Kamis, 22 Agustus 2019

Profil Singkat Direktur Utama Baru BNI, Achmad Baiquni

(Foto: Antara)

Achmad Baiquni ditetapkan sebagai Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Achmad Baiquni menggantikan Gatot M Suwondo yang telah habis masa jabatannya. Baiquni sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.‎ Dia diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI pada  tanggal 20 Mei 2010. 

Achmad Baiquni memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Sedangkan dalam hal pendidikan‎, Achmad Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina  pada 1992. 

Kemampuan Achmad Baiquni mengelola bank terus diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR  di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania  di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR  di Singapura. 

Selain itu, ia juga pernah mengikuti Retail Banking  Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York  di New York Amerika Serikat dan beberapa lainnya.

RUPS yang digelar pada Selasa (17/3/2015), BNI merombak hampir sebagian besar manajemen baik di jajaran komisaris maupun direksi. Untuk Wakil Direktur Utama dijabat oleh Suprajarto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur BRI, sedangkan posisi direktur BNI lainnya adalah Rico Rizal Budidarmo, Herry Sidharta, Adi Sulistyowati, Bob Tyasika Ananta, Anggoro Eko Cahyo, Imam Budi Sarjito, dan Sutanto‎.

M‎ereka menggantikan Felia Salim (Wakil Dirut), Yap Tjay Soen (Direktur Keuangan), Krisna R.Suparto (Direktur Business Banking), Ahdi Jumhari Ludin (Direktur Hukum dan Kepatuhan), Suswoko Singoastro (Direktur Treasuri). 

Dalam hal Komisaris, RUPS juga menunjuk Mantan Menteri Ekonomi RI, Rizal Ramli menggantikan Peter B.S. Jos. (Yas/Gdn)



Sumber: Liputan6.com

Jumat, 02 Agustus 2019

Gubernur DKI Jakarta Melarang Kendaraan Berusia Lebih dari 10 Tahun Beroperasi di Jakarta

Bus trasjakarta di hale pemuda Velodrome, Jakarta, Jumat (26/7/2019). Akses penghubung tersebut resmi beroperasi antara moda transportasi Light Rail Transit (LRT) dengan Transjakarta rute Kelapa Gading-Dukuh Atas. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Kendaraan umum dan kendaraan pribadi yang berusia lebih dari 10 tahun dilarang beroperasi di Ibu Kota oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Peraturan ini diberlakukan untuk menekan polusi udara di Ibu Kota yang kian memburuk dan menjadi sorotan dunia.

Hal tersebut disampaikan Anies kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Intruksi Gubernur nomor 66 Tahun 2019 tentang tentang Pengendalian Kualitas Udara. Ingub itu diteken Anies pada Kamis (2/8/2019).

Dinas Perhubungan diperintahkan agar mengebut peremajaan angkutan umum melalui program integrasi Jaklingko. Anies meminta Kadishub DKI Syafrin Liputo untuk menyelesakan integrasi Jaklingko pada 2020 mendatang dengan target permajaan angkutan umum yang menyasar pada 10.047 armada bus kecil, sedang dan besar.

“Memastikan tidak ada angkutan umum yang berusia di atas sepuluh tahun dan tidak lulus uji emisi beroperasi di jalan serta menyelesaikan peremajaan seluruh angkutan umum melalui program Jak Lingko pada tahun 2020,” pinta Anies pada Ingub tersebut yang dikutip AKURAT.CO Jumat (2/8/2019).

Bukan hanya kendaran umum, orang nomor satu di DKI Jakarta ini juga meminta agar kendaran pribadi juga diikat dengan aturan yang sama. Artinya kendaraan pribadi yang berusia diatas 10 tahun juga dilarang mengaspal di jalanan Ibu Kota. Aturan untuk kendaraan pribadi ini mulai berlaku pada tahun 2025 mendatang.

“Memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai pada tahun 2019 dan memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 (sepuluh) tahun yang dapat beroperasi di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2025,” katanya.

Tidak hanya memerintahkan Dishub DKI, Anies juga meminta Dinas Lingkungan Hidup meminimalisir sumber polusi dari hasil kegiatan industri.

Anies meminta Kadis LH Andono Warih menyiapkan aturan yang bisa menekan polusi yang bersumber dari cerobong industri aktif yang menghasilkan polutan melebihi nilai maksimum baku mutu emisi yang berada di wilayah DKI Jakarta mulai pada tahun 2019.

“Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta agar menyiapkan penyempumaan peraturan tentang baku mutu, perizinan dan pengendalian terhadap emisi dari sumber tidak bergerak pada tahun 2019; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta agar memastikan instalasi dan publikasi hasil continious emission monitoring sistem pada bangunan pembangkit listrik dan cerobong industri aktif; dan melakukan pengukuran emisi dan inspeksi setiap 6 (enam) bulan pada selurun cerobong industri aktif, serta mempublikasikan hasilnya,” tuntasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Agung Hercules Punya Permintaan Khusus ke Ade Rai Sebelum Meninggal

Ade Rai dan Agung Hercules | ISTIMEWA

Kabar duka kembali menghampiri dunia hiburan Tanah Air. Pasalnya, pedangdut dan pelawak Agung Hercules menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat pada Kamis (1/8/2019), sekitar pukul 16.00 WIB.

Ade Rai selaku sahabat yang mengenal dekat sosok Agung Hercules, mengatakan Agung sempat meminta sesuatu kepada dirinya, yakni meminta dibawakan sarang semut.

"Sebelum saya ke Papua sempat ngobrol, sempat titip cariin sarang semut buat dia," kata Ade Rai saat dihubungi wartawan, Kamis (1/8/2019).

Namun sayangnya Ade tidak sempat membelikan sarang semut untuk mendiang.

Tidak mendapatkan apa yang diinginkan dari mediang Agung. Ade mencoba menghubungi istri Agung Hercules, Mira untuk memberikan penjelasan.

"Cuman ya nggak kesampean yah, karena kemarin beberapa hari lalu mbak Mira udah mulai sibuk, jadi nggak membalas," ungkapnya.

Ade kemudian menduga bahwa Mira tak membalas pesanya lantaran sibuk mengurus Agung yang tengah melawan masa kritisnya pada saat itu.

"Mungkin Agungnya sudah masa kritis, karena biasanya mbak Mira selalu membalas WhatsApp dari saya," jelasnya.



Sumber: AKURAT.CO

Jual-Beli Data Kependudukan Ternyata Dilakukan Oleh Sindikat Teroganisir

Direktur Eksekutif Safenet Damar Juniarto, bersama Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, dan Samuel Christian H, saat ditemui wartawan, Kamis (1/8/2019), di Gedung Pusdiklat Kepemimpinan Lembaga Administrasi Negara RI, Jakarta Pusat. | AKURAT.CO/Tria Sutrisna

Kabar mengenai jual-beli data kependudukan menjadi viral di jejaring sosial Twitter karena akun bernama @Hendralm membuat utas (thread) perihal adanya praktik perdagangan tersebut dalam grup Facebook. South East Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mengatakan hal itu tampaknya dilakukan secara bersindikat.

"Kalo lihat bagaimana kumpulkan data, pasti tidak mungkin satu orang kumpulkan berjuta-juta lembar data (Kependudukan). Jadi pasti ada sebuah organisasi," ujar Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto kepada wartawan, Kamis (1/8/2019), di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Sekarang ini masyarakat dihantui oleh sindikat kejahatan yang memanfaatkan celah kelemahan privasi untuk mengumpulkan data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), E-KTP hingga Kartu Keluarga.

Damar mengatakan apa yang disampaikannya hanya bersifat pengamatan. Pasalnya dalam isu jual-beli data kependudukan pemilik akun Twitter @Hendralm lah yang melihat dan bisa menyimpulkannya.

"Karena dia masuk sampai ke kantong (Grup Facebook Market Dream Official) tempat putaran data diperjualbelikan," jelasnya.

Tetapi apa yang disampaikan oleh Hendra mengarah pada aktivitas yang tidak mungkin dikerjakan oleh satu sampai dua orang. Melainkan dalam sebuah kelompok yang terorganisir, baik secara offline maupun online. 

"Namanya apa saya gatau," tegas Damar. "Kita berharap penyelidikan kepolisian bareskrim polri tindak pidana siber akan menjelaskan, sebetulnya orang yang terlibat berapa orang sih. Bagaimana cara kerjanya," imbuhnya.

Dirjen Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh, ditemui secara terpisah mengatakan pihaknya telah melaporkan adanya jual-beli data kependudukan kepada Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Kendati demikian dia menegaskan tidak mempolisikan Hendra selaku orang yang menguak dan memviralkan praktik ilegal tersebut.

"Tidak melaporkan Mas Hendra. Tidak melaporkan pihak lain, nanti polisi yang akan mendalami," ungkapnya Kamis (1/8/2019), di Gedung Pusdiklat Kepemimpinan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Jakarta Pusat.

Hendra mengatakan, justru menjadi orang yang berjasa dalam kasus ini karena memberitahukannya ke Dukcapil dan juga publik. Sementara yang dicari oleh Kemendagri adalah pelaku yang melakukan penambangan dan menjual belikan data kependudukan.



Sumber: AKURAT.CO

Dua Warga Sipil Terluka Dalam Rangkaian Ledakan di Bangkok

Penyelidik polisi forensik bekerja setelah ledakan kecil di sebuah lokasi di Bangkok, Thailand, 2 Agustus 2019 | Reuters/Soe Zeya Tun

Dua orang terluka dalam serangkaian ledakan yang terjadi di Bangkok, ibu kota Thailand. Ledakan terjadi pada Jumat pagi di tiga lokasi berbeda.

