanya selalu ditolak itu kini menjadi pengusaha paling sukses di dunia dengan perusahaan e-commerce top dunia, Alibaba.

"Saya menjalani hidup yang pahit, saya juga bukan dari keluarga yang berada dan berkuasa," ujar Jack seperti yang dilansir dari CNN Money, Minggu (9/9).

Jack Ma mengatakan kepada CNN Money bahwa kehidupan ia sudah seperti Film-Film di Hollywood.

Saat memasuki sekolah, di bangku SD sampai SMA, Jack perlu berkali-kali tes kelulusan karena tidak hebat secara akademis. Pernah gagal masuk universitas ternama, ia kuliah setara program D-3 di Sastra Inggris Hangzhou Normal University, lulus tahun 1988.

”Ini universitas berkualitas kelas tiga atau empat secara nasional,” ujar Ma.

Ketika KFC membuka cabang di Hangzhou, Jack melamar. Dari 24 pelamar, hanya dia yang gagal. Ia juga kandas menjadi polisi.

”Kegagalan menjadi bagian perjalanan hidup saya,” ujar Ma.

Jack mengajar dan membuka kursus bahasa Inggris di Hangzhou, dimana para murid senang dengan cara Jack mengajar.

Semasa kuliah, ia memperdalam kemampuan berbahasa Inggris sebagai pemandu gratis bagi turis. Dengan sepeda, ia menghampiri hotel yang ramai turis untuk mempraktikkan ilmunya.

Dari peran ini, Jack memiliki sahabat pena yang kesulitan melafalkan nama Ma Yun sehingga kemudian memanggilnya ”Jack”.

Kemampuan bahasa Inggris memberi Jack kesempatan berkunjung ke Amerika Serikat di tahun 1995, untuk membantu mengumpulkan utang yang dimiliki seorang pengusaha Amerika kepada perusahaan China.

Namun paitnya Ma mengatakan bahwa pria tersebut memiliki pistol dan menahannya di sebuah rumah Malibu selama dua hari. Kemudian ia melarikan diri setelah menjanjikan pengusaha tersebut akan menjadi mitra dalam usaha internet.

Setelah itu Ma kembali ke China, di mana internet masih belum diketahui.

"Pada hari kami terhubung ke web, saya mengundang teman-teman dan orang-orang TV ke rumah saya, Kami bercengkrama selama tiga setengah jam membahas Internet tersebut, kami minum, menonton TV dan bermain kartu, melalui itu saya sangat bangga. Saya membuktikan internet itu ada," ujar Ma.

Kemudian Jack bekerja di kementerian luar negeri dengan menawarkan jasa pemasaran produk Tiongkok lewat internet. Bukan tipe pegawai negeri dengan birokrasi berbelit-belit, ia pun mundur dari pemerintahan.

Membangun Alibaba

Kemudian ia meminjam beberapa ribu dolar untuk meluncurkan China Pages, salah satu situs komersial pertama di negara itu.

Namun pada waktu itu usaha dia gagal, menghiraukan kegagalan, Ma kemudian mengumpulkan sekitar USD60.000 dari teman dan investor untuk mendirikan Alibaba.com sebagai pasar bisnis-ke-bisnis pada tahun 1999.

Yang pada akhirnya menarik dukungan dari raksasa seperti Goldman Sachs (GS) dan SoftBank (SFTBF). Perusahaan yang selamat dari kecelakaan dot-com pada tahun 2000, dan beberapa tahun kemudian Alibaba mulai menghasilkan keuntungan.

Ma menegaskan bahwa Inspirasi ia membangun Alibaba berasal dari situs toko online terbesar di dunia, Amazon, Belajar dari situs lelang e-Bay, ia mendirikan Taobao. Pengaruh Google menginspirasinya menciptakan mesin pencari berbahasa Mandarin.

Jack menawarkan jasa Alibaba kepada perusahaan mapan untuk jual beli produk, tetapi malah ditertawakan. Ia lantas menengok banyak perusahaan skala menengah dan kecil yang tidak punya berkesempatan mengikuti pameran internasional. Kalangan ini menyambut Jack meski awalnya semua jasa gratis.

Situs Alibaba diam-diam membuat banyak orang beruntung

”Saya pernah makan di sebuah restoran di AS. Tiba saat membayar, saya diberi tahu petugas restoran, saya telah dibayari sebuah perusahaan yang berhasil menjual produk karena Alibaba," ujar salah satu Karyawan Alibaba.

Kemudian tahun semakin berganti hingga saat ini, Alibaba berhasil mengumpulkan jutaan lebih banyak pelanggan dan dikreditkan dengan membantu mengubah masyarakat China dengan memberi akses kepada orang-orang kelas pekerja ke perdagangan online dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Pengunduran diri Jack Ma sebelumnya pernah dilakukan

Ma, yang mempunyai kekayaan bernilai sekitar USD 40 miliar, tetap menjadi wajah Alibaba. Akan tetapi dia mulai secara bertahap melepaskan kendali atas perusahaan bertahun-tahun yang lalu. Dikatakan bahwa ia mengundurkan diri sebagai CEO pada tahun 2013 lalu, mempertahankan peran sebagai ketua eksekutif. Daniel Zhang adalah CEO saat ini.

Akan tetapi menurut Clark seorang biografer, mengatakan bahwa ia tidak berpikir Ma akan sepenuhnya memutuskan hubungan dengan perusahaan.

"Seperti yang diketahui, Jack memiliki saham sekitar 6% di Alibaba dimana ia bisa memilih dan memberhentikan Dewan, jadi ya menurut saya ia benar benar tidak akan memutus koneksi terhadap perusahaannya," ujar Clark seorang penulis Autobiografi kepada CNN.

Ma mengatakan kepada Bloomberg TV bahwa awal pekan ini ia ingin kembali mengajar bahasa Inggris suatu hari nanti.

"Menurut saya mengajar merupakan hal yang cocok bagi saya ketimbang saya menjadi CEO Alibaba," ujar Jack Ma.

Ma juga mengatakan ia ingin mengikuti jejak pendiri Microsoft dan sesama miliarder Bill Gates, yang telah berjanji untuk memberikan setidaknya setengah dari kekayaannya selama masa hidupnya.

Dia berencana untuk fokus pada Jack Ma Foundation, yang dibentuk pada tahun 2014 lalu, yang merupakan sebuah badan amal yang didedikasikan untuk meningkatkan pendidikan, lingkungan dan kesehatan masyarakat.[]




Sumber   : Akurat.co

Editor       :  Wahyudi