Tampilkan postingan dengan label Jakarta Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Barat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2019

Hina Jokowi, Bule Berstatus WNI Terancam 10 Tahun Penjara

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. | Foto: Suara.com/Yosea Arga Pramudita

Seorang warga negara Indonesia kelahiran Jerman bernama Jerry D. Gray, diringkus Polres Metro Jakarta Barat karena menyebarkan ujaran kebohongan dan kebencian lewat sebuah video di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono menjelaskan, pelaku diringkus di kawasan Jalan Karya Usaha, Kembangan, Jakarta Barat pada Selasa (28/5/2019) pagi. 

Jerry disangkakan dengan pasal 14 ayat (2) dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

"Jadi dia ini diwawancarai untuk berbicara tentang situasi pemilu yang katanya ada kecurangan," ujar Argo kepada wartawan, Selasa (28/5/2019).

Dalam video yang beredar, Jerry memang seolah sedang diwawancara dan ditanya tentang kondisi Indonesia. Jerry lantas menyebut bahwa kondisi Indonesia memprihatinkan dan menilai pemerintahan curang. Jerry juga menuding pemerintahan Jokowi disusupi kepentingan komunis.

Video Jerry tersebut viral di Facebook dan WhatsApp. Oleh karena itu, Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Rulian Syahri langsung bergerak melakukan patroli cyber.

"Setelah kita ketahui identitasnya dan kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku," tutup Argo.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 24 April 2019

Satu Orang Tewas, Dalam Pertikaian Antara Kelompok Ambon Vs Kupang

Ilustrasi | AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

Keributan antar kelompok Ambon vs Kupang terjadi di depan Diskotek Wadea samping diskotek Medika, Tanjung Duren, Jakarta Barat pada Selasa (23/4/2019) dini hari.

Dalam keributan ini menyebabkan korban jiwa satu orang dan beberapa orang mengalami luka sabetan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, pihaknya masih menelaah kasus tersebut.

"Masih kita dalami, nanti setelah tertangkap pelakunya kita baru bisa jabarkan kronologisnya," ujarnya Selasa (23/4/2019).

Sementara itu, Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra mengatakan, diduga aksi penusukan salah satu korban hingga meninggal dunia karena mabuk.

"Dugaan sementara karena mabuk," tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengantongi dua identitas diduga pemicu dari aksi penusukan itu. Namun ia belum bisa beberkan kepada awak media karena masih terus memburu pelakunya.

"Kita belum bisa beberkan karena masih kami kejar dan dalami," tutup dia.

Sementara itu untuk korban yang meninggal dunia adalah kubu dari FBR yang saat itu akan melerai aksi keributan antara Ambon vs Kupang.

Keributan berawal dari salah satu diskotek lantai atas hingga berlanjut ke bawah.



Sumber: AKURAT.CO

Rabu, 06 Februari 2019

Aksi Begal Sadis Tewaskan Fandri di Tubagus Angke

Ilustrasi | AKURAT.CO/Lukman

Aksi begal sadis kembali terjadi dan menewaskan Ahmad Al Fandri (23)  di Jalan Pangeran Tubagus Angke dekat Jalan Perdana, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Selasa (5/2/2019) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Renda Aktadivia membenarkan peristiwa tersebut.

AKP Renda mengatakan bahwa korban meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. Kondisi korban ketika dilarikan kerumah sakit memprihatinkan dengan luka tusuk di bagian perut.

"Kami mendapatkan laporan dari pihak rumah sakit dan kami langsung ke RS untuk memastikan korban tewas," ujarnya.

AKP Renda juga menjelaskan bahwa polisi hingga saat ini masih memburu para  pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang.

"Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk diautopsi. Dugaan sementara pelaku lebih dari satu," jelasnya.



Sumber: AKURAT.CO