Tampilkan postingan dengan label 737 MAX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 737 MAX. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2019

Pesawat Boeing Ditangguhkan, Maskapai Amerika Batalkan Ribuan Penerbangan

Sejumlah pesawat dari Maskapai Penerbangan Southwest yang menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8 terlihat diparkir di Bandara Victorville di Victorville, California, AS, 26 Maret 2019 (waktu setempat). | REUTERS

Beberapa penerbangan yang menggunakan Boeing 737 max 8 ditangguhkan terhadap Maskapai secara global, menjadi permasalahan tersendiri bagi jadwal penerbangan untuk musim panas.

Hal tersebut menjadi masalah maskapai penerbangan di Amerika Serikat, dimana mayoritas maskapai menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8.

Juru bicara Asosiasi Pilot Southwest Airlines (SA), Mike Trevino, melalui laman Reuters (15/4/2019), menyebutkan bahwa pihaknya beserta American Airline (AA) saat ini telah mengkandangkan sekitar 34 pesawat Boeing 737 Max milik SA dan 24 milik AA hingga bulan Agustus mendatang.

Keputusan tersebut membatalkan sekitar 4.200 penerbangan SA setiap harinya hingga 5 Agustus mendatang.

Kemudian untuk maskapai AA telah membatalkan 115 jadwal penerbangan hingga 19 Agustus mendatang.

Perkiraan tersebut oleh maskapai penerbangan terlalu dini untuk memperkirakan dampak dari penangguhan penerbangan Boeing 737 Max pada kuartal pertama.

Banyaknya maskapai penerbangan melakukan perpanjang penangguhan penerbangan mengisyaratkan tidak ada penerbangan menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 dalam waktu dekat ini.

Untuk informasi, penangguhan tersebut sejalan pasca jatuhnya pesawat Ethiopian Air lines dan Lion Air yang menewaskan 346 orang.

Saat ini Boeing disebutkan sedang meningkatkan pengembangan perangkat lunak untuk keselamatan otomatis pesawat. 



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 22 Maret 2019

Bisnis Boeing Makin Terdesak, Setelah Percakapan Pilot Lion Air Terkuak

Tim SAR gabungan mengevakuasi turbin pesawat Lion Air JT 610 dari kapal Baruna Jaya I diperairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sabtu (3/11/2018). | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Boeing, yang merupakan produsen pesawat terbesar di dunia, menghadapi hambatan yang semakin besar untuk menerbangkan kembali armada 737 MAX. Hal tersebut karena ditemukan ada kesamaan faktor kecelakaan Boeing 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan 346 orang.

Para ahli mencurigai sistem otomatis, yang dimaksudkan untuk menghentikan stallung, merupakan faktor yang membuat pilot tidak dapat mengendalikan pesawat mereka ketika mulai menukik kebawah.

Data kotak hitam dari kecelakaan kedua pesawat sudah diteliti oleh para penyelidik di Ethiopia. Mereka mengatakan bahwa, "perekam suara kokpit Lion Air yang terkuak bahwa pilot kehilangan kontrol manual saat pesawat mengalami stalling. Sehingga pesawat langsung menukik kebawah dengan kencang."

Penyelidik yang memeriksa kecelakaan di Indonesia saat ini sedang menginvestigasi bagaimana komputer pesawat dapat mengalami kesalahan informasi dari sensor. Dan apakah pilot memiliki cukup pelatihan untuk menanggapi keadaan darurat dengan tepat.

Komunikasi dari blackbox menunjukkan bahwa pada saat-saat terakhir, kapten berusaha untuk menemukan prosedur yang tepat di buku pegangan, sementara co-pilot pertama tidak dapat mengendalikan pesawat.

"Kecelakaan itu disebabkan pilot tidak mengetahui prosedur, layaknya menjawab 100 pertanyaan cepat tapi cuma bisa menjawab 75 persen saja. Pasalnya pilot sudah panik dan memiliki waktu singkat," ungkap salah satu investigator yang memeriksa blackbox yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pada akhirnya, sumber tersebut mengatakan kepada Reuters (21/3/2019), kapten kelahiran India, 31, dalam rekaman masih terdengar tenang, sementara co-pilot asal Indonesia, 41, mengatakan "Allahu Akbar" kemudian Pesawat kemudian menabrak air.

Kecelakaan 10 Maret Ethiopian Airlines telah mengguncang industri penerbangan global. Dan membayangi model andalan Boeing yang menjadi target perusahaan untuk menjadi standar selama beberapa dekade yang akan datang.

Boeing yang berkantor pusat di Chicago telah menjanjikan pembaruan cepat dari perangkat lunak penerbangan otomatis untuk pesawat tersebut. Akan tetapi regulator utama di Eropa dan Kanada ingin memastikannya sendiri, daripada mengandalkan pemeriksaan dari AS.




Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 21 Maret 2019

Perombakan Pimpinan Boeing Karena Alasan Krisis Kepercayaan

Sejumlah pesawat Boeing 737 MAX 8 diparkir di fasilitas produksi Boeing di Renton, Washington, AS 11 Maret 2019. | REUTERS/David Ryder

Wakil presiden dan chief engineer di divisi Commercial Airplanes Boeing, John Hamilton, memfokuskan kerjanya pada urusan teknis karena krisis kepercayaan terhadap Boeing.co.

Hamilton berjanji akan menyelidiki penyebab teknis terhadap kecelakaan pesawat 737 MAX.

"Ini akan memungkinkan dia untuk sepenuhnya mencurahkan perhatiannya pada investigasi kecelakaan," ujar McAllister, karyawan Boeing.co dikutip dari Reuters (21/3/2019).

Lynne Hopper juga sebelumnya memimpin Test & Evaluation dalam Boeing's Engineering, Test & Technology group, telah ditunjuk sebagai wakil presiden Teknik.

"Perubahan staf diperlukan karena kami memprioritaskan peningkatan sumber daya untuk Penyelidikan," katanya.

Perombakan manajemen terjadi ketika Eropa dan Kanada mengatakan akan menyelidiki sendiri soal sistem keselamatan Boeing 737 MAX. Hal ini justru semakin memperumit pembuat pesawat global ini dalam mencari solusi.




Sumber: AKURAT.CO