Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2019

Taklukan Jepang, China Juara Piala Sudirman 2019

Trofi Piala Sudirman 2019. | FOTO/Badminton Talk

Di partai terakhir Piala Sudirman 2019, China akhirnya berhasil memperpanjang dominasi mereka setelah mereka keluar sebagai kampiun dengan mengalahkan Jepang.

Shi Yuqi dan kawan-kawan yang bermain di depan pendukung sendiri berhasil menggilas Jepang dengan skor telak 3-0 di Guangxi Sports Center, Nanning, China, Minggu (26/5/2019) siang waktu Indonesia.

Tiga angka untuk China tersebut masing-masing disumbangkan oleh nomor ganda putra yang menurunkan Li Junhui/Liu Yuchen. Kedua pasangan dari peringkat ketiga dunia ini mengalahkan Hiroki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 21-18 dan 21-10.

Chen Yufei yang merupakan tunggal putri peringkat ketiga dunia, berhasil menyumbang angka kedua untuk China. Turun melawan Akane Yamaguchi, Yufei harus berjuang selama satu jam 21 menit untuk mengunci kemenangan tiga gim 17-21, 21-16, dan 21-17.

Pada partai ketiga, Shi Yuqi akhirnya memastikan gelar juara bagi China. Pebulutangkis peringkat kedua dunia itu berhasil menang 12-21, 21-5, dan 21-11 melawan tunggal putra terbaik dunia Kento Momota dalam durasi waktu satu jam sembilan menit.

Gelar ini menjadi gelar kesebelas bagi China sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1989. China pertama kali keluar sebagai juara di kejuaraan beregu campuran yang digelar dua tahunan ini pada tahun 1995.

Sejauh ini China menjadi satu-satunya negera dengan gelar terbanyak di kejuaraan ini, diikuti oleh Korea Selatan dengan empat gelar, dan terakhir Indonesia dengan satu gelar. Selama penyelenggaraannya hanya ada tiga negara itu yang pernah menjadi juara.

China sendiri berhasil melaju ke final selepas mengalahkan Malaysia dengan skor telak 3-0, sedangkan Jepang melangkah ke final usai mengandaskan Indonesia dengan skor 3-1.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 25 Maret 2019

Polisi Diminta Serahkan Drone Laut Milik China ke LIPI

Ilustrasi - Pesawat Otonom | AKURAT.CO/Ryan

Drone laut yang ditemukan di Kepulauan Riau, diminta untuk tidak memusnahkan pihak Kepolisian, namun diserahkan kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk dianalisis.

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, menyampaikan hal tersebut saat menanggapi penemuan benda aneh beberapa waktu lalu oleh nelayan Pulau Tenggel, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang ternyata drone laut milik China.

Pria yang akrab disapa Habib itu pun mengapresiasi pihak kepolisian yang telah mengamankan benda tersebut. Namun, ia meminta benda tersebut jangan dimusnahkan terlebih dahulu.

"Jadi jangan dimusnahkan. Sebaiknya barang tersebut diserahkan kepada LIPI untuk dianalisis," ungkapnya dalam pesan singkat WA, Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Habib mengatakan, jika memang benda aneh itu sebuah drone, maka hal ini akan menjadi isu sensitif, apalagi jika drone tersebut milik luar negeri, tentunya ini membawa spekulasi tersendiri.

"Jika benar isunya bahwa itu milik China, tentunya publik akan bertanya ada misi apa mereka sampai kirim drone di Indonesia," ujarnya.

Oleh karena itu, Habib pun meminta kepada Kapolri untuk menjamin keamanan barang tersebut, supaya para peneliti Indonesia bisa membongkar isi dan misi dari drone tersebut.

"Dengan diketahui isinya, maka akan menghilangkan spekulasi di tengah masyarakat. Selain itu juga akan menambah pengetahuan para ilmuan kita, utamanya mengenai perkembangan drone dan penggunaannya," katanya.

Nelayan Pulau Tenggel, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menemukan sebuah benda aneh pada Sabtu (23/3/2019) yang ternyata adalah sebuah drone laut.

Drone laut itu sebelumnya diduga rudal. Kepastian benda yang merupakan drone laut itu disampaikan oleh Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang, usai mendapatkan laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Satuan Brimob Polda Kepri.

Menurut Boy, drone laut itu buatan dari China. Pasalnya, dari badan drone itu terdapat tulisan aksara China. Diyakini, asal-usul drone tersebut dari salah satu lembaga penelitian yang juga berasal dari China.



Sumber: AKURAT.CO