Tampilkan postingan dengan label Demo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2019

Lauv Mendadak Batalkan Konser di Jakarta Karena Demo

Penampilan musisi Lauv di Hall D2 panggung BNI Java Jazz Festival 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Penyanyi asal Amerika Serikat, Lauv batal menggelar konser tur Asianya di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat pada Jum'at (24/5/2019). Pembatalan konser tersebut diumumkan oleh Promotor PK Entertainment, AEG Presents Asia, dan Sound Rhythm.

Konser tersebut terpaksa dibatalkan demi keamanan dan keselamatan semua pihak karena kondisi Jakarta yang sedang tidak kondusif.

"Sehubungan dengan situasi dan kondisi di Jakarta saat ini, konser Lauv yang rencananya akan berlangsung pada hari Jumat 24 Mei 2019 di Tennis Indoor Senayan dibatalkan," jelas promotor melalui pernyataan resminya, Kamis (23/5/2019).

Pihak promotor juga turut prihatin atas kejadian yang tengah menimpa Indonesia, khususnya ibukota Jakarta. Untuk itu, pihak promotor meminta maaf atas keputusan yang diambil secara mendadak ini.

"Lauv turut prihatin. Mewakili pihak artis dan seluruh staff yang bertugas, kami mohon maaf atas keadaan yang telah terjadi," lanjutnya.

Walaupun demikian, pihak promotor saat ini tengah mengupayakan untuk mengganti waktu yang tepat untuk konser Lauv. Pihaknya juga akan segera mengumkan informasi terkait pengembalian tiket bagi penonton yang sudah membeli tiketnya.

"Saat ini kami sedang mencari tanggal yang tepat untuk jadwal konser Lauv di Jakarta selanjutnya. Mengenai informasi pengembalian tiket akan segera di umumkan dalam waktu dekat melalui situs resmi di lauvjakarta.com," tandasnya.

Selain Jakarta, Lauv Asia Tour menyambangi beberapa kota lainnya, yakni Mumbai, Singapura, Bangkok, Manila, Cebu, Hong Kong, Osaka, Nagoya, dan Tokyo.



Sumber: AKURAT.CO

Investor di Pasar Modal Tak Terpengaruh Rusuhnya Demo Pemilu

Pekerja melintas di sekitar layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/10/2018). | AKURAT.CO/Endra Prakoso

Aksi unjuk rasa pada tanggal 22 Mei 2019 yang berujung ricuh tidak mempengaruhi investor di pasar modal untuk melakukan transaksi beli. Hal tersebut disampaikan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) pada Kamis (23/5/2019).

"Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini (23/5/2019) naik, artinya investor percaya diri, demo kemarin (22/5/2019) tidak mempengaruhi investor untuk masuk ke pasar hari ini," kata Ketua Umum APEI, Rudy Utomo kepada Antara di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Rudy mengungkapkan, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi nasional Pemilihan Presiden 2019, isu politik di dalam negeri sudah tidak terlalu besar dampaknya.

"Hasil Pilpres sudah jelas, selisih suara juga cukup besar, artinya hasil pilpres sudah 'firm'. Apalagi kubu 01 juga sudah mendapat ucapan selamat dari pemimpin-pemimpin negara dunia" ucapnya dilansir dari Antara. 

Meskipun demikian, lanjutnya, sebagian investor yang selama ini bersikap wait and see kemungkinan belum akan agresif untuk menggelontorkan dananya ke pasar modal.

"Sentimen mengenai kubu Prabowo yang mengajukan gugatan Pilpres ke Mahkamah Konstitusi akan menjadi perhatian sebagian investor yang selama ini cenderung mengambil posisi 'wait and see', kemungkinan mereka tidak terlalu agresif masuk ke pasar," kata Rudy Utomo yang juga Presiden Direktur PT Evergreen Sekuritas Indonesia.

Analis Pacific 2000 Securities, Indra Then menambahkan pasar saham tidak terlalu reaktif terhadap aksi 22 Mei 2019, apalagi aparat keamanan dapat secara cepat meredam situasi menjadi kondusif.

"Situasi yang kondusif mendorong investor untuk melakukan aksi beli dan mendorong IHSG naik cukup tinggi," katanya.

Sementara itu tercatat, IHSG ditutup menguat 93,06 poin atau 1,56 persen ke posisi 6.032,69 pada Kamis sore. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 22,22 poin atau 2,41 persen menjadi 943,95.



Sumber: AKURAT.CO

Selasa, 21 Mei 2019

Demo Rusuh, Pasar Tanah Abang Bak 'Kota Mati'

Pasukan brimob bentrok dengan massa yang menutup jalan di Kawasan Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Akibat bentrokan yang terjadi antara massa dengan personel Brimob sejak dini hari, pertokoan di kawasan Pasar Tanah Abang memilih tutup pada Rabu (22/5/2019).

Toko-toko di Jalan Mas Mansyur yang biasanya menjual oleh-oleh haji terlihat tutup, bak kota mati. Begitu pula dengan pertokoan Blok A, Blok B, Blok F dan Blok G. 

Kemudian, situasi jalanan disekitar Pasar Tanah Abang terlihat lengang. Hanya di jalan Jatibaru sekitar jalan layang Tanah Abang masih berkumpul massa yang ingin menyerbu ke Polsek Metro Gambir di Jalan Cideng Barat Dalam.

Di sepanjang Jalan Mas Mansyur, ada beberapa titik terlihat bekas-bekas ban dan sampah yang dibakar. Sampah juga terlihat berserakan di beberapa titik karena dikeluarkan dari tempat sampah.

Di underpass Tanah Abang, jalan ditutup dari arah Karet meskipun masih bisa dilalui dari arah Cideng. Tercium aroma gas air mata di underpass tersebut.

Petugas penanganan prasarana dan sarana umum DKI Jakarta terlihat membersihkan sampah-sampah yang berserakan dan bekas-bekas ban dibakar. Wajah mereka diolesi dengan pasta gigi untuk mengurangi efek gas air mata yang masih terasa di beberapa tempat.



Sumber: AKURAT.CO