Ketiga lokasi ledakan tersebut antara lain di sebelah stasiun komuter skytrain yang sibuk bernama BTS Chong Nonsi, di kompleks pemerintah di utara, dan di salah satu jalan utama kota yang paling sibuk, Rama 9.

Ada dua petugas kebersihan terluka ringan dalam ledakan Rama 9 Road dan satu dilarikan ke rumah sakit.

“Situasi sedang dipantau secara ketat dan langkah-langkah keamanan telah diperketat. Masyarakat didesak untuk tidak panik," kata Kantor Perdana Menteri dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman The Guardian, Jumat (2/8/2019).

Beberapa pejabat penting dari pemerintah asing berada di Thailand setelah pertemuan tahunan para menteri luar negeri di ASEAN pada hari Rabu lalu termasuk Menteri Luar Negeri baru Inggris Dominic Raab, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, dan Diplomat top China Wang Yi.

Ledakan Jumat terjadi setelah evakuasi dari markas besar Kepolisian Thailand pada Kamis malam setelah seorang pria terlihat menanam paket mencurigakan. Pasukan bom dipanggil, sinyal telepon di daerah itu diputus, dan tersangka ditangkap dan ditahan.



Sumber: AKURAT.CO

Anak Pertama Agung Hercules Kenang Agung Adalah Sosok Ayah Yang Humoris

Dua putri Agung Hercules, Feby Gaswara (kiri) dan Mia Aulia Gaswara, menemui awak media di rumah duka, Kamis (1/8). | AKURAT.CO/Avila Dwi Putra

Agung Hercules, pedangdut yang terkenal dengan goyang barbelnya, meninggalkan banyak kenangan bagi keluarga, terutama istri dan tiga putra-putrinya.

Agung Hercules meninggal di RS Dharmais, Jakarta, sekitar pukul 15.56, Kamis (1/8/2019), karena kanker otak yang dideritanya.

Mia Aulia Gaswara yang merupakan anak pertama Agung mengatakan, sosok sang ayah baik di televisi dan kehidupan sehari-hari, tidaklah berbeda.

“Seperti yang dilihat di TV, ayah itu humoris, nggak ada yang ditutup-tutupi. Kehidupan bersama ayah sangat menyenangkan,” kata Mia, saat ditemui di rumah duka di Komplek Parakan Mas, Kota Bandung, Kamis malam.

Pada kesempatan itu, Mia juga membeberkan, bahwa kanker sang ayah tercinta sempat hilang sebelum Idul Fitri.

Tetapi, kanker kembali tumbuh yang menyebabkan kondisi komedian tersebut menurun.

“Penyebab meninggalnya kanker otak, tapi ini kanker yang fasenya berbeda. Kanker yang pertama sembuh dan sempat klir sebelum lebaran. Lalu, beberapa minggu sesudah itu, kankernya tumbuh lagi yang membuat nge-drop dan meninggal,” paparnya.

Selain Mia, Agung memiliki dua anak lainnya, yakni Redo Reja dan Feby Gaswara. Mia menyebut, ayahnya tak menitipkan pesan apapun kepada mereka. 

Mewakili keluarga, dirinya meminta maaf kepada masyarakat bila ayahnya memiliki kesalahan.

“Atas nama keluarga, kami meminta maaf kalau Mas Agung, ayah, kalau ada kesalahan, seperti salah ucap atau perilaku. Mohon doanya agar almarhum dilapangkan jalannya,” ucapnya.




Sumber: AKURAT.CO

Kamis, 01 Agustus 2019

Sejarah Singkat Achmad Baiquni, Si Bankir Bertangan Dingin

Achmad Baiquni (kanan) ketika masih menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI 
Foto: Yasin Habibi/ Republika

Tak salah Bank Negara Indonesia (BNI) memilih Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama. Pasalnya, ‘bankir bertangan dingin’ memiliki sejarah yang sangat panjang di dunia perbankan.

Sebelum menjadi Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI sejak tanggal 20 Mei 2010. Ia memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984. 

Sebelumnya Baiquni pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, dan Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Baiquni gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Bandung (1982) dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Filipina (1992). 

Baiquni sendiri juga telah mengikuti beberapa pelatihan, kursus dan seminar perbankan termasuk Risk Management in Retail Banking – BSMR (Belanda); Executive Training for Director – The Wharton School of The University of Pennsylvania (Amerika Serikat); Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification – BSMR (Singapura); Retail Banking Conference – LAFERTY (Singapura); Asian Bankers Surveyor Program – Bank of New York (New York); dan SESPIBANK – IBI (Jakarta). Mewakili BRI dalam berbagai roadshow maupun conference di London, New York dan Singapura.

Sumber: Republika.co.id