Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2019

Akibat Diguyur Hujan, Sejumlah Kawasan di Kendari Terendam Banjir

Ilustrasi - Banjir | AKURAT.CO

Sejumlah titik atau kawasan pemukiman di daerah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara terendam banjir dengan ketinggian bervariasi 30 Cm hingga ada yang mencapai 1 meter setelah hujan yang menggujur kota itu, pada Minggu (14/4/2019) sore hingga petang.

Beberapa titik yang menjadi langganan banjir selama ini langsung terendam seperti di Komplek Perumahan BNI Griya, BTN Pepabri Lepo-Lepo Indah dan BTN Findayani dan sekitar Kali Wanggu Kelurahan Lepo-lepo Kecamatan Baruga, warga mulai panik dan berhamburan keluar rumah menyelamatkan barang yang bisa diselamatkan di tenpat yang aman.

Kekurahan Poasia, Kelurahan Lalolara, Kelurahan Korumba, Kelurahan Kelurahan Lahundape juga dilaporkan terendam akibat hujan yang cukup deras, walaupun waktunya hanya berjalan 1 jam.

Suhardin, Kepala BPBD Kota Kendari yang dihubungi terpisah, mengatakan pihaknya saat ini sedang memantau sejumlah titik yang terendam banjir untuk memberikan bantuan atau penanganan.

"Beberapa personel kami ada yang dikerahkan pada titik tertentu, untuk memastikan berapa titik yang selama ini menjadi langganan banjir sudah terendam," katanya.

Lurah Wundudopi Kecamatan Baruga, Syafril Tekaka membenarkan terjadi banjir di wilayahnya, terutama pada dua titik terparah yang menjadi langganan banjir disaat hujan tiba.

Ia mengatakan kawasan Wundudopi menjadi langganan banjir kiriman yang terkadang tidak hujan di wilayah Wundudopi, tiba-tiba banjir seketika. Banjir kiriman itu datang dari kali hombes di keluruhan Watubangga.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi hujan di Kota Kendari mulai redah, namun warga masih tetap waspada karena khawatir hujan susulan kembali turun karena cuaca gelap masih menutupi wilayah Kendari dan sekitarnya.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 28 Januari 2019

Menurut JK, Ini 2 Penyebab Bencana di Sulsel, Salah Satunya Bikin Ngeri

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan serta membuka Outlook Perekonomian Indonesia 2019.  | AKURAT.CO/Sopian

Menurut wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan disebabkan oleh dua faktor yaitu cuaca dan kerusakan lingkungan.

"Ini masalah dua hal, yaitu cuaca yang tidak bisa kita kontrol tapi juga kerusakan di hulu DAS Bawakaraeng," kata Wapres usai rapat koordinasi penanganan bencana di Sulawesi Selatan di kantor Gubernur di Makassar, pada Minggu (27/1/2019).

Oleh karena itu, Wapres langsung memerintahkan agar daerah hulu yang rusak tersebut harus segera diperbaiki sesuai dengan aturan terutama terkait tanaman-tanaman yang bisa ditanam.

Selain itu juga, pada daerah ketinggian yang tanaman-tanaman muda yang bisa menimbulkan longsor seperti jagung dan lainnya diusahakan agar segera diganti dengan tanaman keras.

"Gubernur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan menyelesaikan itu," imbuh Wapres.

Wapres Jusuf Kalla juga menginstruksikan agar Kementerian Sosial untuk segera menyalurkan santunan ahli waris korban meninggal dunia dan segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak.

"Kerusakan-kerusakan yang terjadi di masyarakat juga akan dibantu sesuai dengan aturan yang ada, dibantu bukan diganti semua," katanya.

Wapres Jusuf Kalla yang didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sebelumnya meninjau Bendungan Bili-Bili dan jembatan Jenelata di Gowa yang putus.

Data yang diperoleh hingga Minggu (27/1) pagi tercatat 68 orang meninggal dunia, tujuh orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.747 jiwa mengungsi akibat banjir, tanah longsor dan angin kencang yang melanda wilayah Sulawesi Selatan.


Sumber: AKURAT.CO